Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

4 Zodiak Ini Dikenal Sosok yang Kalem dan Tenang dalam Situasi Apapun


JawaPos.com – Sebagian orang lebih suka menyimpan dan merahasiakan sesuatu di dalam hidupnya. Mereka adalah orang-orang tenang yang selalu mengutamakan kedamaian daripada kegaduhan.

Sosok seperti itu biasanya memiliki sifat kalem dan tenang dalam setiap situasi. Mereka tak mau merepotkan orang lain. Sehingga mereka memang pandai mengendalikan emosi. Berdasarkan zodiaknya, beberapa zodiak dikenal memiliki sifat ini seperti dilansir dari Pink Villa, Minggu (30/5).

Cancer

 

ramalan zodiak,
Ilustrasi zodiak Cancer (Kokoh Praba Wardani/Dok. JawaPos.com)

Cancer memiliki sikap tenang dan tak pernah kewalahan secara emosional. Mereka adalah sosok sensitif yang tidak suka berlebihan dalam segala hal. Jika mereka perlu merayakan sesuatu, mereka lebih memilih malam yang nyaman di rumah daripada berkumpul.

Baca Juga: Bermuka Dua, 4 Zodiak Ini Gemar Bersikap Palsu Terhadap Orang Lain

Taurus

Taurus adalah zodiak yang sama sekali tidak menyukai perubahan. Mereka hanya ingin menikmati hidup sederhana dengan stabilitas di mana mereka dapat tenggelam dalam kesenangan. Saat mereka terlibat konflik, butuh banyak waktu bagi mereka untuk menghadapinya. Pada dasarnya, mereka membutuhkan stabilitas dalam segala hal tanpa masalah.

Pisces

Mereka adalah zodiak sensitif, yang pandai mengendalikan emosi. Mereka menangani masalah dan konflik tanpa emosional dengan cara yang tenang dan sederhana. Mereka pandai mengatasi perubahan dan terbuka untuk mengalami hal-hal baru.

Capricorn

Capricorn adalah pekerja keras dan selalu mengincar lebih banyak prestasi dalam hidup tetapi mereka tidak pernah pamer dengan apa yang mereka miliki. Sekalipun mereka mencapai banyak hal dalam hidup, mereka tidak pernah menunjukkannya kepada orang lain.


4 Zodiak Ini Dikenal Sosok yang Kalem dan Tenang dalam Situasi Apapun

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Gurihnya 3 Camilan Khas Belanda, Kaya Lelehan Keju dan Mayonaise


JawaPos.com – Camilan atau kudapan paling enak dinikmati di waktu senggang. Kali ini, Anda wajib mencoba mencicipi camilan khas negeri kincir, Belanda. Selain terkenal dengan bunga tulipnya, Belanda juga punya suguhan makanan lezat di bidang kuliner.

Dalam keterangan resmi Dutch Kitchen, Minggu (30/5), gerai yang menjual makanan ringan khas Belanda di Indonesia membagikan rekomendasi jajanan unik khas Belanda. Tentu dominasi rasanya yaitu gurih dan creamy, karena banyak ditaburi keju yang lezat serta mayonaise.

Apa saja misalnya?

1. Bitterballen, si bulat yang garing dan renyah

(Dok. Dutch Kitchen)

Salah satu makanan ringan dari Belanda yang mungkin paling sering ditemui di Indonesia adalah Bitterballen. Bitterballen merupakan camilan yang umumnya terdiri dari bahan dasar daging, tepung terigu, bubuk pala, cincangan parsley, garam, dan merica. Seperti halnya jajanan kekinian saat ini, Bitterballen juga dilapisi dengan tepung roti dan kemudian digoreng untuk menjadikannya renyah. Keju di dalamnya bisa membuat lidah Anda bergoyang karena lelehannya.

Baca Juga: Ahli Gizi Sebut Camilan Buah dan Susu Sehat Untuk Anak, Ini Alasannya

2. Patatje Oorlog/Kentang Goreng Perang

(Dok. Dutch Kitchen)

Meskipun kerap disebut berasal dari Perancis atau Belgia, Belanda juga terkenal dengan olahan Kentang. Orang Belanda menamai Kentang Goreng versi mereka dengan nama Patatje Oorlog atau Kentang Goreng Perang. Nama unik ini didasari oleh banyaknya toping yang bercampur dalam kentang goreng ini yang ramai bercampur seperti layaknya perang.

Sedikit berbeda dengan nama di Belanda, di gerai ini dinamakan ‘Loaded Fries’ yang berisi kentang goreng, tortilla chips, saus mayonaise, dan parsley. Sama seperti Bitterballen, pengunjung bisa memilih 4 varian saus seperti spicy bolognese, spicy maybe, cheesy chiz, hingga smokey BBQ.

3. Macaroni Schotel

Dari kata Schotel saja kita bisa langsung menebak bahwa makanan ini ada kaitannya dengan Belanda. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Schotel erat kaitannya dengan kata Schaal yang dalam bahasa Belanda berarti wadah atau mangkok. Oleh karena itu, Macaroni Schotel bisa diartikan hidangan makaroni yang disajikan dalam wadah.


Gurihnya 3 Camilan Khas Belanda, Kaya Lelehan Keju dan Mayonaise

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Berobat Alergi, Lis Apriyanti Rasakan Manfaat Sebagai Peserta JKN-KIS


JawaPos.com – Lis Apriyanti (31) adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang berdomisili di kelurahan Penatoi, Kecamatan Punda, Kota Bima yang saat ini tinggal bersama orang tuanya. Lis Apriyanti yang biasa disapa Lis ini merasa sangat bersyukur karena telah merasakan manfaat adanya Program JKN-KIS.

Ia mengatakan bahwa Ia awalnya merasakan manfaat Program JKN-KIS ini ketika ia memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dirinya terdaftar saat ia terkena alergi karena cuaca dingin. Lis pun mengungkapkan tidak perlu mengantri atau menunggu lama saat berobat di fasilitas kesehatan dan pelayanannya pun sangat ramah serta memuaskan.

“Sampai saya diberikan obat dan alhamdulillah obat yang diberikan dokter dalam sehari alergi saya sudah hilang,” ungkap Lis.

Manfaat Program JKN-KIS tidak hanya dirasakan oleh Lis sendiri, namun manfaat yang sangat besar juga dirasakan sang ibu yang merupakan pensiunan PNS, saat harus keluar masuk rumah sakit, kala itu mengidap penyakit komplikasi hypertensi, jantung dan lambung.

“Selain almarhum ibu saya yang telah memanfaatkan JKN-KIS, ayah saya pun hingga saat ini juga rutin berobat menggunakan JKN-KIS. Begitu besar manfaat JKN-KIS sangat membantu keluarga kami, karena kami tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” ujarnya sambil tersenyum.

Lis sendiri pun memberikan apresiasi atas pelayanan yang telah ia dan orang tuanya dapatkan. Semua pelayanan ataupun fasilitas yang diperoleh sangat memuaskan. Lis menyadari akan pentingnya Program JKN-KIS ini dan mengimbau agar masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta keluarga sebelum sakit.

“Sekarang ini kondisi ayah saya berangsur membaik berkat pengobatan yang rutin dilakukannya tentunya. Hal ini tidak akan terwujud apabila ayah saya tidak menjadi peserta JKN-KIS. Saya dan orang tua saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah menyelenggarakan program ini, semoga program JKN-KIS terus berlanjut dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” tutup Lis.


Berobat Alergi, Lis Apriyanti Rasakan Manfaat Sebagai Peserta JKN-KIS

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Debat Wawasan Kebangsaan dengan Firli Bahuri, Giri: Saya Bersedia


JawaPos.com – Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono bersedia untuk melakukan debat terbuka dengan Ketua KPK Firli Bahuri. Debat terbuka ini terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang kini akan memecat 51 pegawai KPK.

Saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (30/5), Giri mengungkapkan, dirinya bersedia jika memang diminta melakukan debat terbuka. “Bukan saya yang menginginkan, tetapi ada keinginan netizen ada perdebatan. Kalau diminta saya bersedia,” imbuh Giri kepada JawaPos.com, Minggu (30/5).

Debat terbuka wawasan kebangsaan ini ramai di media sosial Twitter. Hal ini menyusul polemik TWK yang belakangan akan memecat 51 pegawai.

Baca Juga: Ratusan Pegawai KPK yang Lulus TWK Minta Firli Bahuri Tunda Pelantikan

“Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?,” cuit Giri dalam akun media sosial Twitter pribadinya.

Giri yang sudah bekerja di KPK selama 16 tahun ini menyesalkan dirinya dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia menyatakan, debat terbuka wawasan kebangsaan dengan Firli Bahuri ini dilakukan untuk membuktikan suatu kebenaran.

“Semua hal untuk kebaikan dan kebenaran akan kita lakukan,” tegas Giri.

Lulusan dari Institute to Social Studies-Erasmus University of Rotterdam mengakui pernah mengikuti
tes wawasan kebangsaan (TWK) saat seleksi calon pimpinan (capim) KPK pada 2014, dia lulus dan masuk 19 besar. Serta pada seleksi capim KPK 2019, Giri pun lulus dan masuk 40 besar.

“Saya lolos tes tersebut. Bahkan saya satu kelompok dalam proses diskusi dengan Ketua KPK (Firli Bahuri),” papar Giri.

Giri berujar, debat terbuka bisa dilakukan untuk membuktikan TWK yang dilakukan kepada para pegawai KPK merupakan upaya penyingkiran pegawai atau tidak. Hal ini perlu dibuktikan, sehingga publik mengetahui secara terbuka informasi TWK yang merupakan bagian dari syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Debat terbuka ini salah satu membuktikan tes wawasan kebangsaan ini kedok penyingkiran pegawai atau tidak,” ungkap Giri.

Terkait mundur dari kekalahan debat, lanjut Giri, hal itu sebagai langkah pertanggungjawaban. Dia menegaskan, budaya mundur atau malu merupakan bagian dari sikap integritas.

“Biar ada pertanggungjawaban akan kata-kata. Budaya mundur, malu, adalah budaya integritas. Agar Indonesia bisa tetap berbudaya luhur,” ucap Giri menandaskan.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri tidak merespon konfirmasi JawaPos.com terkait ajakan debat terbuka wawasan kebangsaan tersebut.

Sebagaimana diketahui, tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai KPK menjadi ASN menuai polemik. TWK ini telah menyatakan 75 pegawai KPK tidak memenuhi syarat menjadi ASN.

Hasil rapat bersama antara KPK dengan BKN, Kemenpan RB dan Kemenkumham pada Selasa (25/5) lalu justru menyatakan, 51 orang dari 75 pegawai akan diberhentikan dengan alasan tidak bisa dibina lagi. Sedangkan 24 pegawai KPK lainnya akan mengikuti tes ulang.


Debat Wawasan Kebangsaan dengan Firli Bahuri, Giri: Saya Bersedia

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Ghufron: Pak Alex dan Saya Sudah Minta Mereka Diluluskan Sebagai ASN


JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengklaim telah menyampaikan pembelaan saat rapat bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait isu radikal yang bergulir di lembaga antirasuah. Dia menegaskan, tidak melihat paham radikal di KPK.

“Pak Alex (Wakil Ketua KPK Alexander Marwata) juga menyampaikan telah dua periode sebagai Pimpinan KPK, tidak pernah melihat ada prilaku dan pemahaman yang radikal pada pegawai KPK. Kalau pegawai KPK kritis, tidak langsung menurut perintah tapi didiskusikan lebih dahulu, iya, karena itu budaya kepegawaian di KPK,” kata Nurul Ghufron dikonfirmasi, Minggu (30/5).

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi ini mengaku membaca rinci terkait asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TW) alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia tak memungkiri, pegawai KPK kerap membantah perintah pimpinan, jika memang itu bertentangan.

“Saya kebetulan membaca secara detil tentang hasil assesmen, misalnya yang mempertanyakan bagaimana menyikapi jika ada perintah pimpinan yang bertentangan dengan hati nurani, atau bertentangan dengan keyakinan agama atau nilai-nilai yang diyakini, di KPK ini ada nilai integritas maka pegawai-pegawai KPK mesti akan menjawab atau menolak perintah pimpinan jika bertentangan dengan nilai-nilai nurani,” ucap Ghufron.

Menirukan pernyataan rekannya Alexander Marwata, sambung Ghufron, jika mengikuti TWK juga meragukan akan lulus. Dalam rapat dengan BKN telah menyampaikan, TWK diharapkan sebagai ajang pembinaan bukan untuk memberhentikan pegawai KPK.

“Pak AM (Alexander Marwata) meminta agar TWK ini mohon digunakan untuk pembinaan sesuai arahan Presiden, bukan untuk memberhentikan pegawai KPK yang tidak lulus. Karena itu menurut pak AM, kalau boleh menjamin saya akan menjamin bahwa tidak ada yang radikal dan kalaupun ada indikasi tersebut izinkan kami akan membinanya,” klaim Ghufron.

Ghufron yang mempunyai latar belakang sebagai pengurus Nahdlatul Ulama (NU) ini tak memungkiri, sejumlah pegawai di KPK memang memiliki jenggot yang panjang dan memakai celana cingkrang. Tetapi dia menepis, para pegawai itu tidak memiliki pemahaman radikal.

“Mereka hanya bagian dari khazanah pemahaman agama Islam yang juga tidak menyimpang walau berbeda dengan saya. Sehingga kita perlu hati-hati, jangan sampai kewaspadaan kita terhadap ajaran radikalisme tetapi salah mengindentifikasi,” beber Ghufron.

“Kita tidak ingin kembali kepada sejarah masa lalu dimana kewaspadaan kita terhadap komunis telah melahirkan stigma-stigma yang kadang dapat disalahgunakan untuk kepentingan politik, menyimpang dan ditumpangi kepentingan-kepentingan lain,” imbuhnya.

Ghufron mengklaim, telah memperjuangkan 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat tes wawasan (TWK) alih status pegawai menjadi ASN. Tetapi justru rapat bersama dengan BKN, Kemenpan RB dan Kemenkumham pada Selasa (25/5) lalu, 51 orang akan diberhentikan dengan alasan tidak bisa dibina, tetapi 24 pegawai KPK lainnya akan mengikuti tes ulang.

“Senada dengan pak Alex, saya menjamin dan mohon kiranya agar pegawai KPK seluruhnya dialihkan ke ASN berdasarkan hukum, putusan MK dan arahan Presiden,” tegas Ghufron.

Reporter: Ridwan


Ghufron: Pak Alex dan Saya Sudah Minta Mereka Diluluskan Sebagai ASN

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Pasien Thalassemia Harus Terapi Kelasi Besi dan Transfusi Darah


JawaPos.com – Thalassemia adalah suatu penyakit kelainan darah. Perjuangan para pasien thalassemia tak mudah. Selain kendala ekonomi dan juga tantangan keluarga dalam menemani pengobatan, mereka juga harus melakukan transfusi darah dan rutin terapi obat. Namanya terapi kelasi besi.

Dalam peringatan Hari Thalassemia Sedunia setiap 8 Mei, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) mengajak penyandang dan pemerhati Thalassemia dari seluruh Indonesia untuk terus semangat dan disiplin dalam berobat. Masyarakat diminta untuk bersedia mendonor darah mengingat kebutuhan pasien thalassemia untuk selalu transfusi darah. Dan dukungan keluarga atai caregiver adalah yang utama.

“Bagaimana semua masyarakat ikut mendukung kesehatan masyarakat untuk hidup yang lebih baik, terkhusus pada penyakit yang tergolong langka (rare disease) di mana salah satunya Thalassemia,” ujar Marketing Director Pharma PT Kalbe Farma Tbk. Ridwan Ong dalam webinar baru-bari ini.

Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan kelasi besi. Di samping itu, penyandang juga dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung nutrient dan vitamin (asam folat, vitamin E, vitamin C).

Konsultan Hematologi-Onkologi Anak dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K), MPH mengatakan, penyakit Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah dan harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kompilasi seperti gagal jantung, tumbuh kembang
terhambat, gangguan hati dan ginjal hingga kematian.

“Pengobatan yang diberikan untuk penyintas Thalassemia bisa dilakukan dengan transfusi darah dan pemberian kelasi besi secara rutin untuk meningkatkan harapan dan kualitas hidup lebih baik,” kata dr. Sri Mulatsih.

Terapi kelasi besi adalah terapi yang dilakukan seiring dengan transfusi darah yang dilakukan dengan rutin. Melakukan transfusi darah setiap bulan akan menyebabkan seseorang mengalami penumpukan zat besi dalam darah. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang keracunan, merusak fungsi jantung dan hati. Oleh karena itu, terapi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan zat besi.

Dalam acara yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes mengatakan dalam penanggulanan penyakit Thalassemia ini, pemerintah telah menerapkan 3 pilar yaitu promosi kesehatan, deteksi dini, dan penanganan khusus. Untuk promosi kesehatan dilakukan dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit Thalassemia bagaimana mencegah dan mengobati.

Untuk deteksi dini dilakukan khususnya pada orang terdekat penyandang Thalassemia. Dan terakhir untuk penanganan khusus biasanya dilakukan di rumah sakit.

Ia juga menambahkan penyakit Thalassemia ini merupakan masalah yang perlu perhatian khusus karena menurut data dari Yayasan Thalassemia Indonesia sudah hampir 11 ribu penyandang Thalassemia. Dengan pembawa sifat sendiri sekiar 6-10 persen jumlah penduduk Indonesia.

Selain itu, bagi keluarga yang memilik anak penyandang Thalassemia juga perlu diperhatikan, dikarenakan akan menimbulkan dampak psikologi dan ekonomi yang cukup berat. Sebab harus melihat anaknya melakukan transfusi darah seumur hidup dengan kebutuhan biaya yang cukup besar. Terlebih, sayangnya belum semua fasilitas kesehatan mendukung dalam melakukan transfusi darah. Dan juga jarak fasilitas kesehatan dengan rumah penyandang Thalassemia yang kadang membutuhkan perjalanan yang cukup jauh.

“Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, media, akademisi, komunitas dan masyarakat agar pencegahan penyakit Thalassemia bisa dilakukan sejak dini,” kata Cut Putri.


Pasien Thalassemia Harus Terapi Kelasi Besi dan Transfusi Darah

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Dirjen GTK Siap Cetak Kunci Pemimpin Pendidikan Lewat Guru Penggerak


JawaPos.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) lewat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) sedang menjalanlan program Guru Penggerak. Kunci utama program ini adalah guru sejatinya harus menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril menjelaskan, guru harus mampu mengimplementasikan pembelajaran yang memerdekakan dengan memihak kepada murid. Serta mampu menjadi teladan bagi guru-guru lainnya.

“Guru Penggerak itu adalah program kepemimpinan, calon-calon pemimpin kita. Kita ingin dari lulusan program ini nanti akan menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, instruktur pelatihan guru kita,” tutur Iwan dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Baca Juga: Sebanyak 2.800 Peserta Ikuti Program Guru Penggerak Angkatan Kedua

Filosofi ‘coach’ juga merupakan salah satu pemikiran yang nantinya akan digunakan dalam pembelajaran sesama guru di program Guru Penggerak. Dengan filosofi ini, guru akan mampu berbagai ilmu tanpa harus malu.

Kata dia, dengan filosofi ini pula, guru diharapkan dapat saling memotivasi satu sama lain. Iwan pun mengingatkan bahwa orientasi utama setiap pendidik dan semua pemangku kebijakan di dunia pendidikan adalah murid.

“Menurut Ki Hajar Dewantara, setiap pendidik itu harus bebas dari segala ikatan, dengan kesucian hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta suatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak. Maksud dari (pernyataan) ini adalah semua orientasinya adalah kepada sang anak,” jelas Iwan.

Adapun, manfaat yang paling berharga untuk diambil para peserta dengan mengikuti program Guru Penggerak, yaitu mendapat kesempatan untuk menjadi agen perubahan. “Hal yang menjadi reward paling berharga adalah saat melihat anak murid kita bisa berubah, ini uang pun tidak akan bisa beli, inilah yang diharapkan dari Guru Penggerak,” lanjutnya.

Untuk cara bergabung dalam program Guru Penggerak dapat dilihat pada laman https://ift.tt/31t32TY.


Dirjen GTK Siap Cetak Kunci Pemimpin Pendidikan Lewat Guru Penggerak

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Gejala Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai


JawaPos.com – Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Pungky Mulawardhana, Sp.OG (K) menjelaskan gejala-gejala awal kanker ovarium yang harus diwaspadai agar bisa didiagnosis secara dini.

“Kanker ovarium adalah silent killer karena pada stadium awal umumnya tidak terdeteksi,” kata Pungky dalam webinar kesehatan seperti dikutip Antara, Sabtu (29/5).

Sebanyak 70-80 persen kanker ovarium didiagonosis pada stadium lanjut di mana angka ketahanan hidupnya rendah. Bila penyakit itu diketahui sejak awal dan dilakukan terapi sedini mungkin, tingkat kesembuhan pun lebih tinggi serta ketahanan hidup lebih baik.

Gejala-gejala awal kanker ovarium tidak spesifik, tapi tetap harus diwaspadai, seperti perut terasa kembung, perut terasa sering penuh ketika makan, sering buang air kecil dan nyeri panggul kronis. Ciri-ciri yang tidak spesifik itu kerap membuat pasien baru memeriksakan diri ketika gejala lainnya terasa pada stadium lanjut.

Ketika kanker sudah melewati stadium awal, gejala yang mungkin dirasakan adalah sakit punggung, kebiasaan buang air besar yang berubah serta rasa sakit ketika berhubungan intim.

“Kanker ovarium jarang ditemukan pada stadium awal karena berkembang secara tersembunyi dan hampir tidak bergejala. Bila timbul gejala klinis, umumnya merupakan akibat dari pertumbuhan, perkembangan, serta komplikasi yang sering timbul pada tingkat stadium lanjut,” jelas dia.

Dia melanjutkan, ketika keadaan sudah pada stadium yang lanjut, kanker akan sulit untuk disembuhkan. Operasi dan kemoterapi adalah penanganan yang umum dilakukan untuk kanker ovarium. Setelah diobati, 80 persen pasien dengan kanker stadium 2-4 rentan mengalami kekambuhan atau rekurensi sebagian besar pada dua tahun pertama. Setelah lima tahun monitoring berkala, bila tidak ada keluhan pasien tak perlu memeriksakan diri lagi.

Maka, fokus saat ini adalah deteksi, diagnosis serta terapi dini.

“Pada kanker ovarium stadium awal, di mana penyakit ini masih terbatas di ovarium, penanganan dan pengobatan memiliki kemungkinan besar untuk berhasil.”

Sayangnya, operasi masih jadi momok untuk sebagian masyarakat sehingga orang-orang enggan memeriksakan diri karena khawatir harus melewati pengobatan tersebut. Ada kecenderungan orang-orang baru pergi ke dokter bila keluhan yang dirasakan betul-betul terasa nyeri.

“Kalau tidak nyeri hebat, tendensinya tidak ke dokter,” kata dia.

Untuk perempuan yang sudah aktif secara seksual, pemeriksaan bisa dilakukan dengan USG transvaginal, pencitraan menggunakan gelombang suara yang dipancarkan lewat vagina untuk memeriksa organ reproduksi. Pada USG transvaginal, karena dekat dengan organ kandungan, gambaran yang didapatkan lebih akurat.

Bagi yang belum berhubungan seks, deteksi kanker ovarium bisa dilakukan dengan USG perut. Namun akurasinya tidak setinggi USG transvaginal. Meski demikian, nantinya dokter yang bisa memutuskan metode terbaik untuk setiap individu.

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang rentan terkena kanker ovarium, yakni angka paritas yang rendah, usia yang bertambah, gaya hidup buruk seperti merokok dan stres, endometriosis dan ada riwayat keluarga kanker ovarium atau payudara serta mutasi genetik (BRCA).

Dokter menyarankan masyarakat untuk berhubungan seks secara aman, tidak merokok, menjalani vaksinasi HPV, memeriksa kandungan secara rutin dengan USG, pap semar dan deteksi dini kanker mulut rahim, juga memeriksakan diri ke tenaga medis bila ada keluhan.


Gejala Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Mengenal Janet Teowarang, Penerima Australian Alumni Grant Scheme


Terus menyebarkan konsep sustainability dalam industri fashion membuat Janet Teowarang, fashion designer asal Surabaya, melanjutkan proyeknya yang dibuat pada 2019–2020. Yakni, memberikan pelatihan kepada perajin batik Pasuruan. Proyek yang merupakan skema dana hibah dari pemerintah Australia itu akan dimulai awal Juni.

MARIYAMA DINA, Surabaya

SIANG itu Janet Teowarang bersama timnya, Rahayu Budhi Handayani dan Enrico, berkumpul di lantai 17 Universitas Ciputra (UC) Tower untuk membahas proyek mereka Juni nanti. Pada 2019, Janet terseleksi menjadi salah seorang penerima Australian Alumni Grant Scheme untuk membuat sebuah proyek perubahan. Janet pun ingin menyebarluaskan konsep sustainability di industri fashion melalui dana hibah yang diterimanya.

Proyek yang diberi nama Promoting Three-Pillar of Sustainability Fashion Industry itu telah selesai pada Juni 2020. Dan, pada 2021 ini, dia kembali melanjutkan proyeknya dengan tetap mengangkat konsep tiga pilar tersebut. Proyek itu diteruskan karena Janet ingin membuka pemikiran masyarakat lebih luas lagi terkait dengan konsep sustainability yang sebenarnya tidak hanya berfokus pada lingkungan.

Tiga pilar yang dimaksudkannya di sini dijelaskan dengan detail. Pilar sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan perajin batik di Kabupaten Pasuruan. Pilar lingkungan yang berfokus meningkatkan kesadaran pada ciri khas motif batik Kabupaten Pasuruan. Juga, pilar ekonomi yang berfokus untuk pemulihan para perajin batik di Kabupaten Pasuruan. Tujuan lain adalah memperkuat proyek kolaborasi antara Indonesia dan Australia.

”Yang berbeda, kali ini saya lebih mengerucutkan siapa saja yang ikut dalam proyek ini,” jelasnya saat ditemui Selasa (25/5).

Jika di proyek sebelumnya yang ikut adalah warga di Desa Tenun di Pasuruan, kali ini hanya warga yang memang perajin batik yang boleh berpartisipasi. Janet tidak pilih-pilih. Namun, berkaca dari pelatihan sebelumnya, tidak sedikit warga yang merasa kurang antusias karena tidak mempunyai background di industri yang sama dengannya.

”Jadi, di sini kami bakal bener-bener fokus pada industri fashion,” tuturnya.

Proyek yang akan dimulai pada 5 Juni itu diikuti 100 perajin batik dari kabupaten tersebut. Namun, karena pandemi masih berlangsung, semua pelatihannya akan diadakan secara online. ”Benar-benar full online. Kami nggak akan ke Pasuruan ataupun temen-temen perajin yang ke Surabaya,” ujar perempuan yang juga seorang dosen fashion di Universitas Ciputra tersebut.

Pelatihan berbasis online itu bakal sedikit menantang. Sebab, melatih untuk membuat motif batik yang benar-benar sesuai dengan pasar internasional tentu tidak mudah. ”Di sini saya bersama tim, yakni Bu Rahayu dan Pak Enrico, tahun lalu pernah memberikan pelatihan tentang batik secara online,” jelasnya.

Rahayu dan Enrico yang juga dosen fashion UC menjelaskan cara mereka untuk bisa memberikan pelatihan yang bukan sekadar materi. Namun, hasilnya juga bisa sesuai dengan harapan. ”Yang pertama, karena banyak pesertanya, akan kami bagi menjadi dua kelompok besar,” terang Rahayu. Setiap sesi diikuti 50 peserta. ”Jadi, memang pelatihannya nggak langsung sehari 100 orang,” lanjutnya.

Setelah itu, mereka akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil lagi. Barulah pendampingan berkala terus dilanjutkan. ”Nah, masalah selanjutnya mungkin akan seperti ini. Kalau cuma dilihat lewat layar monitor, batik tentu berbeda dengan aslinya,” jelas Enrico.

Terlebih soal proporsi gambar dan warnanya. ”Jadi, nanti mereka mengirimkan sampel kecil-kecil. Dari situ baru benar-benar bisa dilihat hasil riilnya,” terangnya.

Goal dari pelatihan untuk perajin batik Pasuruan tersebut adalah membuat motif batik khas Pasuruan yang memanfaatkan pewarna alami. Tantangannya, motif dan warnanya tentu harus sesuai dengan selera pasar internasional meski tetap dengan ciri khas ketradisionalan Indonesia. Sebab, di akhir proyek nanti, motif batik tersebut didesain menjadi 10–12 desain baju yang ditampilkan di Australia.

Janet menyatakan, ciri khas dari batik Pasuruan adalah motif bunga krisan hingga Penanjakan Bromo. ”Tapi, untuk warnanya nanti, kami bermain di warna natural atau indigo,” katanya. Janet akan mendesain sesuai dengan konsep sustainability fashion. Salah satunya, desain yang timeless atau tidak terbatas musim.

Namun, akibat pandemi, fashion show yang mereka tampilkan nanti dihelat secara virtual. ”Jadi, kami hanya mengirimkan video semacam runway untuk show yang akan digelar pada Maret 2022,” ungkapnya.

Batik karya 100 peserta yang mendapatkan pelatihan pun kembali dikurasi untuk mengetahui motif-motif mana yang sesuai dengan konsep Janet dan tim.

Baca Juga: Ada Pertanyaan Soal Qunut, TWK Dinilai Bisa Memecah Belah Bangsa

Dia berharap para perajin batik bersemangat membuat motif batik yang kreatif. Sebab, hasil kerja keras mereka juga bakal ditampilkan di kancah internasional. Dari situ, diharapkan para perajin batik dari Pasuruan tidak hanya mendapatkan pelatihan. Mereka juga bisa mengembangkan lagi ilmu-ilmu yang telah didapat selama proyek yang bakal berlangsung sekitar 10 bulan tersebut.


Mengenal Janet Teowarang, Penerima Australian Alumni Grant Scheme

Diberdayakan oleh Blogger.