Tampilkan postingan dengan label Bisnis Rumahan. Tampilkan semua postingan

Warung/toko online dan offline yang Anda jalankan pasti sangat tergantung pada pelanggan (pembeli). Tanpa pelanggan, tidak ada penjualan, dan tanpa penjualan, usaha anda pasti akan gulung tikar. Tapi bagaimana cara menarik pelanggan agar mau belanja ke toko Anda?

1. Kombinasikan antara toko offline dan online

Kombinasi antara toko offline dan online merupakan strategi pemasaran yang tepat untuk peritel. Untuk toko online, penjual harus memaksimalkan semua platform digital mulai dari aplikasi toko online seperti Bukalapak, media sosial, hingga website.

2. Beli secara online, pengambilan di toko

Meskipun e-commerce di era modern ini terus tumbuh dan semakin besar, namun menurut entrepreneur.com, penjualan offline masih 10 kali lebih besar dibandingkan dengan penjualan online. Karena itu, membuka warung tetap bisa menjadi pilihan usaha untuk digeluti. Kabar baiknya, warung sederhana sekalipun bisa menawarkan pembelian barang secara online di Bukalapak dan barangnya diambil sendiri ke lokasi pelapak.

Baca juga : Tips Mengatur Modal Usaha Agar Tidak Bangkrut

3. Gencar berpromosi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan toko offline maupun online. Mulai dari memanfaatkan media sosial seperti Facebook,Twitter, atau Instagram hingga menggunakan aplikasi Chatting seperti WhatsApp.

Agar calon konsumen lebih mudah membaca promo yang Anda tawarkan melalui sosial media ataupun status whatsapp, cobalah untuk memanfaatkan fitur Sebar Poster dari Mitra Bukalapak. Dengan menggunakan poster, calon konsumen akan lebih mudah menerima informasi, desainnya menarik sehingga mudah dibaca dan diingat, serta bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan branding toko Anda.

Baca juga : 7 Ide Usaha Rumahan Yang Bisa Kamu Coba

4. Cocokan harga offline dengan online

Konsumen modern semakin cerdas. Mereka seringkali membandingkan harga di toko online dengan offline sebelum memutuskan untuk membeli. Jika harga yang ditawarkan oleh toko konvensional tidak jauh berbeda dengan toko online, konsumen tidak keberatan dan kadang justru lebih suka berbelanja secara offline. Karena itulah, setiap pemilik toko perlu mencocokkan harga offline dengan online agar tidak ada diferensiasi harga yang terlalu mencolok.

5. Tingkatkan daya tarik toko

Menarik pelanggan agar mau berbelanja di toko juga bisa dilakukan dengan meningkatkan daya tarik toko itu sendiri. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tarik toko diantaranya adalah:

  1. Menawarkan produk dengan harga terjangkau
  2. Menyediakan barang dagangan yang lengkap
  3. Memajang barang-barang yang sering dibutuhkan di bagian depan agar mudah terlihat dari jalan
  4. Memasang poster promo yang mudah dibaca dan menarik. Seperti yang disampaikan di atas, desain poster bisa dibuat dengan memanfaatkan fitur gambar poster pada aplikasi Mitra Bukalapak

Baca juga : Cara Buka Usaha Warung Dengan Modal Kecil

7. Lengkapi barang dagangan

Menambah list daftar barang dagangan adalah cara lain untuk menarik konsumen agar mau berbelanja di toko anda. Karena semakin lengkap barang yang dijual di toko, maka akan semakin besar peluang menggaet pelanggan baru mempertahankan pelanggan lama.

8. Buka lebih awal dan tutup lebih akhir

Untuk toko offline, buka lebih awal di pagi hari dan tutup lebih akhir di malam hari adalah strategi yang efektif untuk menarik pembeli. Pasalnya, tidak sedikit orang yang membutuhkan sesuatu dan ingin berbelanja di pagi hari belum berangkat kerja atau di malam hari sebelum beristirahat.

Baca juga : Cari Ide Untuk Usaha Sampingan? Coba Jualan Produk Virtual Yuk!

9. Daftarkan toko Anda di Google Maps

Ada tiga keuntungan utama mendaftarkan toko di Google Maps. Pertama, calon pembeli bisa mengetahui bahwa ada toko (Anda) yang menjual barang yang mereka butuhkan. Kedua, kredibilitas toko akan meningkat. Dan yang ketiga, konsumen bisa dengan mudah menemukan toko dengan bantuan navigasi yang telah tersedia di Google Maps. Selain mendaftar di Google Maps, jangan lupa juga mendaftarkan toko di Google Bisnisku agar lebih mudah menarik pelanggan.

10. Jual virtual produk

Di era digital seperti saat ini, produk virtual semakin banyak dibutuhkan. Beberapa contoh produk virtual yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat diantaranya adalah, pulsa seluler, paket data, token listrik, voucher game, hingga voucher streaming. Kabar baiknya, produk virtual bisa dengan mudah dijual karena telah tersedia aplikasi seperti Mitra Bukalapak, yang akan memudahkan pedagang melakukan transaksi jual-beli produk virtual.

Tips Membuka Toko Kelontong dan Barang Apa Saja yang Laku Dijual

Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang ini, banyak orang yang mulai mencari penghasilan tambahan. Selain tentunya untuk menambah penghasilan, langkah ini diambil sebagai preventif jika sewaktu-waktu terkena PHK oleh kantornya. Tak heran jika sekarang ini banyak orang yang mulai berjualan makanan, minuman atau sekadar menjadi reseller di marketplace.

Saat semua berjualan di platform online, sebenarnya masih ada usaha offline yang menarik untuk dilakukan karena profitnya cukup menjanjikan. Usaha tersebut adalah membuka toko kelontong. Ingat, masih ada orang yang lebih suka belanja secara offline daripada online karena beberapa alasan.

Nah, jika kamu tertarik untuk membuka toko kelontong secara kecil-kecilan, tapi menguntungkan, simak terus tulisan ini sampai akhir ya.
Tips Sukses Usaha Toko Kelontong

Membuka toko kelontong sebenarnya tidak perlu membutuhkan modal yang besar. Kamu bisa memulai dengan modal yang kecil dengan perhitungan yang tepat. Nah, agar toko kelontong kamu bisa cuan, simak tipsnya berikut ini.

Baca juga: Tips Menarik Pembeli ke Toko Anda

1. Riset kebutuhan pasar

Hal pertama yang harus dilakukan adalah riset kebutuhan pasar. Daripada sekadar nongkrong-nongkrong gosipin tetangga lebih baik kamu coba kulik apa saja sih barang-barang yang dibutuhkan oleh tetangga kamu sehari-harinya.

Biasanya barang yang muncul adalah barang-barang yang sifatnya cepat habis dan dibutuhkan secara terus menerus (fast moving) seperti sabun, shampo, pasta gigi, galon air mineral dan yang lainnya.

Langkah ini juga perlu dilakukan agar barang-barang yang dijual di toko setidaknya sudah punya pasarnya sehingga kamu tidak perlu berspekulasi lagi.

2. Menentukan besaran modal

Setelah mengetahui barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, penentuan modal awal dapat lebih mudah untuk ditentukan. Modal awal ini bisa digunakan untuk membeli barang-barang fast moving tersebut karena proyeksi keuntungan sudah bisa didapatkan.

Keuntungan dari modal awal ini nantinya bisa kamu gunakan untuk mengembangkan toko kelontong untuk menghadirkan variasi barang. Selain pada barang yang dijual, kamu juga perlu menyiapkan modal untuk perlengkapan toko seperti meja, etalase, kursi, kalkulator dan yang lainnya. Jangan lupa juga untuk menganggarkan biaya tak terduga untuk keperluan yang sifatnya mendadak seperti kerusakan pada toko atau iuran-iuran lingkungan.

Baca juga: 5 Cara Berinovasi dalam Usaha Warung Kelontong Pada Era Pandemi

3. Posisi yang strategis

Penentuan letak toko kelontong juga bisa menjadi faktor penting sukses atau tidaknya usaha kamu ini. Untuk menentukan letak toko ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti target pasar, biaya sewa, lokasi kompetitor dan yang lainnya.

Jika memang memungkinkan, tak ada salahnya untuk membuka toko kelontong di area rumah sendiri. Selain menghilangkan biaya sewa, kamu juga bisa lebih mengenal lingkungan dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Ingat di saat pandemi ini, orang lebih suka berbelanja dengan jarak yang lebih dekat daripada harus jauh-jauh dari rumah sendiri.

4. Sediakan gudang

Agar tetap terjamin kualitasnya dan tidak mudah rusak, kamu perlu menyiapkan ruang sebagai gudang penyimpanan barang-barang toko. Selain mencegah kerusakan, gudang juga diperlukan untuk menyimpan stok barang agar selalu tersedia saat dicari oleh pelanggan. Lakukan juga perawatan rutin terhadap gudang setidaknya seminggu sekali untuk membersihkan debu atau hama seperti kutu dan yang lainnya.

5. Mencari distributor barang yang tepat

Keuntungan yang didapatkan dari toko kelontong adalah selisih harga barang saat dibeli dan dijual kembali ke pelanggan. Lakukan riset dan survei tentang daftar distributor grosiran ini, carilah yang menawarkan harga paling murah dan barang-barangnya berkualitas. Pilih juga distributor yang mudah untuk diajak berkomunikasi agar usaha kamu tetap lancar ke depannya. Jika telah menemukan yang tepat, ajukan diri menjadi agen dari distributor tersebut agar bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan lainnya.

Baca juga: Mengenal Manajemen Keuangan Warung Kelontong

6. Berikan promosi dan layanan ekstra terhadap pelanggan

Pelanggan tentunya akan sangat senang saat mendapatkan promosi dan layanan yang ekstra dari kamu. Mulailah dengan promosi harga yang bisa dilakukan dengan harga paket. Misalnya kamu buat sendiri paket keperluan mandi yang harga bisa lebih murah dibandingkan dibeli secara satuan.

Untuk layanan, kamu bisa memberikan layanan pesan antar ke rumah para pelanggan. Biasanya, layanan ini bisa dilakukan untuk barang-barang seperti galon air mineral atau gas elpiji untuk keperluan masak.
Daftar Barang-barang yang Bisa Dijual di Toko Kelontong

Bingung mau jualan apa saja di toko kelontong kamu? Jangan khawatir, kami punya daftarnya di bawah ini.

1. Sembako

Tak heran jika sembilan bahan pokok menjadi barang yang paling dicari oleh orang-orang dan wajib menjadi barang yang kamu jual di toko kelontong. Selain mudah didapatkan, sembako termasuk ke dalam kategori fast moving karena pasti dikonsumsi oleh orang-orang setiap harinya. Barang-barang yang termasuk ke dalam sembako antara lain adalah beras, minyak goreng, gula, telur ayam, daging, dan sayuran.

2. Perlengkapan mandi dan mencuci

Mandi dan mencuci pakaian menjadi hal yang rutin dilakukan oleh orang-orang. Untuk bisa melakukan aktivitas tersebut tentunya diperlukan barang-barang seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, sampai sabun cuci. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sediakan barang-barang tersebut dengan variasi merek yang berbeda karena setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing soal merek ini.

Baca juga: Mengenal 5 Masalah Utama Warung Kelontong dan Cara Mengatasinya

3. Minuman

Minuman di sini bisa berupa produk jadi ataupun minuman cepat saji. Produk jadi antara lain adalah air mineral, minuman berasa, sampai minuman bersoda. Sementara itu, minuman cepat saji adalah kopi sachet, teh seduh, sampai susu kental manis atau bubuk.

Selain kemasan kecil, kamu juga bisa menyediakan galon air mineral agar orang-orang yang membutuhkannya tidak perlu mencari di lokasi yang jauh dari rumahnya. Pastikan juga tanggal kadaluarsa dari minuman kemasan yang dijual, segera sisihkan jika sudah melewati tanggal kadaluarsanya.

4. Makanan ringan

Selain minuman, tentu saja kamu bisa menjual makanan ringan sebagai pelengkap. Target pasar dari makanan ringan ini adalah anak-anak karena mereka doyan ngemil. Kamu bisa sediakan makanan ringan dari yang rasanya asin sampai yang manis. Sama seperti minuman, perhatikan juga tanggal kadaluarsa dari makanan-makanan ini ya.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Pendapatan Warung Kelontong

5. Obat-obatan

Barang lainnya yang bisa kamu sediakan di toko adalah obat-obatan. Obat-obatan di sini tentunya berbeda dengan yang di apotek karena hanya tergolong obat-obatan ringan. Misalnya seperti obat luka, minyak kayu putih, minyak angin, obat batuk, obat sakit kepala, koyo, bedak dan yang lainnya. Pastikan kamu menjual obat-obatan yang memang bisa diperjualbelikan secara bebas ya.

6. Perlengkapan rumah tangga

Well, setiap rumah pastinya harus tersedia selalu perlengkapan seperti sapu ijuk, kain pel, ember, busa cuci dan yang lainnya. Nah, daripada repot-repot menjadi ke minimarket, kamu bisa menyediakannya di toko kelontong.

Namun, barang-barang seperti ini rata-rata berukuran yang tidak kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyesuaikan penyediaan barangnya dengan ruang yang kamu miliki di toko ya.

7. Bahan-bahan memasak

Hal yang paling dibenci saat memasak adalah kehabisan bahan-bahan seperti kecap, penyedap rasa, atau bumbu-bumbu lainnya. Sayangnya, bahan-bahan ini seringkali habis tanpa disadari. Nah, untuk mengantisipasi hal-hal ini kamu bisa sediakan bumbu dapur seperti kecap, penyedap rasa, bumbu instan dan yang lainnya di toko kamu.

Baca juga: Tips Menata Toko Kelontong Agar Lebih Menarik Pembeli

8. Gas elpiji

Selain bahan-bahan memasak, perlengkapan dapur lainnya yang tidak ada semacam notifikasi kalau sudah mau habis adalah gas elpiji. Padahal perlengkapan ini sangat vital untuk memasak dan bobotnya cukup berat untuk dibeli langsung ke mini market yang jaraknya jauh. Nah, kamu bisa menyediakan layanan gas elpiji ini sekaligus menyediakan layanan pengantaran agar memudahkan pelanggan dalam membelinya.

9. Perlengkapan tulis menulis

Perlengkapan tulis menulis seperti pensil, pulpen, kertas dan yang lainnya juga bisa kamu sediakan di toko. Barang-barang seperti ini tak hanya dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang sekolah saja, tapi bisa saja dibutuhkan mereka yang sudah dewasa untuk urusan pekerjaan mereka. Selain itu, kamu juga bisa menyediakan materai untuk langkah selanjutnya.

10. Barang-barang yang lainnya

Jika sudah memiliki barang-barang tersebut, kamu bisa menyediakan barang lainnya berdasarkan peluang yang ada. Misalnya, di sekitar toko kamu tidak tersedia mini market, sedangkan permintaan akan top up digital cukup tinggi, kamu bisa menyediakan layanan ini di toko kamu.

Hal yang perlu kamu ingat adalah, kebutuhan orang-orang pasti akan selalu ada dan berkembang. Kamu hanya perlu jeli melihat peluang ini dan terus melakukan survei barang-barang apa saja yang diperlukan oleh mereka.

Ini Bosku! Apa Itu Toko Kelontong? Inilah Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Bagi generasi 90-an, pastinya kamu tidak asing lagi dengan toko kelontong, bukan? Atau dulu, mungkin kamu sering disuruh berbelanja di sana oleh orang tuamu. Meski hal ini umum dirasakan oleh anak di generasi tersebut, namun tidak dengan kamu yang lahir di era tahun 2000-an, atau yang disebut dengan Generasi Z.

Sebenarnya, hal tersebut wajar-wajar saja. Sebab, di era saat ini, kehadiran minimarket memang membuat eksistensi toko kelontong menurun. Tapi, bukan berarti keberadaannya hilang begitu saja. Justru, beberapa kalangan seperti ibu-ibu masih setia dan lebih suka berbelanja ke di sana karena dianggap lebih murah dan lengkap.

Nah, untuk kamu yang belum tahu apa itu toko kelontong, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Toko Kelontong?

Toko kelontong atau warung banyak ditemukan di Indonesia
Toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Selain itu, jenisnya pun beragam dan lebih lengkap. Produk yang dijual biasanya peralatan dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, bumbu dapur, peralatan mandi, sabun mencuci pakaian, pembersih rumah, dan lain sebagainya.

Toko kelontong termasuk ke dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pernah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia saat krisis 1989. Bisa dibilang, kala itu UMKM menjadi penyelamat krisis. Bahkan, menjadi salah satu UMKM yang berkembang pesat.

Dari masa ke masa, peminat toko kelontong tetap bertahan dan setia berbelanja di sana. Bukan hanya soal harga, faktor kenyamanan juga menjadi salah satu alasan lainnya. Biasanya, pembeli bisa saling berinteraksi dan mengobrol dengan pemilik toko.

Bahkan, jika sudah kenal dekat, tidak jarang pemilik toko memberikan harga spesial dan memberi tempo waktu pembayaran. Saat hari raya tiba, pemilik toko juga kerap memberi THR berupa sirup atau biskuit kepada pelanggannya. Pengalaman ini tentu tidak bisa didapatkan jika berbelanja di minimarket atau toko swalayan modern.

Baca Juga: Tips Membuka Toko Kelontong dan Barang Apa Saja yang Laku Dijual.

Arti Kata Kelontong

Dilansir dari KBBI, kata kelontong memiliki dua arti, yaitu alat kelentingan atau alat yang biasa dibunyikan oleh penjual atau pedagang tempo dulu. Alat ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian para pembeli.

Sedangkan arti kedua, kata kelontong diambil dari barang-barang keperluan sehari-hari, seperti alat mandi, cangkir, mangkuk, dan yang lainnya.

Pedagang kelontong sendiri diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 lalu. Mereka menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, kebutuhan pokok seperti beras, hingga bumbu dapur. Saat itu, kebutuhan-kebutuhan ini kebanyakan memang dijual oleh para pedagang Tionghoa.

Awalnya, mereka tidak memiliki toko. Mereka justru menjual dagangannya dengan berkeliling membawa kelontongan. Lambat laun, akhirnya banyak yang memilih untuk membuka tempat usaha sendiri secara permanen, seperti mendirikan toko atau ruko.

Toko kelontong biasanya berada di lingkungan perumahan atau pemukiman penduduk. Hal inilah yang menjadi pilihan utama masyarakat sekitar karena dianggap lebih dekat dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Dari jenisnya sendiri, toko kelontong terbagi menjadi dua, yaitu toko kelontong eceran dan agen grosir.
Perbedaan Toko Kelontong Eceran dan Grosir
Ini perbedaan toko kelontong dan grosir
Dari produk-produk yang dijual, keduanya memiliki jenis produk yang tidak jauh berbeda. Kebanyakan memang adalah sembako dan kebutuhan rumah tangga. Perbedaan pertama dari keduanya adalah jenis pembeli dari masing-masing toko.

Untuk toko kelontong eceran, pembelinya adalah konsumen atau pengguna langsung. Biasanya, pembeli ini adalah kalangan rumah tangga.

Sedangkan untuk toko kelontong grosir, pembelinya adalah pemilik toko-toko kecil. Toko-toko kecil ini akan membeli secara grosir kemudian menjualnya kembali ke konsumen dengan cara diecer. Nah, toko inilah yang disebut dengan toko kelontong eceran.

Suplai barang yang diterima oleh toko kelontong grosir biasanya datang langsung dari distributor atau produsen produk itu sendiri. Biasanya, mereka juga akan membeli dalam jumlah besar. Maka tak heran, modal untuk membuka toko kelontong grosir pun jauh lebih besar.

Toko kelontong eceran biasanya mengambil keuntungan antara 10-30 persen. Sedangkan, toko kelontong grosir mengambil keuntungan lebih kecil, bahkan tidak lebih dari 10 persen. Jenis toko ini memang lebih mengutamakan kuantitas barang yang terjual, sehingga meski keuntungannya kecil, namun bisa tertutupi oleh besarnya perputaran produk yang terjual.

Baca Juga: Mengenal Manajemen Keuangan Warung Kelontong.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu toko kelontong. Meski kamu sudah tahu atau pernah berbelanja di toko kelontong, namun banyak juga yang belum tahu arti dan dari mana kata kelontong itu muncul.

Untuk kamu yang dulu sering berbelanja di toko ini, mungkin bisa sesekali kembali berbelanja di sana. Pastinya bisa membuat kamu bernostalgia kembali. Bahkan, bisa juga lho menjadi inspirasi ide bisnis. Siapa tahu kamu tertarik ingin membuka usaha toko kelontong sendiri.
 

IMAGE_TITLE IMAGE_TITLE IMAGE_TITLE IMAGE_TITLE IMAGE_TITLE IMAGE_TITLE

KOMPAS.com – Cara menghasilkan uang atau bekerja saat ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tidak melulu harus kerja kantoran.
Memanfaatkan internet, seseorang dapat menghasilkan uang dengan cara online untuk menambah pemasukan.
Karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, sejumlah pekerjaan yang dilakukan via online ini bisa lebih fleksibel, termasuk melakukannya dari rumah.

Baca juga: Mengenal Gig Economy, Pola Kerja di Rumah Saja yang Menghasilkan Uang

Apa saja yang dapat dilakukan untuk menambah penghasilan bermodalkan internet? Ini daftarnya:

1. Freelance

Freelance menjadi yang paling populer untuk menghasilkan uang secara online.
Beberapa situs seperti outfiverr.com, upwork.com, freelancer.com, dan worknhire.com bisa dikunjungi untuk mendapatkan pekerjaan freelance.
Pendapatan yang bisa diperoleh dari setiap pekerjaan freelance antara 5-100 Dollar AS (Rp 1,4 juta).
Pertama-tama buatlah akun di situs tersebut, membaca dengan teliti, dan melamar tugas yang cocok untuk Anda.
Beberapa situs bahkan mungkin mengharapkan Anda untuk membuat curriculum vittae yang menarik, sehingga pelanggan yang tertarik dapat menghubungi Anda secara langsung untuk menawarkan pekerjaan.

2. Menjadi Youtuber

Dikutip dari Forbes, dalam beberapa tahun terakhir, fenomena menjadikan YouTube sebagai sumber pendapatan banyak dilakukan oleh sejumlah kreator konten.
Para pengunggah video bekerja dengan cara membuat video semenarik mungkin, kemudian memonetisasi video mereka dengan memasang iklan.
Pastikan saat mengunggah video menyertakan pula kata kunci untuk penulisan judul, deskripsi, dan tag video yang sesuai.
Seorang youtuber dapat menghasilkan 100.000 Dollar AS (Rp 1,4 miliar) dalam satu bulan di YouTube

Baca juga: 10 Sumber Pendapatan YouTuber, dari Iklan, Stiker, hingga Shorts

3. Copywriter

Salah satu pekerjaan ideal untuk menghasilkan uang dari rumah cukup bermodal internet adalah menjadi copywriting.
Tugas seorang copywriter adalah membuat konten tulisan untuk keperluan promosi dan komersial berdasarkan kontrak atau proyek.
Ketika menjadi copywriter seseorang bisa menetapkan tarif tulisannya sendiri, membuat jadwal pekerjaannya sendiri namun tetap bertanggung jawab dengan pekerjannya.

Baca juga: Copywriter Meninggal, Perusahaan Periklanan Diminta Lebih Manusiawi

4. Menjual barang di e-commerce

Manfaat internet lainnya adalah kita dapat melakukan transaksi jual beli via online.
Terdapat beberapa situs e-commerce yang bisa dimanfaatkan untuk berjualan secara online.
Beberapa situs e-commerce Indonesia yang bisa digunakan di antaranya adalah Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan sebagainya.
Dengan berjualan secara online, maka bisa mengurangi interaksi penjual dan pembeli secara langsung.
Sehingga seseorang yang berprofesi sebagai pedagang, bisa melakukannya cukup dengan jaringan internet.

5. Blogging

Menjadi seorang blogger juga bisa dijadikan cara untuk mencari uang secara online dari rumah.
Seseorang perlu memiliki ketekunan dalam mengelola blognya mulai dari menulis artikel, mempelajari SEO, Google Analitycs dan mengetahui teknik mengelola website.
Untuk mendapatkan uang dari aktivitas blogging salah satunya adalah dengan mendaftar layanan iklan seperti Google Adsense.

Baca juga: Situs Ini Raup Rp 6 Juta Per Hari dari Google Adsense

6. Les online

Salah satu peluang bekerja dari rumah secara online adalah dengan membuka layanan les secara online.
Anda bisa membuka layanan bimbingan belajar online dengan melakukan pengajaran dari mana saja.
Salah satu yang diperlukan untuk membuka layanan les online tentunya adalah memiliki koneksi internet yang tinggi, dan kemampuan mengajar.
Anda bisa membuka les online dengan platform sendiri maupun bisa pula dengan bergabung dengan layanan penghubung antara tutor dan siswa seperti situs Tutor.com.

Baca juga: 7 Hal Produktif yang Bisa Dilakukan saat Sedang Mencari Pekerjaan

7. Menjadi penerjemah

Salah satu profesi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang dari rumah adalah dengan menjadi penerjemah.
Pekerjaan penerjemah, bisa dilakukan dari rumah maupun dari mana saja.
Dikutip dari situs Forbes, untuk menjadi penerjemah, seseorang bisa bergabung dengan situs Welocalize, maupun dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak yang menyediakan layanan terjemahan.

8. Menjual foto secara online

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghasilkan uang dari dalam rumah adalah dengan menjual hasil jepretan secara online.
Cara ini cocok untuk Anda yang memiliki hobi fotografi.
Ada beberapa situs online yang bisa dimanfaatkan untuk menjual foto.
Beberapa situs tersebut di antaranya yakni Shutterstock, Photoshelter, dan Getty Images.
Baca juga: 6 Tanda Kamu Harus Resign dan Mencari Pekerjaan Baru

9. Drop shipper

Drop shipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier, namun tidak menyetok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk.
Bila ada calon pembeli yang memesan, maka drop shipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier, atas nama drop shipper.
Ini adalah metode ritel di mana penjual tidak benar-benar memiliki persediaan fisik.
Sebagai gantinya, ketika pelanggan membuat pesanan, Anda membeli barang dari pihak ketiga, dan mereka mengirimkannya langsung ke pelanggan.
Cara ini bisa dilakukan dengan platform penjualan online yang banyak tersedia di Indonesia.

10. Mengisi survei

Cara lain untuk menghasilkan uang adalah dengan menjelajahi Internet di waktu luang Anda atau mengisi survei online.
Anda dapat mengikuti survei di Qmee dan membagikan pendapat Anda tentang merek tertentu.
Situs survei lainnya yang dapat Anda coba termasuk SurveyBods, Survey Junkie dan Valued Opinions

Tidak perlu basa basi, begini cara dapat penghasilan dari rumah hanya bermodal hp saja.
Sediakan hp yang memiliki spek lumayan, setidaknya ram 3gb rom 60 gb agar kerjanya bisa ringan.

Siapkan aplikasi pendukung buat edit poto, video dan buat tulisan serta aplikasi lain yang bisa untuk jualan.

Ada beberapa pilihan yang bisa anda gunakan.
1. Menggunakan blogger sebagai basis mendapatkan uang lewat tulisan
2. Menggunakan youtube untuk dapat penghasilan lewat video.
3. Gunakan marketplace untuk cari penghasilan lewat jualan produk.

Anda juga bisa mengkombinasikan ketiganya, intinya disini adalah anda produksi konten baik itu tulisan atau poto atau video.

Bagaimana cara menguankan konten tadi?
Sangat mudah, setelah kontenya jadi, silahkan anda daftarkan saja di sini google adsense. Nah gitu saja.

Kunci kesuksesan konten kreator ada disini.
1. Konten menarik.
2. Banyak trafik.
Jadi tugas anda setelah memiliki blog, chanel youtube maka carilah trafik sebanyak mungkin.

Bagi kamu yang tertarik dengan dunia bisnis dan ingin terjun langsung di dalamnya, kamu bisa memulainya dengan mencari apa saja peluang bisnis yang cocok dengan dirimu.

Maksud cocok di sini yaitu sesuai dengan hobi atau hal yang kamu sukai. Selain itu, sesuaikan juga dengan keahlian dan modal yang kamu miliki.

Akan percuma jika kamu memilih bidang bisnis tertentu hanya karena trend atau pendapat orang lain saja. Jika kamu tidak memiliki pemahaman mendalam di bidang tersebut, ke depannya kamu bisa mendapat banyak kendala dan masalah.

Inilah Ide Peluang Bisnis Rumahan yang Bisa Dilakukan Sendiri

peluang bisnis rumahan

Jika ini adalah pengalaman pertama kamu dalam berbisnis, sebaiknya kamu memilih jenis peluang bisnis rumahan terlebih dahulu.

Sebagai referensi, kamu bisa memilih salah satu dari beberapa peluang bisnis berikut ini. Apa sajakah itu? Inilah 10 peluang bisnis rumahan yang bisa dilakukan sendiri.
1. Bisnis kue

Salah satu peluang bisnis rumahan yang bisa kamu lakukan sendiri yaitu bisnis kue. Tidak seperti bisnis katering atau makanan jadi, bisnis kue jauh lebih simple dan mudah. Selain itu, proses pembuatannya juga tidak memakan banyak waktu.

Untuk jenis kuenya sendiri, kamu bisa menyesuaikan dengan permintaan pasar. Umumnya, pengusaha kue rumahan menyediakan dua jenis kue, yaitu kue basah dan kue kering. Kedua jenis kue ini biasanya disajikan untuk acara-acara tertentu, seperti hajatan, pernikahan, pengajian, dan yang lainnya.

Selain kue, kamu juga bisa membuat cake sebagai alternatifnya. Beberapa jenis cake yang banyak diburu saat ini, contohnya seperti korean cake, soft cookies, kue ulang tahun, blackforest, dan masih banyak lagi yang lainnya.
2. Bisnis katering makanan

Peluang bisnis rumahan selanjutnya yaitu katering makanan. Untuk membuka bisnis ini, setidaknya kamu harus memiliki keahlian memasak yang mumpuni. Selain itu, kamu juga harus memiliki peralatan memasak yang mendukung.

Berbeda dengan bisnis makanan lainnya, bisnis katering tidak hanya menjual rasa dan harga, tapi juga ketepatan waktu pengantaran.

Segmen konsumen bisnis katering terbilang cukup luas. Selain perorangan, bisnis katering juga menyasar segmen yang lebih luas, seperti katering acara keluarga, katering kantor, pernikahan, atau acara gathering lainnya.

Jika kamu memiliki keterbatasan modal maupun tenaga, kamu bisa memulainya dengan segmen yang lebih sempit, misalnya seperti katering diet atau katering untuk anak sekolah.
3. Menjadi dropshipper

Apabila kamu memiliki keterbatasan modal usaha, maka kamu bisa memulainya dengan menjadi seorang dropshipper.

Peluang bisnis ini cocok untuk kamu yang terbilang aktif di media sosial dan memiliki banyak pengikut. Kamu bisa memanfaatkan platform tersebut sebagai media berpromosi.

Untuk menjadi seorang dropshipper, kamu harus menemukan terlebih dahulu supplier tepercaya. Selain harga, pastikan jika supplier tersebut sudah memahami sistem kerja dropship.

Kelebihan menjadi dropshipper yaitu kamu tidak akan dipusingkan oleh urusan operasional. Karena semua proses mulai dari pengepakan hingga pengiriman, akan dilakukan oleh pihak supplier tersebut.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Dropship dan Cara Menjalankannya.
4. Budidaya ikan cupang

Beberapa tahun terakhir, eksistensi ikan hias memang sedang naik-naiknya. Hal ini membuat banyak orang mulai menggandrungi hobi yang satu ini.

Kondisi ini juga membuat permintaan pada ikan hias terus meningkat. Akibatnya, banyak kolektor dan penyuka ikan hias baru bermunculan.

Bagi kamu yang hobi dengan ikan hias dan sedang mencari peluang bisnis rumahan yang cocok, bisnis budidaya ikan hias adalah pilihan yang tepat. Jenis ikan hias yang cocok bagi pelaku bisnis budidaya rumahan, tentunya adalah ikan cupang.

Selain tidak membutuhkan kolam yang luas, pakan dan perawatan jenis ikan ini juga tergolong mudah. Apalagi, permintaan dan trend ikan cupang sedang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.
5. Jasa laundry kiloan

Jika tempat tinggalmu berada di dekat sekitar kampus, maka peluang bisnis rumahan yang cocok untuk kamu jalani adalah jasa laundry kiloan.

Untuk segmen mahasiswa, jenis pakaian yang umum dicuci biasanya kaus, kemeja, jeans, dan celana bahan. Untuk itu, kamu bisa menggunakan mesin cuci laundry biasa.

Agar bisa mendapatkan banyak pelanggan, kamu bisa memberikan penawaran harga yang lebih murah. Berikan juga kupon cuci gratis jika berlangganan. Atau, bisa juga berikan penawaran antar jemput secara gratis.

Baca juga: 17 Barang Harian yang Cepat Laku dan Laris, Cocok untuk Usaha Warung Kecil
6. Usaha menjahit pakaian

peluang bisnis rumahan usaha menjahit pakaian

Peluang bisnis rumahan yang bisa dilakukan sendiri selanjutnya yaitu usaha menjahit. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer setiap orang sehingga sudah pasti dibutuhkan.

Jika kamu memiliki keterampilan di bidang jahit-menjahit, tentu kamu bisa memilih bisnis di bidang ini. Tidak perlu menyewa tempat usaha, kamu bisa membuka jasa ini langsung di rumah saja.

Selain membuat pakaian, kamu juga bisa memberikan layanan lain, seperti mengecilkan pakaian, permak, membetulkan resleting, dan yang lainnya. Saat mendekati hari raya besar, biasanya usaha ini akan ramai dan permintaannya pun meningkat tajam.

Baca Juga: Inilah 10 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil dengan Keuntungan Besar.
7. Jasa penitipan hewan peliharaan

Jika kamu memiliki hewan peliharaan dan termasuk pecinta hewan seperti kucing dan anjing, kamu bisa menjadikan hal itu sebagai peluang bisnis rumahan.

Kebanyakan, pemilik hewan seperti kucing dan anjing kerap kebingungan ketika harus meninggalkan hewan peliharaan mereka dalam waktu yang cukup lama.

Daripada menitipkannya kepada sembarang orang yang belum tentu bisa merawatnya, maka lebih baik jika menitipkannya ke jasa penitipan hewan peliharaan.

Tidak hanya jasa penitipan hewan, kamu juga bisa mengembangkan bisnis ini dengan layanan lainnya, seperti jasa perawatan hewan, pemandian hewan, jual beli makanan dan aksesori hewan peliharaan, atau hal-hal lainnya yang berhubungan dengan bidang usaha tersebut.
8. Bisnis toko kelontong

Peluang bisnis rumahan lainnya yang juga memiliki potensi besar yaitu membuka toko kelontong. Kamu bisa memanfaatkan bagian depan atau garasi rumah yang tidak terpakai sebagai tempat berjualan.

Sebelum memulai bisnis ini, pastikan jika tidak ada bisnis sejenis di dekat lokasi kamu berjualan, misalnya toko, warung, atau toko retail modern.

Jenis barang yang bisa kamu jual cukup beragam. Untuk awalnya, kamu bisa menyetok berbagai produk kebutuhan rumah tangga, seperti sembako, jajanan, camilan, alat mandi, sabun cuci, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan usaha sebelumnya, modal usaha untuk membuka toko kelontong terbilang cukup besar. Selain untuk membeli barang dagangan, modal tersebut juga digunakan untuk kebutuhan dekorasi dan renovasi, misalnya seperti rak, etalase, rolling door, CCTV untuk keamanan, dan lain-lain.
9. Membuka kedai kopi

Selain toko kelontong, kamu juga bisa memanfaatkan bagian depan rumah atau garasi yang tidak terpakai dengan mengubahnya menjadi kedai kopi. Namun, untuk membuka bisnis ini kamu harus memiliki pemahaman lebih di bidang perkopian. Selain itu, perlengkapan pendukung untuk membuat kopi juga terbilang cukup mahal.

Untuk promosi dan pemasaran, kamu bisa bekerja sama dengan platform pengiriman makanan online. Sebagai permulaan, kamu bisa memberikan promosi dan potongan harga terlebih dahulu.

Baca Juga: Apa Itu Toko Kelontong? Inilah Pengertian dan Jenis-Jenisnya.
10. Membuka usaha pertamini

Peluang bisnis rumahan selanjutnya yaitu membuka usaha pertamini. Sebelum kamu memutuskan membuka usaha ini, pastikan jika lokasi kamu berjualan berada di jalan yang ramai dan dilalui banyak kendaraan roda dua.

Cek juga apakah ada pengisian BBM di dekat area tersebut. Modal untuk membuka usaha ini memang tidak terlalu besar, hanya saja kamu harus standby untuk menjaganya.

Itulah 10 peluang bisnis rumahan yang bisa dilakukan sendiri. Untuk bisa menemukan peluang bisnis yang cocok dan sesuai, kamu bisa menyesuaikan pilihan dengan kemampuan dan modal yang kamu miliki.

Jika kamu ingin memulai bisnis rumahan tanpa perlu memikirkan tempat berjualan, kamu bisa bergabung dengan Mitra Bukalapak. Di sini, kamu juga bisa memulai bisnis sebagai agen grosir, agen PPOB, agen ekspedisi, dan yang lainnya. Memulai peluang bisnis rumahan pun jadi semakin mudah.


Seperti diketahui, ada banyak ide bisnis rumahan yang bisa segera Anda jalankan. Anda tinggal pilih ide bisnis rumahan tersebut dan segera membukanya bahkan hanya dengan modal yang tak begitu besar. Penghasilan yang didapat dari ide bisnis rumahan ini tentu akan menambah penghasilan Anda setiap bulannya mengingat harga kebutuhan pokok melonjak dan diperparah dengan krisis akibat pandemi virus corona selama hampir dua tahun belakangan.

Beberapa hal yang Anda butuhkan sebelum menentukan ide bisnis rumahan yang tepat untuk Anda jalankan tentu adalah ketersediaan modal. Namun, Anda tak perlu khawatir, artikel ini mencoba memberikan Anda inspirasi untuk memilih ide bisnis rumahan apa yang cocok untuk Anda. Bahkan dengan modal yang tak begitu besar dan Anda akan memperoleh omzet yang besar seiring berkembangnya bisnis tersebut.
Ide Bisnis Rumahan dengan Modal Kecil

Sebenarnya, ada banyak sekali ide bisnis rumahan yang peluangnya bisa membuat Anda untung besar. Meskipun tentu saja, tidak semua usaha akan bertahan lama seiring dengan perubahan yang terus terjadi di dunia ini. Simak beberapa peluang usaha rumahan yang tidak lekang oleh waktu.
Membuka Jasa Tempat Cuci Motor

Ide bisnis rumahan yang satu ini memang telah dilirik banyak orang. Sebab, Anda tak perlu menaruh modal yang besar untuk menjalankan bisnis ini. Lagipula, jasa tempat cuci motor adalah jenis usaha rumahan yang sangat menjanjikan. Terlebih saat musim hujan tiba, pelanggan akan terus berdatangan dengan sepeda motor atau mobilnya yang kotor. Beberapa alat yang dibutuhkan seperti kompresor, ember, kanebo, sampo mobil/motor, selang, hingga listrik dan air. Perkiraan modal untuk membuka usaha ini kurang lebih sekitar Rp8 jutaan.
Membuka Jasa Laundry Kiloan

Di masa pandemi ini, banyak orang yang tetap beraktivitas meski hanya di dalam rumah. Beberapa di antaranya adalah orang yang super sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari. Dan mungkin saja mereka tak punya cukup waktu luang untuk mencuci pakaian-pakaiannya. Karena itu, membuka jasa laundry kiloan bisa menjadi ide bisnis rumahan yang Anda pilih. Membuka usaha laundry kiloan di area seperti dekat kost atau kompleks perumahan bisa membantu Anda memberikan tambahan pendapatan.
Berjualan Camilan atau Makanan

Ide bisnis rumahan selanjutnya adalah berjualan makanan atau camilan yang tidak pernah ada matinya. Ada potensi besar dari bisnis ini, misalnya dengan berjualan aneka kue atau jajanan pasar, atau camilan yang digemari orang Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membuka warung makan. Dengan modal yang tak begitu besar, Anda bisa membantu banyak orang mengatasi rasa lapar setelah seharian beraktivitas. Usaha ini sangat cocok jika rumah Anda berlokasi di daerah yang ramai seperti yang dekat dengan kampus, perkantoran, atau sekolah.
Jual Pulsa Elektrik dan Paket Internet

Di era ini, smartphone adalah kebutuhan pokok yang tak bisa ditawar lagi keberadaannya. Anda pun bisa membuka jasa jual pulsa elektrik dan paket internet melihat besarnya peluang tersebut. Ide bisnis rumahan ini juga tak membutuhkan modal yang besar. Anda pun hanya perlu mendaftarkan diri sebagai agen ke distributor pulsa dan paket internet yang bahkan bisa diakses secara online.
Jasa Penjahit Pakaian

Jika Anda punya hobi menjahit, Anda bisa menekuni ide bisnis rumahan ini. Jangan salah, usaha ini selalu menjadi incaran banyak orang karena ada banyak sekali peluang bisnis darinya. Anda bisa membuka jasa ini untuk menjahitkan pakaian untuk pernikahan atau acara formal tertentu. Cobalah hitung berapa seragam pernikahan yang bisa Anda jahit dalam setahun. Menjanjikan, bukan?
Membuka Jasa Foto dan Video

Ide bisnis rumahan yang satu ini bisa menjadi peluang yang cukup menjanjikan juga. Semua orang mungkin bisa mengambil gambar atau merekam video, namun tidak semuanya bisa melakukannya secara profesional. Jasa foto dan video yang Anda buka bisa melayani bermacam-macam keperluan seperti acara pernikahan, foto wisuda, dan masih banyak lagi.
Membuka Warung Kopi

Kopi adalah salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Meski kini kafe telah menjamur dan menawarkan berbagai jenis kopi di setiap sudut kota, ide usaha rumahan ini bisa Anda pilih juga dengan bermodalkan teras dan beberapa alat peracik kopi. Namun, perlu diingat juga bahwa diperlukan juga sedikit latihan untuk mengolah kopi dengan baik. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin bisnis rumahan ini bisa berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan di masa depan.

Selain ide bisnis rumahan di atas, ada beberapa ide bisnis lain yang bisa Anda geluti seperti membuka jasa desain grafis, jasa pemberi feedback untuk website baru, konsultan SEO, jasa penulis lepas, jasa agen PPOB, jasa potong rambut, jasa servis barang elektronik, membuka kursus masak, dan masih banyak lagi ide bisnis rumahan lainnya.
Tips Menjalankan Ide Bisnis Rumahan
1. Jangan Takut Gagal

Setiap pebisnis akan berhadapan dengan dua pilihan, sukses atau gagal. Meski masih pemula, Anda harus bisa mengatasi rasa takut gagal ini. Tentunya, perasaan ini hanya akan menghantui setiap keputusan yang Anda buat dan bisnis bisa berakhir gagal karenanya. Bangkitkan mental pemenang dan yakinkan bahwa Anda memiliki segala sesuatu untuk membuat bisnis sukses.
2. Mempelajari Pengelolaan Administrasi yang Baik

Meskipun ide bisnis rumahan berlangsung secara kecil-kecilan, penting untuk mempelajari hal dasar dari pengelolaan administrasi yang baik. Hal penting yang harus Anda perhatikan adalah jangan pernah mencampurkan keuangan bisnis dengan pribadi. Pengelolaan administrasi yang tertib akan mempermudah kelangsungan usaha rumahan yang sedang Anda jalani.
3. Pilih Ide Bisnis Rumahan Sesuai dengan Minat

Membangun bisnis adalah hal yang sulit. Namun bisnis yang sesuai passion akan membuat segala hal terasa mudah karena Anda benar-benar menyukai apa yang Anda lakukan. Jika Anda suka memasak, buka usaha kuliner di rumah. Intinya, pilihlah usaha yang benar-benar membuat Anda lebih hidup dan bahagia.
4. Tentukan Visi dan Misi

Menentukan visi dan misi akan membantu Anda menentukan tujuan dan arah ide bisnis rumahan. Dengan memiliki target, Anda akan mempunyai tujuan yang ingin Anda capai sehingga bisnis akan terus berkembang.
5. Hitung Kebutuhan Modal

Hitunglah juga apakah Anda punya modal yang cukup untuk memulai usaha yang akan dipilih. Hindari membeli barang-barang yang belum perlu agar Anda bisa mengalokasikannya ke hal yang benar-benar esensial.
6. Tentukan Waktu yang Tepat untuk Memulainya

Bisnis yang sukses selalu bermula dari perencanaan yang baik. Salah satu perencanaan yang harus Anda pikirkan adalah kapan waktu untuk memulai bisnis rumahan. Jika melakukannya tanpa perhitungan yang cermat, bisa-bisa usaha yang terbentuk dengan modal tidak sedikit malah berujung kegagalan.


Itulah beberapa ide bisnis rumahan yang bisa Anda lakukan. Anda pun bisa terus mengembangkan bisnis Anda, tentunya dengan tambahan modal dari bank yang tepat. Dapatkan kemudahan pinjam uang di bank lewat layanan Pinjaman dengan Agunan. Beberapa keuntungan Pinjaman dengan Agunan di antaranya tujuan pinjaman multiguna, proses mudah dan cepat, suku bunga kompetitif serta agunan berupa tunai atau surat berharga. Dapatkan informasi lengkapnya di sini.

Diberdayakan oleh Blogger.