Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Awas Tertipu Video Olimpiade Lawas, Kejadian 2016 Disebut Baru Terjadi


OLIMPIADE Tokyo 2020 juga dimanfaatkan akun-akun clickbait untuk memburu viewers. Contohnya yang dilakukan kanal YouTube Update Chanel pada 28 Juli 2021. Dia mengunggah video atlet angkat besi yang mengalami patah tulang, kemudian diberi keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di ajang Olimpiade Tokyo.

Video tersebut diberi judul Detik Detik Atlet Angkat Besi Patah Tulang Di Olimpiade Tokyo 2020. Beragam tagar dituliskan untuk memperkuat kesan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi saat ajang Olimpiade Tokyo berlangsung (bit.do/AtletPatahTangan). Di TikTok video serupa diunggah akun @denyalamsyah11 dan sudah mendapat like lebih dari 800 ribu netizen.

Keanehan dalam video tersebut adalah backdrop panggung angkat besi yang berwarna hijau. Padahal, backdrop yang digunakan di panggung angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 selalu berwarna merah. Tentu saja dengan logo Olimpiade lima lingkaran besar.

Saat ditelusuri, video atlet angkat besi yang mengalami patah tulang di bagian siku itu merupakan rekaman kejadian pada 2016. Tepatnya saat diselenggarakannya Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Kanal YouTube TomoNews US mengunggah video tersebut dengan judul Angkat besi: siku atlet angkat besi Armenia patah di Olimpiade Rio 2016.

Video itu memperlihatkan detik-detik saat atlet asal negara Armenia tersebut mengalami patah tulang di bagian siku kirinya ketika mengangkat enam lempengan besi. Pria itu pun langsung berteriak-teriak dan mengerang kesakitan. Anda dapat melihatnya di bit.do/BukanTokyo.

Sementara itu, portal berita us.tomonews.com mengulas kejadian tersebut pada 11 Agustus 2016. Atlet angkat besi Armenia yang mengalami dislokasi siku itu bernama Andranik Karapetyan. Saat itu dia mencoba mengangkat beban seberat 195 kilogram di pertandingan angkat besi grup A 77 kilogram putra Olimpiade Rio. Anda dapat membacanya di bit.do/DislokasiSiku.

Rekaman mengerikan tersebut sebenarnya pernah viral pada 2016. Anehnya, masih banyak yang tertipu saat rekaman yang sama diviralkan pada 2021 dengan keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di Olimpiade Tokyo.

Baca Juga: Polisi Usut Calo Donor Plasma Konvalesen di Surabaya

FAKTA

Atlet yang mengalami patah tulang siku kiri itu bernama Andranik Karapetyan. Saat itu dia sedang mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.


Awas Tertipu Video Olimpiade Lawas, Kejadian 2016 Disebut Baru Terjadi

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id


Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan kemarin (2/8). Pasar saham nasional merespons positif perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Meski begitu, penularan Covid-19 varian Delta dan Delta Plus menjadi perhatian investor.

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee memperkirakan, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Menjelang akhir pekan, IHSG berpeluang melemah. ”Dengan support di level 6.050–5.947 dan resistance di level 6.166–6.200,” katanya kepada Jawa Pos.

Menurut dia, IHSG menguat karena pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden menghadapi banyak tantangan dan hambatan dalam menangani pandemi Covid-19 varian Delta. Mulai penolakan protokol kesehatan (prokes), vaksinasi yang bersifat politis, hingga merebaknya hoax.

Selain itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II 2021 mencapai 6,5 persen YoY menjadi USD 19,4 triliun. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi para ekonom sebelumnya yang memprediksi pertumbuhan 8,4 persen.

”Itu menunjukkan pemulihan ekonomi AS pada 2021 mungkin tidak secepat yang diharapkan meski stimulus Presiden Joe Biden sudah berjalan. Ini faktor positif bagi pasar keuangan karena akan menahan bank sentral AS, The Federal Reserve System (The Fed), mengubah kebijakan moneternya (tapering off),” terang Hans.

Hans mengungkapkan, sentimen juga datang dari laporan World Economic Outlook edisi Juni 2021. International Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,9 persen tahun ini. Untuk 2022, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,9 persen. Proyeksi IMF itu lebih rendah 40 basis points (bps) daripada edisi April 2021. Koreksi tersebut dipicu naiknya kasus Covid-19 dan masih lambatnya laju vaksinasi. Mengingat luasnya teritorial Indonesia, distribusi vaksin tidak semudah negara-negara lainnya.

”Saham emiten telekomunikasi bakal menguat. Sebab, kebiasaan masyarakat yang menggunakan platform digital untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi,” ujarnya. (han/c14/dio)

PENUTUPAN IHSG SEBULAN TERAKHIR

26 Juli: 6.106,39

27 Juli: 6.081,56

28 Juli: 6.085,64

29 Juli: 6.130,20

30 Juli: 6.084,42

2 Agustus: 6.096,54

Sumber: Bursa Efek Indonesia


Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Legislator Nasdem: PPKM Adalah Taktik Perang Lawan Covid-19


JawaPos.com – Ketua Koordinasi Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai Nasdem, Suyoto tak mempermasalahkan keputusan pemerintah yang melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus 2021.

“Karena PPKM merupakan salah satu dari taktik perang melawan virus Corona yang tengah melanda Indonesia,” ujar Suyoto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/8).

Namun, mantan Bupati Bojonegoro itu memberikan catatan. PPKM harus tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sebab, PPKM tanpa disiplin 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Kemudian 3T yakni tracing, testing, treatment, serta juga percepatan vaksinasi.

“PPKM Level 4 harus disertai ketiganya, secara simultan di semua level pemerintahan,” terangnya.

Suyoto yakin masyarakat dan para pengusaha akan mendukung kebijakan tersebut. Asalkan, ada komunikasi yang jelas, terbuka dan empatik.

Ditegaskan Suyoto, tanpa dukungan semua pihak, perang melawan Covid-19 tidak akan selesai dalam waktu cepat. Dan ongkos ekonomi dan sosial dari PPKM akan tidak banyak bermakna jika taktik lainnya tidak simultan dilakukan.

“Jadi, kalau ada yang menggerutu dengan PPKM bisa jadi bukan karena tidak setuju, melainkan keberatan karena harus mengeluarkan ongkos tanpa adanya sebuah kepastian usaha yang diyakini,” jelasnya.

Dia melanjutkan, bagi seorang pengusaha rugi itu biasa, tapi ketidakjelasan gambaran adalah petaka. Riak-riak kegelisahan sosial akhir-akhir ini perlu dibaca sebagai harapan untuk mendapatkan sinar terang.

“Mari membangun cahaya terang di ujung lorong ini,” ajaknya.

Lebih jauh, Suyoto membeberkan, melawan korona ibarat sebuah perang yang musuhnya tidak kasat mata. Di mana senjata utama musuh adalah tubuh manusia. Selama masih ada virus dalam tubuh yang menular ke pihak lain, sementara kekebalan tubuh seluruh rakyat belum terbentuk, maka perang ini masih akan terus berlanjut.

“Ini perang yang kompleks dan rumit, musuhnya bisa diri kita sendiri. Karena itu diperlukan strategi yang sistematis, melibatkan setiap orang, terstruktur dan dengan senjata yang lengkap sebut saja perang melawan semesta,” paparnya.

Menurut dia, perang semesta ini secara sederhana dapat dirumuskan. Pertama, pastikan setiap orang siap terlibat dan skenario. Minimal pada peran pribadinya. Target personal, setiap tubuh memiliki kekebalan atau sanggup mengalahkan virus korona.

“Inilah sebabnya maka vaksinasi harus dilakukan. Peningkatan imunitas tubuh dijaga dan ditingkatkan. Setiap pribadi harus maksimal menguatkan dirinya agar menang meski tanpa diketahui dirinya terserang korona. Vaksiinasi harus jelas berapa target, kapan dan bagaimana mencapainya dari sisi pemerintah. Publik perlu paham, agar juga menambah harapan,” paparnya.

Kedua, lanjut dia, pastikan virus tidak berkembang biak. Ini artinya siapa yang membawa atau berpotensi membawa korona harus diketahui. Yang terjangkit virus dibantu agar dapat memenangkan perang dalam dirinya, dan dipastikan tidak menyeret pihak lain dimakan korona.

“Itulah sebabnya testing, tracking dan treatment harus berjalan serempak, optimal, terstruktur dan masif. Semua orang selalu siaga dengan 3M,” ungkapnya.

Ketiga, urai Suyoto, pastikan senjata dan pasukan siap. Upaya sistematis dan serempak ini tidak mungkin dilakukan satu atau dua hari. Diperlukan senjata memadai, pasukan lengkap dan komando yang jelas. Berapa waktu yang diperlukan tergantung senjata, kesigapan pasukan lapangan dan para komandannya dalam implementasi.

“Sebagai gambaran, jika basis perang ini kota dengan 500.000 jiwa penduduk, maka perlu dihitung dengan cermat berapa alat tes yang diperlukan, berapa ruang isolasi mandiri dan non mandiri yang diperlukan, berapa dukungan obat dan logistik lainnya dan bagaimana memastikan supply chain lancar,” terangnya.

Terakhir, jika semua persiapan komplit, pengurangan pertemuan manusia dan mobilitas terbatasnya dapat dilakukan untuk memberi ruang waktu menemukan dimana saja korona berada, mengisolasi dan melakukan tindakan.

“Di sinilah diperlukan senjata lain yaitu bantuan sosial agar selama tidak dapat kerja masih bisa hidup. Kepada  para pengusaha diberikan kompensasi mulai dari keringan, penundaan hingga pembebasan bebannya,” pungkasnya.


Legislator Nasdem: PPKM Adalah Taktik Perang Lawan Covid-19

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

IJTI Wajib Menjadi Penjaga Garda Terdepan Kemerdekaan Pers


JawaPos.com – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Yadi Hendriana melantik IJTI Pengurus Daerah (Pengda) Jakarta Raya periode 2021 – 2024 secara daring, (2/80) Wadah pewarta televisi di Ibu Kota ini di ketuai oleh Febby Budi Prasetyo dari MNC TV.

Dalam sambutannya, Yadi mengatakan IJTI Pengda Jakarta Raya harus berdiri di garda terdepan untuk menjaga kemerdekaan pers, menjaga profesi jurnalis, dan menjaga kepentingan jurnalis yang merupakan anggota IJTI.

“IJTI lahir untuk menjaga kemerdekan pers bersama-sama dengan organisasi lainya. Kita juga berupaya untuk selalu berperan dalam melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait sehingga ketentuan-ketentuan yang berpotensi menjadi ancaman pada kemerdekaan pers,” ujar Yadi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (3/8).

Karena itu, Yadi meminta IJTI Pengda Jakarta Raya agar turut menjaga marwah kebebasan pers, sekaligus berkomitmen kepada anggota dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan jurnalis.

“Harus memiliki komitmen yang jelas dan memiliki integritas dan IJTI sebagai konstituen Dewan Pers ikut menjaga kode etik sebagai dasar berorgansiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yadi mengingatkan jangan sampai IJTI berubah fungsi sebagai organisasi yang hanya membawa kepentingan pribadi masing-masing. “Ingat organisasi ini harus berfungsi sebagai kepanjangan tangan anggotanya dan kepanjangan tangan dalam mewujudkan cita-cita pers Indonesia,” ujarnya.

Yadi juga berharap, IJTI harus bisa melahirkan jurnalis televisi yang multitasking, berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen pada profesinya.

“Untuk itu, IJTI Pengda Jakarta Raya agar bisa sering menggelar pelatihan dan uji kompetensi bagi anggota organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Jakarta Raya, Febby Budi Prasetyo yang biasa dipanggil Azonk mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan jurnalis televisi di Jakarta.

“Pelatihan dan pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis sudah masuk dalam program kerja IJTI Pengda Jakarta. Awal Agustus ini kami sudah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ujar Azonk.

Berikut ini Kepengurusan IJTI Jakarta Raya 2 Agustus Periode 2021 – 2 Agustus 2024:

Ketua: Febby Budi Prasetyo (Azonk)
Wakil Ketua: Jajang Dirajanagara (MNC TV)

Sekretaris: Kennorton Hutasoit
Wakil Sekretaris: Vera Bahasuan (Metro TV)

Bendahara: Denny Batubara (BeritaSatu TV)
Wakil Bendahara: Marvin Sulistio (Metro TV)

Ketua Bidang Advokasi: Adjat Wiratma ( GTV)
Waket Bid. Advokasi: Prisca (GTV)

Ketua Bidang Organisasi: Fauzi Djamal (MetroTV)
Waket Bid. Organisasi: Salman alhasky (Inews)

Ketua Bidang Konvergensi Media dan New Media: Zacky Husein (RTV)
Waket Bid. Konvergensi Media dan New Media: Ferdi Setiawan (Metro TV)

Ketua Bidang Kesejahteraan: Bobby Tobing (BeritaSatu TV)
Waket 1 Bidang Kesejahteraan: Muhazir (JakTV)
Waket 2 Bidang Kesejahteran: Rizki Muhammad (Metro TV)

Ketua Bidang Hubal: Abdul Haris (Indosiar/SCTV)
Waket Bidang Hubal: Tongam Marganda Munthe (BeritaSatu TV)

Ketua Bidang Litbang dan Kompetensi: Taufan Haryadi (TVOne)
Waket Bidang Litbang dan Kompetensi: Olena Wibisana (RCTI)


IJTI Wajib Menjadi Penjaga Garda Terdepan Kemerdekaan Pers

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Sambut Kehadiran RDI, Sandiaga: Ini Bisa Menjadi Etalase Bangsa


JawaPos.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik keberadaan Rumah Digital Indonesia (RDI) yang telah resmi diluncurkan pemerintah dalam rangka merayakan HUT ke-76 RI.

Sandiaga mengatakan, RDI bisa menjadi wadah untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata di daerah-daerah di Indonesia.

“RDI ini juga sekaligus sebagai suatu etalase, kita bisa tampilkan sisi-sisi terbaik dari budaya, ekonomi, sisi terbaik kemanusiaannya,” kata Sandiaga dalam talkshow Bincang Bangsa bertajuk “Membuka Pintu Inklusivitas lewat Kolaborasi”.

Sandiaga mengatakan Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Parekraf fokus pada lima destinasi superprioritas, yakni Danau Toba, Sumatera Utara; Candi Borobudur, Jawa Tengah; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara.

Selain lima destinasi wisata tersebut, kata Sandiaga, Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata yang layak diperkenalkan. Oleh karena itu, Rumah Digital Indonesia hadir menjadi media yang mempromosikan tempat-tempat pariwisata menarik di 34 daerah di Indonesia.

Adapun berbagai tempat wisata menarik lainnya bisa dijelajahi di Ruang Petualangan Nusantara & Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia.

“Kita punya ribuan desa wisata yang sangat berpotensi dengan 17 subsektor ekonomi kreatif kita, yang sekarang justru bertumbuh di tengah pandemi dan tantangan ekonomi,” kata Sandiaga.


Sambut Kehadiran RDI, Sandiaga: Ini Bisa Menjadi Etalase Bangsa

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Hanya 55 Ribu Pendaftar CPNS dan PPPK Jatim yang Memenuhi Syarat


JawaPos.com–Dari 62.430 pendaftar CPNS maupun PPPK Jatim, hanya 55.686 yang memenuhi syarat. Hal itu diketahui setelah berakhirnya masa pendaftaran.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim sudah melakukan verifikasi administrasi. Sebanyak 6.744 pelamar masuk kategori TMS alias tidak memenuhi syarat.

Angka 62.430 merupakan total pelamar. Jumlah itu terbagi untuk kategori pelamar CPNS dan PPPK. Rinciannya, pelamar CPNS mencapai 33.208 pelamar. Yang memenuhi syarat hanya 27.493 pelamar. Sisanya, yakni 5.715 masuk kategori TMS. Mereka yang lolos akan memperebutkan 1.408 formasi.

Pelamar PPPK juga terbagi. Pelamar PPPK non guru mencapai 2.034 orang. Yang memenuhi syarat hanya 1.024 orang. Mereka akan memperebutkan 868 formasi. Lalu PPPK guru, diikuti 27.188 pelamar. Dari jumlah tersebut yang TMS hanya 19 orang. Sisanya, yakni 27.169 orang dinyatakan lolos atau memenuhi syarat.

Kepala BKD Jawa Timur Indah Wahyuni mengatakan, hasil seleksi administrasi diumumkan kemarin (2/8). Pelamar bisa melihat pada laman milik BKN.

Mereka yang namanya muncul, diminta menyiapkan diri. ”Tahap selanjutnya adalah seleksi kompetensi dasar (SKD),” terang Indah Wahyuni.

Indah Wahyuni mengatakan, belum mengetahui pelaksanaan SKD tersebut. Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memberi pengumuman lanjutan.

Sambil menunggu, kepala BKD Jatim mempersilakan pelamar melakukan simulasi CAT. ”Simulasinya berada di laman cat.bkn.go.id,’’ tutur Indah Wahyuni.

Pada awal pengumuman CPNS dan PPPK, ada ketentuan baru terkait SKD. Dulu, pelamar harus menjalani SKD di tempat yang dipilih. Misalnya, warga Kalimantan melamar di Jawa Timur, SKD harus di Jawa Timur. Kali ini, pelaksanaan SKD bisa di lokasi atau domisili pelamar. Warga di luar Jawa Timur menjalani SKD di daerahnya.

Selain itu, jumlah peserta tes juga dibagi beberapa sesi. Kebijakan itu untuk mengantisipasi kerumunan. BKD Jawa Timur juga belum memastikan rencana lokasi SKD. Bila merunut CPNS 2019, SKD dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya.

Indah Wahyuni menambahkan, pelamar yang tidak puas dan predikat TMS bisa melakukan sanggahan ke BKD Jawa Timur. ”Masa sanggahan dibukan hingga Jumat (6/8). Jawaban atas sanggahan akan diumumkan paling lambat 13 Agustus,” ucap Indah Wahyuni.

 

Berikut data lowongan CPNS dan PPPK

– Total lowongan

CPNS                     : 1.408 lowongan

PPPK non guru       : 868 lowongan

PPPK guru              : 11.220 lowongan

 

– Pelamar

CPNS                     : 33.208 pelamar

PPPK non guru       : 2.034 pelamar

PPPK guru              : 27.188 pelamar

 

– Lolos verifikasi

CPNS                     : 27.493 pelamar

PPPK non guru       : 1.024 pelamar

PPPK guru              : 27.169 pelamar


Hanya 55 Ribu Pendaftar CPNS dan PPPK Jatim yang Memenuhi Syarat

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Jatuh Tempo, Bilyet Giro Bantuan Rp 2 T dari Keluarga Akidi Tio Kosong


JawaPos.com – Belum ada pencairan bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Sebab, bilyet giro (BG) dari mendiang Akidi Tio dan keluarga yang jatuh tempo kemarin (2/8) ternyata kosong.

Kepastian tersebut didapat setelah tim Polda Sumsel membawa Heryanti ke kantor Bank Mandiri Region II/Sumatera 2 kemarin. Anak bungsu Akidi Tio itu pun dibawa ke Mapolda Sumsel sekitar pukul 13.00.

Namun, Heryanti bukan sebagai tersangka, melainkan untuk dimintai keterangan. Begitu pula Prof Hardi Darmawan yang bertindak sebagai perantara keluarga.

Heryanti yang mengenakan baju batik biru motif bunga list putih dan celana panjang hitam digiring ke lantai 2 Gedung Widodo Budidarmo menuju ruang Direskrimum Kombespol Hisar Siallagan. Wadireskrimum AKBP Tulus Sinaga sudah menunggu.

Pada Senin pekan lalu (26/7), penyerahan simbolis bantuan itu berlangsung di Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S. Penyerahan tersebut disaksikan pula oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, dan sejumlah pihak lain. Dari pihak keluarga, ada Heryanti dan Hardi sebagai perantara.

Pada pukul 16.15, Kabidhumas Polda Sumsel Kombespol Supriadi memberikan keterangan resmi terkait dengan polemik bantuan Rp 2 triliun tersebut. ”H (Heryanti) dan (perantara keluarga Akidi Tio) Prof Hardi masih diperiksa untuk klarifikasinya,” ujar Supriadi.

Bantuan yang dijanjikan itu ternyata berbentuk BG yang jatuh tempo pada 2 Agustus kemarin. ”Makanya, siang ini (kemarin siang) Heryanti kami jemput, bukan ditangkap ya. Sebab, sampai jam 2 siang (14.00 WIB), (uang) belum masuk,” jelas Supriadi.

Heryanti dimintai keterangannya mengenai uang Rp 2 triliun tersebut. ”Hingga saat ini, belum ada kesimpulan. Masih diperiksa,” lanjutnya.

Baca juga: Bantuan Rp 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio Mestinya Cair Hari Ini

Supriadi belum bisa memastikan uang Rp 2 T itu ada atau tidak. Termasuk apakah berada di Indonesia atau Singapura. ”Kami belum tahu nanti ada unsur pidananya atau tidak,” katanya.

Motifnya? Memanfaatkan Kapolda untuk pencairan uang Rp 16 triliun milik Akidi Tio di Singapura? ”Kalau kita lihat motifnya bagus, ingin memberikan bantuan Covid-19 untuk masyarakat Sumsel. Kita juga tidak bisa men-judge dia bukan orang baik,” katanya.

Namun, mungkin, lanjut Supriadi, ada kendala dalam prosesnya. ”Karena itu BG, menunggu uang masuk. Kalau cek, jelas. Katanya, uang itu berasal dari rekening pribadi, bukan perusahaan,” ungkapnya.

Direskrimum Polda Sumsel Kombespol Hisar Siallagan menuturkan, terkait dengan rencana pemberian bantuan Rp 2 triliun tersebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan. ”Kami baru lakukan pendalaman. Akan terus sampai melihat gambaran ini jelas tentang motif maupun dananya dan lainnya,” katanya.


Jatuh Tempo, Bilyet Giro Bantuan Rp 2 T dari Keluarga Akidi Tio Kosong

Diberdayakan oleh Blogger.