Tampilkan postingan dengan label Toko Kelontong. Tampilkan semua postingan

Membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan bisa digunakan sebagai ide dalam membangun bisnis. Meski kini sudah banyak toko retail modern atau supermarket, tetapi keberadaan toko kelontong masih dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat.

Toko kelontong hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyediakan kebutuhan dasar masyarakat. Dikutip dari buku berjudul Kewirausahaan yang ditulis oleh Suharyadi, toko kelontong adalah usaha yang menjual kebutuhan sehari, seperti beras, telur, minyak goreng, gula, garam, sayur, dan lain sebagainya.

Usaha di bidang ini terbilang menjanjikan karena permintaan di masyarakat selalu tinggi. Oleh karena itu, kamu bisa menjadikan toko kelontong kecil-kecilan di rumah untuk menjadi ide usaha.

Toko kelontong termasuk ke dalam golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti yang kita ketahui, UMKM merupakan penggerak roda perekonomian Indonesia dan toko kelontong pun memainkan peranannya di situ.

Dari waktu ke waktu, peminat toko kelontong tetap bertahan dan memilih untuk berbelanja di sana. Toko kelontong biasanya memberikan harga yang murah dan memberikan kenyamanan kepada pembeli karena bisa berinteraksi akrab dengan penjual.

Modal merupakan suatu hal yang tidak dipisahkan dalam kegiatan usaha. Sebagian besar jenis usaha pasti membutuhkan modal supaya usaha bisa berjalan, termasuk dalam jenis usaha toko kelontong.

Toko kelontong perlu dibangun dengan sejumlah modal. Untuk mengetahui gambaran modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini, berikut adalah penjelasannya.
1. Peralatan yang Wajib Ada

Etalase kaca harga Rp 1,5 juta - Rp 2,5 juta
Meja kayu ukuran sedang harga Rp 300 ribu - Rp 600 ribu
Rak ukuran besar Rp 800 ribu - Rp 1,5 juta
Laci kasir harga Rp 200 ribu - Rp 300 ribu
Kalkulator digital harga Rp 40 ribu - Rp 70 ribu
Timbangan kecil harga Rp 250 ribu - Rp 300 ribu

Daftar peralatan di atas merupakan alat-alat yang harus dimiliki untuk membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan. Dari daftar di atas, maka modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan peralatan tersebut berada di kisaran Rp 3.090.000 - Rp 5.270.000.
2. Produk yang Wajib Ada

Beras 50 kg harga Rp 500 ribu - Rp 600 ribu
Minyak goreng 2 liter karton isi 12 harga Rp 150 ribu - Rp 200 ribu
Gula pasir 20 kg harga Rp 200 ribu - Rp 300 ribu
Mie instan 10 box harga Rp 350 ribu - Rp 400 ribu
Tepung terigu 10 kg harga Rp 80 ribu - Rp 120 ribu
Telur 1 peti harga Rp 350 ribu - Rp 400 ribu

Daftar barang di atas merupakan barang pokok yang wajib ada dalam sebuah toko kelontong. Dari daftar di atas, maka modal yang dibutuhkan untuk menyediakan barang-barang tersebut berada di kisaran Rp 1.630.000 - Rp 2.020.000.
3. Produk Opsional

Gas elpiji 3 kg atau 12 kg
Bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, jahe, ketumbar, merica, dan lain-lain.
Makanan dan minuman ringan
Produk frozen food
Rokok

Barang-barang di atas merupakan barang opsional untuk dijual di dalam toko kelontong yang akan menambah variasi pilihan produk bagi pelanggan. Dengan menambah produk-produk tersebut, mungkin kamu membutuhkan penambahan modal sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Dari berbagai penjelasan di atas, maka bisa diketahui bahwa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan adalah Rp 6.720.000 - Rp 10.290.000
Tips Kelola Toko Kelontong

Setiap bisnis yang sukses pasti memiliki cara pengelolaan bisnis yang baik. Maka dari itu, kamu juga perlu mengelola toko kelontong dengan baik. Berikut ini adalah tips untuk mengelola toko kelontong.
1. Menentukan Lokasi Usaha

Lokasi akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan usaha toko kelontong kecil-kecilan.Usaha jenis ini sangat cocok untuk dijalankan di daerah perumahan atau daerah yang memiliki banyak penduduk.

Jika kamu memiliki rumah di area tersebut, maka kamu bisa membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan di rumahmu. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat.
2. Melakukan Riset Pasar

Hal ini juga sangat penting dilakukan dalam pengelolaan toko kelontong kecil-kecilan. Riset pasar akan memungkinkan kamu untuk mengetahui barang apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar toko.

Jika kamu mengetahui hal tersebut, maka kamu akan memaksimalkan penjualan. Hal ini tentu akan berdampak pada keuntungan yang akan semakin besar.
3. Bekerja Sama dengan Supplier

Ketika kamu menjalankan bisnis, maka supplier juga menjadi hal yang wajib untuk diperhatikan. Carilah supplier yang bisa dipercaya dan menawarkan harga yang lebih rendah agar pasokan barang di tokomu tetap terjaga dan bisa meningkatkan efisiensi pengeluaran.
4. Memberikan Pelayanan Terbaik

Pelanggan tentu akan senang dengan pelayanan yang baik sehingga membuat mereka selalu berkunjung ke toko. Dengan fakta tersebut, maka kamu juga perlu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan yang datang ke toko kelontong yang kamu miliki.
5. Pembukuan

Hal yang juga penting dalam kesuksesan suatu bisnis adalah pembukuan. Hal ini bertujuan untuk mencatat segala aktivitas yang terjadi sehingga kamu akan dengan mudah melacak jejak keuangan.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai toko kelontong kecil-kecilan, mulai dari perkiraan modal hingga tips mengelolanya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu untuk menjalankan usaha ini.

Walaupun zaman sudah semakin maju dan era digital semakin berkembang, tapi di Indonesia kita tercinta ini ternyata toko offline juga masih memiliki peran dan porsi besar dalam bisnis lho! Bahkan toko-toko kecil rumahan seperti bisnis toko kelontong juga masih laku terutama untuk warga sekitarnya atau orang yang sekedar lewat. Contoh sederhananya, pernahkah kalian sedang berjalan kaki lalu tiba-tiba sandal kalian putus?

Apa yang akan kalian lakukan?

Apakah membuka aplikasi e-commerce di HP kalian lalu memesan sandal baru secara online? Rasanya tidak. Rata-rata orang akan masih melihat ke daerah sekitar dan mencari warung kelontongan terdekat! Atau coba bayangkan kalian sedang naik motor lalu merasa haus. Kalau ada toko kelontong terdekat, tentu kalian juga akan membeli ditempat tersebut bukan? Untuk itu sebagai pemilik toko kelontong atau orang yang baru mau membuka toko kelontong, ada baiknya kalian menjual berbagai macam pilihan barang untuk calon pembeli.

Kali ini news.oblo.co.id akan berbagi informasi tentang 40 produk terlaris untuk dijual di toko kelontongan yang wajib disediakan di warung kalian!

  1. Produk Terlaris di Toko Kelontongan
  2. Produk Terlaris di Toko Kelontongan era Pandemi


Di era pandemi seperti sekarang ini, jenis produk kesehatan menjadi barang dengan pencarian nomor 1 dimanapun itu. Kalian si pemilik warung kelontongan wajib sedia stok :

  1. Masker & face shield - dewasa & anak
  2. Hand sanitizer
  3. Vitamin, suplemen, minyak angin
  4. Termometer
  5. Produk herbal & obat-obatan umum
  6. Tisu kering & basah
  7. Makanan dan Minuman
  8. Makanan wajib yang dijual di toko kelontong


Kategori yang satu ini sih jelas ya, makanan & minuman adalah kebutuhan dasar tiap orang. Jadi, wajib kalian sediakan mulai dari roti, mie instan, snack, dan minuman.

  1. Air mineral / air putih
  2. Makanan ringan / snack
  3. Bahan makanan pokok (minyak goreng, beras, gula, garam, mie, gas 3kg, dll)
  4. Minuman kemasan
  5. Kopi – ini sih barang wajib, jangan lupa untuk selalu sedia ya!


Keperluan Ibu dan Bayi
Ternyata barang keperluan ibu & anak-anak juga laku banget lho!

  1. Popok sekali pakai
  2. Susu bayi
  3. Makanan bayi
  4. Tisu bayi
  5. Skincare & Makeup

Nggak sedikit juga kembang desa yang cari skincare & makeup di warung kelontongan lho!
Sediakan aja beberapa merk & varian supaya ada pilihan. Untuk menjual merk yang tepat, cari tahu yang lagi trend di kalangan para cewe.

  1. Lotion / pelembab kulit
  2. Sabun mandi & sikat gigi
  3. Sabun cuci muka
  4. Eyeliner & pensil alis
  5. Bulu mata palsu & jepitannya
  6. Pembersih make up
  7. Kapas
  8. Bedak & alas bedak
  9. Lipstick


Fashion & Kebutuhan Sandang
Pakaian. Iya, nggak salah baca kok!
Warung kelontongan itu seringkali jadi penyelamat daruratnya orang-orang lho!

  1. Sandal jepit unisex - wajib masuk ke dalam daftar jualan
  2. Jas Hujan
  3. Pakaian dalam sekali pakai
  4. Pakaian sederhana – kaos & celana pendek unisex
  5. Kacamata plus & kacamata anti radiasi
  6. Helm


Barang-barang Penunjang Gadget dan Hobi
Produk pelengkap HP, Gadget, & Hobi ini termasuk :

  1. Casing HP & aksesorisnya – misalnya temper glass
  2. Tripod HP & tongsis
  3. Phone holder
  4. Ringlight HP
  5. Voucher Game / Kode Langganan Berbayar – misalnya untuk Netflix, Disney+ Hotstar, atau Spotify
  6. Produk Keperluan Rumah Tangga
  7. Lampu LED berkualitas dan murah


Produk kebutuhan rumah tangga, ini juga wajib ada ya!
Alat perlengkapan rumah – kain pel, sapu, alat pembersih,spons cuci piring, dll
Cairan pembersih – piring, lantai, kaca, dll
Lampu LED – sediakan yang premium & ekonomis ya supaya ada pilihan. Berikan juga pilihan berbagai macam watt untuk membuat calon pembeli semakin nyaman berbelanja karena komplit. Biasanya yang laku dibeli itu watt kecil mulai dari 3W, 5W, 10W, dan 15W.

Makanan dan Keperluan Hewan Peliharaan
Yang terakhir, ini juga banyak dicari sama para pecinta hewan!
Makanan hewan peliharaan, kalian bisa beli yang kemasan besar lalu di repack kecil-kecil untuk dijual lagi
Aksesoris hewan – kalung kucing & anjing, mainan hewan
Itu dia 40 daftar barang toko kelontong yang paling banyak dicari di warung kelontongan!
Nah, bayangin kalo kalian ke warung kelontongan, terus tiap kali nanya barang eh dijawabnya ngga ada melulu.
Padahal warung kelontongan itu identik dengan warung segala ada. Jadi tunggu apalagi? Ayo cek segera stok di gudang kalian!

Segera restock kalau belum tersedia ya!
Jangan lupa save & share artikel ini jika dirasa bermanfaat.
Ceritakan juga pengalaman menarik kalian tentang warung kelontongan, tulis di kolom komentar ya!

Kelontong Adalah: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Tipsnya
Kelontong adalah – Berbagai jenis pilihan usaha ada di sekitar kita, tetapi bagi kamu yang ingin fokus berbisnis sambil mengurus anak dan keluarga di rumah, sepertinya bisnis warung kelontong dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Kelebihan membuka warung atau toko kelontong adalah kamu dapat berbisnis dan mendapatkan uang sekaligus dapat mengurus keluarga dirumah dengan waktu yang fleksibel. Namun, sebelum membuka usaha toko kelontong memang perlu adanya list barang-barang yang akan dijual, dan juga siapnya modal.

Nah, apa saja barang-barang yang dapat dijual? Apa kamu tertarik membuka usaha toko kelontong? Sebelum itu, mari simak ulasan berikut tentang apa pengertian kelontong!

Daftar Isi
Pengertian Kelontong?
Asal Muasal Adanya Toko Kelontong
Jenis-Jenis Warung Kelontong
Produk yang Biasa Dijual Di Warung Kelontong
1. Peralatan ATK
2. Minuman
3. Kebutuhan Sehari-hari
4. Camilan atau Makanan Ringan
5. Obat-obatan
6. Kebutuhan Dapur
7. Peralatan Mencuci dan Peralatan Mandi
8. Keperluan Bayi
Tips Membuka Usaha Toko Kelontong
1. Tempat Yang Strategis
2. Buat List Kebutuhan Konsumen
3. Kerja sama Dengan Supplier
5.  Adakan Promosi
6. Pelayanan Yang Baik
7. Mengatur Tata Letak Barang
Strategi Marketing Yang Jitu
1. Target Pasar
2. Strategi Digital Marketing
3. Promosi Produk Gratis
4. Target Sasaran
5. Promosi Hadiah Untuk Rekomendasi
6. Menjalin Hubungan Baik dengan Pembeli
7. Strategi Pemasaran Dari Mulut ke Mulut
Buku Best Seller Novel
Artikel Terkait Pengertian

Pengertian Kelontong?

Kelontong termasuk dalam pasar skala kecil atau minimarket, yang mana kelontong bersifat lokal dan toko yang mudah diakses secara umum. Biasanya, toko kelontong seperti ini lokasinya di area yang ramai dan mudah dijangkau, seperti di pinggir jalan, di stasiun, terminal, dan lokasi ramai lainnya. Kelontong juga sering dijumpai ditempat atau perumahan yang padat penduduk.

Jadi sederhananya, toko kelontong merupakan suatu tempat atau toko yang menyediakan berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari. Barang-barang yang dijual umumnya mencakup semua kebutuhan dan perlengkapan rumah tangga, seperti sembako, sabun mandi, alat pembersih, beras, kebutuhan dapur, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Dari dulu hingga kini, warung kelontong masih banyak peminatnya. Hal ini karena jarak yang dekat dan mudah dijangkau, hubungan yang dekat dengan pemiliknya, menjadi faktor yang utama kenyamanan pembeli dalam berbelanja.

Bahkan, terkadang, pemilik toko kelontong ada yang menawarkan berbagai keringanan atau memberikan kredit, sehingga banyak para pembeli yang merasa terbantu dan bisa berhutang dalam beberapa waktu. Biasanya, yang menggunakan sistem ini seperti di minimarket dan swalayan.

Warung kelontong masuk kedalam bentuk Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM, yang dibentuk dalam rangka menopang perekonomian Indonesia mencapai 99% dari semua jenis bisnis di Indonesia. Saat Indonesia terjadi krisis moneter, usaha mikro kecil ini menjadi penyeimbang ekonomi negara.

Asal Muasal Adanya Toko Kelontong  

Toko kelontong memiliki dua arti berbeda, berdasar pada KBBI, kelontong merupakan alat kentungan yang dibunyikan oleh para penjual untuk menarik perhatian pembeli. Arti yang kedua, kelontong adalah berbagai jenis barang kebutuhan manusia, khususnya kebutuhan sehari-hari, seperti peralatan makan, peralatan mandi, hingga makanan.

Dikatakan bahwa para penjual kelontong ini sudah ada sejak abad 19, dan bertahan hingga kini, dengan produk dagangan yang makin bervariasi, seperti makanan, minuman, bumbu dapur, sembako, sabun, dan berbagai produk lainnya.


Kala itu, banyak penjual yang berasal dari Tionghoa yang menekuni bisnis ini. Awalnya, mereka menjajakan barang kebutuhan konsumen ini dengan berkeliling memakai kelontongan, dan berjalannya waktu mereka mulai berdagang dalam suatu tempat secara menetap.

Sejak saat itu, toko kelontong menjadi pusat utama masyarakat dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dan juga efektivitas lokasi atau tempat yang biasanya tidak jauh dari perumahan masyarakat.

Hingga era modern seperti sekarang ini, berbagai bisnis bermunculan dan toko ritel raksasa modern juga sudah banyak, namun tidak menyurutkan kesuksesan warung kelontong ini. Karena masih banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-harinya di warung kelontong, terutama di pedesaan dan perkotaan yang padat penduduk.

Selain barang-barangnya yang tak kalah lengkap dengan swalayan besar atau ritel modern, faktor utama bisnis kelontong ini tetap bertahan ialah dari segi harganya yang lebih miring dibanding swalayan besar.

Jenis-Jenis Warung Kelontong 
Kini, toko kelontong telah berkembang, dan jika dilihat dari target konsumennya, warung kelontong ini terbagi jadi dua macam, yaitu toko kelontong grosir, dan toko kelontong eceran. Tentunya, perbedaan keduanya ada pada cara penjualannya. Toko kelontong ecer menjual barangnya secara eceran atau satuan kepada pembeli, dan umumnya mereka kulakan di toko kelontong grosir.

Umumnya, target calon pembeli kelontong eceran adalah kalangan masyarakat yang biasa berbelanja kebutuhan mereka secara satuan. Lalu apa bedanya toko kelontong dengan eceran? Mari kita simak penjelasan berikut!

Kelontong Grosir
Kelontong grosir umumnya berbentuk lebih besar dan memerlukan modal usaha yang besar pula. Mengapa? Sebab, para pembeli harus berbelanja dengan jumlah yang sekaligus banyak. Nah, biasanya yang belanja atau kulakan di toko kelontong grosir yaitu warung-warung yang skalanya lebih kecil dan toko kelontong ecer.

Meskipun berbelanja di toko kelontong grosir harus dalam jumlah yang banyak, tetapi tidak mempengaruhi omset pendapatan kelontong grosir, karena mereka sudah banyak mempunyai pelanggan tetap. Biasanya, distributor juga memberikan keringanan sistem bayar tempo untuk pelanggan setianya.

Kelontong grosir juga merupakan usaha yang memiliki potensi profit yang besar daripada kelontong eceran, sebab kelontong grosir menjual barangnya dalam jumlah sekaligus banyak, dan tingkat persaingannya pun tidak terlalu tinggi, sebab tidak semua orang bisa menekuni bisnis grosir yang pastinya bermodal sangat besar.

Kelontong Ecer
Selanjutnya, kelontong ecer. Berbanding terbalik dengan kelontong grosir, usaha kelontong ecer tidak membutuhkan modal yang begitu besar dan cara penjualannya pun dengan eceran atau satuan.

Jika kamu berminat ingin membuka usaha kelontong ecer, maka kamu harus mempunyai strategi pemasaran sendiri untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Kamu harus memiliki strategi yang tepat untuk mencari pelanggan dan meminimalisir persaingan. Variasi barang yang akan dijual sebisa mungkin harus lengkap.


Ya, walaupun membuka usaha kelontong ecer terbilang mudah, namun tingkat persaingan toko eceran juga sangat ketat. Jadi, jika toko kelontong kamu sudah ramai dan memiliki banyak pelanggan, mungkin kamu bisa merangkap sebagai semi agen, atau menjual produk ecer secara grosir.

Nah, itulah jenis-jenis usaha warung kelontong, yang kini sudah semakin banyak dijumpai, dan dapat dijadikan waralaba di rumah. Apa kamu tertarik ingin mencobanya?

Produk yang Biasa Dijual Di Warung Kelontong

Jika kamu ingin mencoba membuka usaha kelontong ini, kira-kira produk apa saja sih yang bisa dijual di toko kelontong?

1. Peralatan ATK
Produk pertama yang biasa dijual ditoko kelontong yaitu alat tulis atau keperluan sekolah dan keperluan kantor. Ya tentunya, siswa pelajar dan pekerja kantoran yang membutuhkan alat tulis ini. Kamu tidak perlu bingung, ada banyak sekali macam alat tulis, seperti pulpen, pensil, penghapus, buku tulis, buku gambar, amplop, penggaris, dan lain sebagainya.

2. Minuman
Produk selanjutnya yaitu minuman. Kamu bisa menjual berbagai minuman kemasan, mulai dari air mineral, minuman bubuk, hingga variasi minuman ringan lainnya agar pembeli memiliki banyak pilihan. Selain itu, sediakan juga air mineral berupa galon, karena kini banyak sekali yang membutuhkannya.

3. Kebutuhan Sehari-hari 
Barang selanjutnya yang ada di toko kelontong adalah keperluan sehari-hari masyarakat. Misalnya saja, perlengkapan rumah seperti ember, sapu, pel, sikat, dan keperluan rumah tangga lainnya.

4. Camilan atau Makanan Ringan 
Berikutnya, toko kelontong juga menyediakan aneka cemilan atau snack ringan. Toko kelontong juga biasanya menjual mie instan dan berbagai bumbu dapur yang diperlukan oleh ibu rumah tangga dan masyarakat umum.

Di Jakarta, banyak warung kelontong yang menyediakan berbagai jenis jajanan atau makanan ringan dengan variasi lebih banyak, mulai dari kue kering, kue basah, dan aneka cemilan yang disukai anak-anak hingga dewasa.


5. Obat-obatan 
Biasanya, toko kelontong juga menjual obat-obatan yang telah mempunyai izin edar, seperti obat sakit kepala, obat flu batuk, obat pegal linu, minyak kayu putih, dan aneka obat lain. Terlebih lagi, jika apotek di sekitar rumah jauh, banyak orang lebih memilih membeli obat-obatan di warung kelontong ini.

6. Kebutuhan Dapur
Kemudian, ada juga kebutuhan dapur, yaitu Sembako. Sembako merupakan kebutuhan pokok atau utama yang pasti diperlukan setiap orang, bahkan setiap harinya pasti ada yang membeli kebutuhan pokok ini. Tentunya kamu bisa menyediakan atau menjual bahan pokok seperti beras, minyak goreng, jagung, kacang, bumbu dapur, gula, daging, ayam, telur, bahkan bahkan bisa ditambah buah-buahan.

7. Peralatan Mencuci dan Peralatan Mandi
Selanjutnya adalah peralatan mencuci dan peralatan mandi. Toko kelontong biasanya menyediakan berbagai kebutuhan ini, kebutuhan mandi mulai dari sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sampo, dan lain-lain. Begitu pula peralatan mencuci seperti deterjen, pewangi pakaian, sabun cuci piring, dan lain sebagainya.

8. Keperluan Bayi
Kemudian toko kelontong juga menjual berbagai keperluan bayi. Kebutuhan ini juga banyak dicari dan diperlukan oleh masyarakat yang masih mempunyai anak balita. Keperluan bayi yang bisa disediakan seperti sabun mandi bayi, sampo bayi, minyak telon, popok, bedak bayi, dan lain sebagainya.

Tips Membuka Usaha Toko Kelontong 
Agar usaha toko kelontong dapat berkembang dengan pesat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Tempat Yang Strategis
Jika ingin membuka usaha toko kelontong, maka tips yang pertama adalah mencari lokasi atau tempat yang strategis. Lokasinya harus yang mudah dijangkau dan berada di perumahan yang padat penduduk.

2. Buat List Kebutuhan Konsumen 
Tips yang kedua dalam menjalankan usaha ini adalah adanya survey atau membuat list kebutuhan konsumen. Hal ini akan membantumu memantau apa yang diperlukan kebanyakan masyarakat. Caranya berbaur dengan masyarakat lalu dengarkan keluhan mereka terhadap barang atau keperluan apa saja yang sulit didapat, kemudian cari barang yang dapat diisi ulang dan kebutuhan yang selalu habis.

3. Kerja sama Dengan Supplier 
Kemudian jika ingin toko kelontong ini bertahan dengan baik, maka harus bisa bekerjasama dengan supplier yang tepat dan bisa menawarkan harga lebih murah. Dengan ini, tentu akan meminimalisir kerugian, kembalinya modal, dan mendapat keuntungan.

Jika penjual salah dalam kulakan atau berbelanja di tempat yang mahal, maka akan memungkinkan toko kelontong mengalami kerugian.


5.  Adakan Promosi
Tips selanjutnya, kamu bisa membuat berbagai promosi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat spanduk, memberikan hadiah gratis, atau memberikan diskon pada barang-barang tertentu. Tentu ini akan efektif untuk menarik minat pembeli.

6. Pelayanan Yang Baik
Seperti yang sering kita dengar, pembeli adalah “raja“, maka bisnis apapun kita harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan. Hal ini akan membuat konsumen lebih loyal. Bahkan walaupun kamu membuka toko kelontong hanya di rumah, tetap bersikap baik dan ramah, sekalipun pelanggannya tetangga sendiri.

7. Mengatur Tata Letak Barang
Terakhir, kamu harus mengatur tata letak barang yang ada di toko kelontong. Hal ini tentu agar memudahkan para pembeli untuk berbelanja dan memilih barang sesuai kebutuhan dalam suatu rak atau tempat. Selain itu, tata letak barang yang tepat atau sesuai jenisnya, tentunya juga akan terlihat rapi sehingga konsumen berbelanja dengan nyaman.

Strategi Marketing Yang Jitu
Dalam dunia bisnis, baik berupa penjualan barang maupun jasa, memang diperlukan yang namanya strategi marketing. Sebagai bentuk pengenalan produk kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga penjualan meningkat.

Dengan kata lain, marketing atau pemasaran adalah berbagai upaya pelaku bisnis dalam menjual, mengenalkan produk atau jasa mereka untuk mencapai target yang diinginkan.

Berikut beberapa konsep strategi marketing yang dapat dilakukan agar bisnis yang ditekuni lebih terarah.

1. Target Pasar
Dalam berbisnis apa saja, kamu perlu mengenali pasar atau target pasar. Jadi, semakin jelas target pasarnya, semakin besar pula peluang kesuksesan. Misalnya, jika bisnis kamu bergerak dalam bidang retail pakaian remaja, maka produksi pakaiannya pun harus disesuaikan untuk ukuran remaja, dan menambah variasi pernak pernik pakaian atau model pakaian yang sedang trending.

2. Strategi Digital Marketing 
Strategi marketing selanjutnya ialah dengan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Sebab, di era modern seperti sekarang ini, semua orang pasti menggunakan gadget.

Misalnya melakukan promosi lewat facebook, Instagram, atau aplikasi lain, hal ini tentu akan lebih praktis dan terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat. Biasanya, pelaku bisnis online sering menggunakan media sosial untuk promosi produknya dan dapat bekerjasama dengan influencer, sehingga mendapatkan jangkauan konsumen yang luas.

3. Promosi Produk Gratis
Strategi selanjutnya adalah dengan mengadakan promosi produk gratis. Strategi ini cukup ampuh untuk menarik minat konsumen, sebab sesuatu yang gratis akan sayang untuk dilewatkan. Selain itu, agar konsumen yang belum pernah mengenal produk yang ditawarkan dapat mencobanya terlebih dahulu.

Jika bisnis bergerak dalam bidang jasa, maka bisa menawarkan free trial agar customer mengetahui dan merasakan kelebihan jasa yang ditawarkan. Jadi, strategi marketing dengan memberikan promosi produk gratis kepada konsumen cukup efektif untuk diterapkan.

4. Target Sasaran
Berikutnya adalah dengan memperhatikan target sasaran, hal ini juga berkenaan dengan lokasi yang strategis. Jika tempatnya ramai pasti peluang tingkat penjualannya akan tinggi.

Misalnya, jika kamu berniat menjual kebutuhan anak kost, maka kamu bisa membuka toko di dekat kampus, sekolah, atau yang banyak rumah kontrakan.

5. Promosi Hadiah Untuk Rekomendasi 
Strategi selanjutnya dengan memberikan hadiah untuk rekomendasi. Cara ini bisa dilakukan untuk menarik perhatian konsumen, karena biasanya seseorang akan percaya dan tertarik jika ada yang merekomendasikannya.

Jadi misalnya, untuk mendapatkan testimoni dari konsumen, kamu bisa memberikan hadiah atau insentif yang menarik sebagai bentuk penghargaan. Insentif atau hadiah tidak harus uang, namun bisa berbentuk barang atau potongan harga.

6. Menjalin Hubungan Baik dengan Pembeli
Selanjutnya adalah menjalin hubungan baik dengan pembeli, agar masyarakat menyukai produk yang kita jual. Jika konsumen telah berulang kali membeli produk kita, artinya ia adalah konsumen yang loyal dan penyumbang pemasukan kita.

Berilah penghargaan kepada konsumen jika tidak ingin kehilangan atau terjadi penurunan pembelian, sebab konsumen yang loyal adalah aset yang berharga, maka tanggapi semua masukan dan keluh kesah dari konsumen, atau kamu bisa memberikan hadiah langsung kepada mereka.

Biasanya, ini terjadi pada bisnis makanan, sebab bisnis ini mengandalkan loyalitas dari konsumen untuk terus dapat bertahan.

7. Strategi Pemasaran Dari Mulut ke Mulut 
Strategi pemasaran juga dapat dilakukan dari mulut ke mulut. Teknik ini tergolong efektif, karena kamu bisa langsung menjelaskan dan berkomunikasi langsung dengan konsumen.

Jika customer membeli produk, kemudian mencobanya dan merasa puas, secara otomatis customer akan memberitahu konsumen lain. Hal ini akan berpotensi menarik konsumen baru, yang tentunya akan menambah pelanggan baru pula.

Jadi, agar produk tetap disukai banyak orang, produsen harus memperhatikan berbagai hal yang disebutkan diatas. Serta penjual juga harus mempertahankan kualitas produk serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen.

Nah, itulah rangkuman mengenai pengertian kelontong hingga beberapa tips dalam membuka usaha toko kelontong dan strategi marketing yang jitu agar usaha toko kelontongmu makin maju dan berkembang.

Sampai saat ini, toko kelontong masih menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan dan memberikan profit yang besar. Namun, kini persaingannya pun semakin ketat, dengan munculnya retail dan berbagai bisnis besar yang memiliki reputasi dan nama baik.

Agar usaha kelontong kamu tetap berkembang dan bertahan, kamu harus memiliki tips dan berbagai sistem marketing yang praktis, efektif, dan efisien. Kamu bisa membaca buku Marketing Revolution Edisi Revisi – Sensation


Jika kamu ingin mencari buku tentang toko kelontong, atau bisnis lainnya, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis : Veronika Novi 

Rujukan:

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

Mau Buka Toko Kelontong? 10 Barang Ini Wajib Ada
Dalam urusan berbelanja, sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengandalkan keberadaan toko kelontong. Biasanya, hal itu karena lebih praktis dan lokasinya dekat dengan rumah. Meski toko online terus menjamur, nyatanya warung kelontong tetap eksis di pasaran. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk merintis usaha rumahan ini, yuk simak barang apa saja yang wajib ada di warung.

Toko Kelontong
1. Sembako
Sembako yang merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok adalah barang-barang yang paling dicari oleh pembeli setiap hari. Jadi, barang-barang ini wajib menjadi barang yang harus kamu jual di warung kelontong. Beberapa barang yang masuk dalam kategori sembako adalah beras, telur ayam, minyak goreng, gula, tepung terigu, dan barang pokok lainnya.

2. Makanan Ringan
Segmentasi toko kelontong tak berbeda jauh dengan minimarket yang menyasar semua pembeli dari berbagai kalangan usia. Khusus untuk menarik anak-anak, sediakan aneka jenis makanan ringan, dari yang rasanya manis hingga gurih. Agar lebih menarik, perhatikan cara menatanya. Biasanya makanan manis seperti permen atau cokelat diletakkan di dekat kasir. 

3. Minuman
Produk minuman di sini bisa berupa air mineral hingga minuman cepat saji, seperti teh seduh dan kopi sachet. Kamu juga bisa menyediakan air mineral dalam galon dari berbagai merek. Biasanya produk ini termasuk salah satu yang paling laris di berbagai warung kelontong. Jangan lupa juga untuk mengecek tanggal kedaluwarsanya; langsung sisihkan bila sudah kedaluwarsa.

4. Perlengkapan Mandi dan Mencuci
Mandi dan mencuci merupakan aktivitas yang rutin dilakukan oleh setiap orang. Nah, untuk bisa melakukan kegiatan tersebut, tentu dibutuhkan barang-barang pokok seperti sabun mandi, pasta gigi, sampo, dan detergen. Sebagai pedagang kelontong, wajib hukumnya untuk menyediakan barang-barang tersebut dari berbagai merek agar pembeli memiliki banyak pilihan.

5. Perlengkapan Rumah Tangga
Setiap rumah tangga tentunya harus memiliki beberapa perlengkapan penunjang kebersihan. Di antaranya seperti ember, kain pel, sapu ijuk, dan lain sebagainya. Nah, barang-barang ini bisa kamu sediakan di warung kelontong. Namun, pastikan kamu memiliki ruang yang cukup untuk meletakan perlengkapan tersebut, ya.

6. Obat-obatan
Obat-obatan di sini termasuk obat-obatan ringan yang dibutuhkan secara berkala. Contohnya seperti minyak kayu putih, obat batuk, obat luka ringan, obat sakit kepala, koyo, dan lain-lain. Sebagai catatan, pastikan kamu hanya menjual obat-obatan yang boleh diperjualbelikan tanpa resep dokter, ya.

7. Bumbu Dapur
Kamu pasti sudah pernah merasakan gimana rasanya kehabisan bumbu dapur seperti penyedap rasa atau kaldu instan saat sedang memasak.  Bahan-bahan ini termasuk yang paling cepat habis tanpa kamu sadari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kamu bisa menyediakan bumbu-bumbu dapur di toko kelontong yang kamu kelola. 

Meskipun bergerak di sektor informal dan berskala UMKM, mengelola warung kelontong pun harus dilakukan secara profesional. Hal ini perlu dilakukan agar usaha warung kamu bisa berkembang dengan baik dan mendapatkan keuntungan yang bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari.

Pengelolaan warung kelontong secara profesional ini harus dilakukan secara menyeluruh. Artinya, mulai dari mengatur tampilan warung, mencari pemasok barang, cara menyimpan produk, sampai melakukan kegiatan promosi harus diperhatikan baik-baik. Namun, salah satu kegiatan terpenting yang sering kali disepelekan adalah bagaimana mengelola keuangan warung dengan baik benar.

Nah, kali ini kami akan membagikan tips-tips bagaimana mengelola keuangan warung secara profesional.

Baca juga: Cara Melihat Laporan Warung
Mengenal Istilah Cash Flow Warung Kelontong

Sebelum mengetahui tips-nya, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan warung. Pada dasarnya manajemen keuangan ini berkaitan erat dengan cash flow, yaitu pengeluaran dan penerimaan uang kas dalam periode waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan.

Manajemen keuangan yang bagus bisa dilihat dari pencatatan cash flow yang detail. Untuk bisa mengetahui keuntungan atau kerugian sebuah usaha bisa dilihat dari pencatatan cash flow ini. Jika penerimaan lebih besar daripada pengeluaran, artinya cash flow kamu positif dan hitungan profit bisnis kamu bisa dilihat dari sana.
Tips Mengelola Keuangan Warung Kelontong

Meskipun dibuat secara profesional, mengelola keuangan warung kelontong sebenarnya mudah untuk dilakukan. Berikut adalah tips-tipsnya.

Baca juga: Fitur Kasir: Bikin Pembukuan Warung Jadi Lebih Mudah!

1. Selalu mencatat pembukuan
Langkah ini sangat penting dilakukan agar kamu memiliki catatan yang jelas tentang pengeluaran dan pemasukan dari warung. Buat catatan ini menjadi setidaknya tiga bagian, yaitu pemasukan, pengeluaran, dan piutang.

Lewat catatan pembukuan ini jugalah kamu akan mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang performa keuangan warung sehingga bisa dengan mudah melakukan evaluasi dan perencanaan pengembangan warung ke depannya.

2. Pisahkan rekening pribadi dan rekening warung
Kesalahan para pemula yang masih sering sekali dilakukan. Penggabungan antara rekening pribadi dan rekening warung akan menimbulkan bias pencatatan pada akhirnya. Kamu tidak bisa melihat dengan jelas mana yang merupakan pengeluaran pribadi dan mana yang menjadi pengeluaran untuk warung.

Pemisahan rekening ini bisa membuat pembuatan laporan keuangan menjadi lebih mudah dan efisien karena kamu bisa langsung mencetak rekening koran dari rekening warung untuk melihat arus kas yang masuk/keluar lalu dicocokan dengan catatan pembukuan di luar rekening koran.

Baca juga: Mengenal Stock Opname dan Cara Melakukannya

3. Tempo waktu piutang
Kasbon (hutang) seringkali menjadi kejadian yang tidak bisa dihindari saat usaha warung kelontong. Namun, terkadang kasbon bisa dijadikan strategi tersendiri untuk bisa mendapatkan pelanggan. Oleh karena itu, agar kasbon ini tidak menjadi malah beban, kamu perlu menerapkan manajemen kasbon yang baik.

Terapkanlah batas waktu maksimal bagi para pelanggan yang melakukan kasbon di warung. Dengan piutang yang berjalan lancar, dapat memudahkan kamu untuk memutar kembali kas yang masuk untuk dibelikan barang-barang lainnya.

4. Manajemen barang
Untuk bisa mendapatkan hasil laporan keuangan yang positif kamu juga perlu memperhatikan manajemen barang yang bagus. Jangan terlalu menumpuk terlalu banyak barang dalam satu waktu yang bersamaan. Kamu harus memiliki proyeksi berapa lama barang tersebut akan laku terjual.

Penumpukan barang bisa membuat gudang menjadi penuh dan jika tidak laku terjual malah akan membuat barang tersebut kadaluarsa dan pada akhirnya akan mencatatkan kerugian. Lebih baik jika kamu memperbanyak variasi barang daripada menumpuk satu jenis barang tapi dengan proyeksi yang masih belum jelas.

Selain itu, kamu juga perlu menerapkan sistem first in first out saat ingin menawarkan barang. Hal ini sangat berguna untuk mencegah barang menjadi rusak hanya karena terlalu lama disimpan.

Baca juga: 5 Tips Mengelola Kasbon Agar Keuangan Tetap Lancar

5. Buat persentase profit
Sebagai sebuah bisnis, tentunya warung menjadi usaha yang bisa diharapkan untuk memberikan keuntungan secara finansial. Agar lebih fair, kamu perlu melakukan pembagian profit ini berdasarkan persentase.

Setidaknya ada tiga pembagian yang bisa kamu lakukan dari profit yang didapatkan ini. Pertama adalah untuk operasional warung, mulai dari membeli barang, bayar listrik dan yang lainnya. Kedua, untuk rencana pengembangan warung. Dan yang terakhir adalah untuk pendapatan kamu sendiri.

Mengelola keuangan warung ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan periodik agar kamu bisa mendapatkan gambaran secara seutuhnya tentang performa dari warung kelontong yang dikelola. Disiplin terhadap diri sendiri menjadi kunci untuk bisa menjalankan hal ini.

Tips-tips di atas bisa kamu jalankan agar bisa mengelola keuangan warung dengan baik, untuk mempermudahnya kamu bisa gabung bersama Mitra Bukalapak sekarang juga dan manfaatkan fitur-fitur yang berguna di dalamnya agar warung kamu bisa naik kelas!

Di Mitra Bukalapak, kamu bisa bebas berjualan apa saja sesuai dengan yang kamu inginkan mulai dari usaha mendirikan toko kelontong, menjadi agen tiket, memulai bisnis ekspedisi dan PPOB online, bahkan hingga merasakan mudahnya jualan emas.

Warung kelontong memang lekat dengan industri rumahan yang identik dengan pola usaha yang tradisional. Namun, inovasi pun tetap harus dilakukan para pelaku warung kelontong agar tetap bisa bersaing dengan warung modern. Apalagi pandemi yang tak kunjung usai ini menuntut kita semua harus tetap kreatif dalam merespon situasi yang ada untuk bisa bertahan hidup.

Pembatasan aktivitas orang-orang secara langsung juga bisa berefek pada penjualan warung kelontong. Oleh karena itu, kita harus berpikir cermat dan inovatif untuk bisa melihat peluang dari setiap keterbatasan ini.

Baca juga: Tips Menjalankan Usaha Toko Kelontong di Tengah Pandemi
Inovasi-inovasi Warung Kelontong Saat Pandemi

Hal yang perlu diperhatikan baik-baik adalah bagaimana perubahan pola masyarakat dalam menjalani kehidupan mereka. Apa yang mereka dibutuhkan bisa saja berubah saat pandemi seperti ini. Nah, untuk memberi pencerahan, inilah beberapa inovasi yang bisa kamu lakukan sebagai penggiat warung kelontong.

1. Layanan pengiriman barang
Mobilitas yang dibatasi tentunya akan mengurangi jumlah pengunjung warung secara signifikan, meskipun mereka sudah berstatus langganan. Nah, untuk mengantisipasinya kamu bisa memberikan layanan pengiriman barang kepada para pelanggan.

Untuk memulai tentunya kamu harus menawarkan fasilitas ini secara langsung menghubungi satu per satu atau memberikan pengumuman di spanduk warung. Agar tidak terlalu berat, batasi jarak pengiriman misalnya hanya dalam radius 3 KM sampai 5 KM. Berikan juga minimal pembelanjaan agar ongkos pengantaran tidak lebih besar dari barang yang diantarkan.

Baca juga: Mengenal Manajemen Keuangan Warung Kelontong

2. Hadirkan pembayaran digital
Transaksi secara kas tidak disarankan saat ini karena bisa menjadi sarana pengantaran virus lewat uang tunai. Oleh karena itu, kamu bisa mulai beralih ke pembayaran digital. Saat ini sudah banyak sekali tersedia sarana pembayaran digital yang bisa dilakukan dengan mudah, mulai dari QRIS, transfer dompet digital, sampai transfer melalui mobile banking.

Dengan peralihan ini, pelanggan juga akan lebih nyaman saat berbelanja di warung kamu karena sudah menaati protokol kesehatan dengan menghadirkan pembayaran secara cashless.

Baca juga: Transaksi Non Tunai Pakai QRIS

3. Membuat paket barang
Saat ini banyak penderita Covid 19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Tentunya mereka pun membutuhkan barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari. Nah, kamu bisa membuat penawaran berupa paket barang-barang, seperti paket isoman (berisi vitamin, makanan cepat saji, sembako, dll) atau paket untuk keperluan mandi.

Dengan membuat penawaran secara paket ini, pelanggan akan terasa sangat dimudahkan karena bisa mendapatkan barang-barang kebutuhannya dengan mudah.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Pendapatan Warung Kelontong

4. Jeli melihat kebutuhan
Warung kelontong identik dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sembako, mie instant, kopi sachet, sabun mandi dll. Tak ada yang salah dengan itu, tapi saat ini kebutuhan masyarakat juga bertambah dan kamu harus jeli melihat peluang ini.

Untuk bisa memanfaatkannya, kamu bisa mulai dengan menghadirkan barang-barang lainnya seperti masker, sabun pencuci tangan, multivitamin, jamu kesehatan, sampai vitamin C. Barang-barang tersebut sudah menjadi kebutuhan primer pada masa pandemi seperti sekarang.

Baca juga: Tips Membuka Toko Kelontong dan Barang Apa Saja yang Laku Dijual

5. Retur barang
Jarang ada warung kelontong yang berani untuk menerapkan retur saat barang yang diterima oleh pembeli rusak. Layanan ini akan membuat warung menjadi lebih kredibel dan bisa dipercaya karena berani untuk menghadirkan layanan retur barang.

Di sisi lain, pembeli pun akan merasa lebih terjamin dengan kualitas barang-barang yang dihadirkan oleh warung kamu. Rasa percaya dan loyalitas mereka pun akan tercipta dengan sendirinya.

Bukalapak sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia pun terus mendukung warung untuk berinovasi dengan cara yang mudah. Salah satunya adalah dengan bergabung bersama Mitra Bukalapak yang menghadirkan berbagai macam inovasi digital yang bisa membuat warung kamu naik kelas. Yuk bergabung bersama Mitra Bukalapak sekarang juga dan rasakan inovasi-inovasi yang bermanfaat di dalamnya!

Warung/toko online dan offline yang Anda jalankan pasti sangat tergantung pada pelanggan (pembeli). Tanpa pelanggan, tidak ada penjualan, dan tanpa penjualan, usaha anda pasti akan gulung tikar. Tapi bagaimana cara menarik pelanggan agar mau belanja ke toko Anda?

1. Kombinasikan antara toko offline dan online

Kombinasi antara toko offline dan online merupakan strategi pemasaran yang tepat untuk peritel. Untuk toko online, penjual harus memaksimalkan semua platform digital mulai dari aplikasi toko online seperti Bukalapak, media sosial, hingga website.

2. Beli secara online, pengambilan di toko

Meskipun e-commerce di era modern ini terus tumbuh dan semakin besar, namun menurut entrepreneur.com, penjualan offline masih 10 kali lebih besar dibandingkan dengan penjualan online. Karena itu, membuka warung tetap bisa menjadi pilihan usaha untuk digeluti. Kabar baiknya, warung sederhana sekalipun bisa menawarkan pembelian barang secara online di Bukalapak dan barangnya diambil sendiri ke lokasi pelapak.

Baca juga : Tips Mengatur Modal Usaha Agar Tidak Bangkrut

3. Gencar berpromosi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan toko offline maupun online. Mulai dari memanfaatkan media sosial seperti Facebook,Twitter, atau Instagram hingga menggunakan aplikasi Chatting seperti WhatsApp.

Agar calon konsumen lebih mudah membaca promo yang Anda tawarkan melalui sosial media ataupun status whatsapp, cobalah untuk memanfaatkan fitur Sebar Poster dari Mitra Bukalapak. Dengan menggunakan poster, calon konsumen akan lebih mudah menerima informasi, desainnya menarik sehingga mudah dibaca dan diingat, serta bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan branding toko Anda.

Baca juga : 7 Ide Usaha Rumahan Yang Bisa Kamu Coba

4. Cocokan harga offline dengan online

Konsumen modern semakin cerdas. Mereka seringkali membandingkan harga di toko online dengan offline sebelum memutuskan untuk membeli. Jika harga yang ditawarkan oleh toko konvensional tidak jauh berbeda dengan toko online, konsumen tidak keberatan dan kadang justru lebih suka berbelanja secara offline. Karena itulah, setiap pemilik toko perlu mencocokkan harga offline dengan online agar tidak ada diferensiasi harga yang terlalu mencolok.

5. Tingkatkan daya tarik toko

Menarik pelanggan agar mau berbelanja di toko juga bisa dilakukan dengan meningkatkan daya tarik toko itu sendiri. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tarik toko diantaranya adalah:

  1. Menawarkan produk dengan harga terjangkau
  2. Menyediakan barang dagangan yang lengkap
  3. Memajang barang-barang yang sering dibutuhkan di bagian depan agar mudah terlihat dari jalan
  4. Memasang poster promo yang mudah dibaca dan menarik. Seperti yang disampaikan di atas, desain poster bisa dibuat dengan memanfaatkan fitur gambar poster pada aplikasi Mitra Bukalapak

Baca juga : Cara Buka Usaha Warung Dengan Modal Kecil

7. Lengkapi barang dagangan

Menambah list daftar barang dagangan adalah cara lain untuk menarik konsumen agar mau berbelanja di toko anda. Karena semakin lengkap barang yang dijual di toko, maka akan semakin besar peluang menggaet pelanggan baru mempertahankan pelanggan lama.

8. Buka lebih awal dan tutup lebih akhir

Untuk toko offline, buka lebih awal di pagi hari dan tutup lebih akhir di malam hari adalah strategi yang efektif untuk menarik pembeli. Pasalnya, tidak sedikit orang yang membutuhkan sesuatu dan ingin berbelanja di pagi hari belum berangkat kerja atau di malam hari sebelum beristirahat.

Baca juga : Cari Ide Untuk Usaha Sampingan? Coba Jualan Produk Virtual Yuk!

9. Daftarkan toko Anda di Google Maps

Ada tiga keuntungan utama mendaftarkan toko di Google Maps. Pertama, calon pembeli bisa mengetahui bahwa ada toko (Anda) yang menjual barang yang mereka butuhkan. Kedua, kredibilitas toko akan meningkat. Dan yang ketiga, konsumen bisa dengan mudah menemukan toko dengan bantuan navigasi yang telah tersedia di Google Maps. Selain mendaftar di Google Maps, jangan lupa juga mendaftarkan toko di Google Bisnisku agar lebih mudah menarik pelanggan.

10. Jual virtual produk

Di era digital seperti saat ini, produk virtual semakin banyak dibutuhkan. Beberapa contoh produk virtual yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat diantaranya adalah, pulsa seluler, paket data, token listrik, voucher game, hingga voucher streaming. Kabar baiknya, produk virtual bisa dengan mudah dijual karena telah tersedia aplikasi seperti Mitra Bukalapak, yang akan memudahkan pedagang melakukan transaksi jual-beli produk virtual.

Tips Membuka Toko Kelontong dan Barang Apa Saja yang Laku Dijual

Di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang ini, banyak orang yang mulai mencari penghasilan tambahan. Selain tentunya untuk menambah penghasilan, langkah ini diambil sebagai preventif jika sewaktu-waktu terkena PHK oleh kantornya. Tak heran jika sekarang ini banyak orang yang mulai berjualan makanan, minuman atau sekadar menjadi reseller di marketplace.

Saat semua berjualan di platform online, sebenarnya masih ada usaha offline yang menarik untuk dilakukan karena profitnya cukup menjanjikan. Usaha tersebut adalah membuka toko kelontong. Ingat, masih ada orang yang lebih suka belanja secara offline daripada online karena beberapa alasan.

Nah, jika kamu tertarik untuk membuka toko kelontong secara kecil-kecilan, tapi menguntungkan, simak terus tulisan ini sampai akhir ya.
Tips Sukses Usaha Toko Kelontong

Membuka toko kelontong sebenarnya tidak perlu membutuhkan modal yang besar. Kamu bisa memulai dengan modal yang kecil dengan perhitungan yang tepat. Nah, agar toko kelontong kamu bisa cuan, simak tipsnya berikut ini.

Baca juga: Tips Menarik Pembeli ke Toko Anda

1. Riset kebutuhan pasar

Hal pertama yang harus dilakukan adalah riset kebutuhan pasar. Daripada sekadar nongkrong-nongkrong gosipin tetangga lebih baik kamu coba kulik apa saja sih barang-barang yang dibutuhkan oleh tetangga kamu sehari-harinya.

Biasanya barang yang muncul adalah barang-barang yang sifatnya cepat habis dan dibutuhkan secara terus menerus (fast moving) seperti sabun, shampo, pasta gigi, galon air mineral dan yang lainnya.

Langkah ini juga perlu dilakukan agar barang-barang yang dijual di toko setidaknya sudah punya pasarnya sehingga kamu tidak perlu berspekulasi lagi.

2. Menentukan besaran modal

Setelah mengetahui barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, penentuan modal awal dapat lebih mudah untuk ditentukan. Modal awal ini bisa digunakan untuk membeli barang-barang fast moving tersebut karena proyeksi keuntungan sudah bisa didapatkan.

Keuntungan dari modal awal ini nantinya bisa kamu gunakan untuk mengembangkan toko kelontong untuk menghadirkan variasi barang. Selain pada barang yang dijual, kamu juga perlu menyiapkan modal untuk perlengkapan toko seperti meja, etalase, kursi, kalkulator dan yang lainnya. Jangan lupa juga untuk menganggarkan biaya tak terduga untuk keperluan yang sifatnya mendadak seperti kerusakan pada toko atau iuran-iuran lingkungan.

Baca juga: 5 Cara Berinovasi dalam Usaha Warung Kelontong Pada Era Pandemi

3. Posisi yang strategis

Penentuan letak toko kelontong juga bisa menjadi faktor penting sukses atau tidaknya usaha kamu ini. Untuk menentukan letak toko ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti target pasar, biaya sewa, lokasi kompetitor dan yang lainnya.

Jika memang memungkinkan, tak ada salahnya untuk membuka toko kelontong di area rumah sendiri. Selain menghilangkan biaya sewa, kamu juga bisa lebih mengenal lingkungan dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Ingat di saat pandemi ini, orang lebih suka berbelanja dengan jarak yang lebih dekat daripada harus jauh-jauh dari rumah sendiri.

4. Sediakan gudang

Agar tetap terjamin kualitasnya dan tidak mudah rusak, kamu perlu menyiapkan ruang sebagai gudang penyimpanan barang-barang toko. Selain mencegah kerusakan, gudang juga diperlukan untuk menyimpan stok barang agar selalu tersedia saat dicari oleh pelanggan. Lakukan juga perawatan rutin terhadap gudang setidaknya seminggu sekali untuk membersihkan debu atau hama seperti kutu dan yang lainnya.

5. Mencari distributor barang yang tepat

Keuntungan yang didapatkan dari toko kelontong adalah selisih harga barang saat dibeli dan dijual kembali ke pelanggan. Lakukan riset dan survei tentang daftar distributor grosiran ini, carilah yang menawarkan harga paling murah dan barang-barangnya berkualitas. Pilih juga distributor yang mudah untuk diajak berkomunikasi agar usaha kamu tetap lancar ke depannya. Jika telah menemukan yang tepat, ajukan diri menjadi agen dari distributor tersebut agar bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan lainnya.

Baca juga: Mengenal Manajemen Keuangan Warung Kelontong

6. Berikan promosi dan layanan ekstra terhadap pelanggan

Pelanggan tentunya akan sangat senang saat mendapatkan promosi dan layanan yang ekstra dari kamu. Mulailah dengan promosi harga yang bisa dilakukan dengan harga paket. Misalnya kamu buat sendiri paket keperluan mandi yang harga bisa lebih murah dibandingkan dibeli secara satuan.

Untuk layanan, kamu bisa memberikan layanan pesan antar ke rumah para pelanggan. Biasanya, layanan ini bisa dilakukan untuk barang-barang seperti galon air mineral atau gas elpiji untuk keperluan masak.
Daftar Barang-barang yang Bisa Dijual di Toko Kelontong

Bingung mau jualan apa saja di toko kelontong kamu? Jangan khawatir, kami punya daftarnya di bawah ini.

1. Sembako

Tak heran jika sembilan bahan pokok menjadi barang yang paling dicari oleh orang-orang dan wajib menjadi barang yang kamu jual di toko kelontong. Selain mudah didapatkan, sembako termasuk ke dalam kategori fast moving karena pasti dikonsumsi oleh orang-orang setiap harinya. Barang-barang yang termasuk ke dalam sembako antara lain adalah beras, minyak goreng, gula, telur ayam, daging, dan sayuran.

2. Perlengkapan mandi dan mencuci

Mandi dan mencuci pakaian menjadi hal yang rutin dilakukan oleh orang-orang. Untuk bisa melakukan aktivitas tersebut tentunya diperlukan barang-barang seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, sampai sabun cuci. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sediakan barang-barang tersebut dengan variasi merek yang berbeda karena setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing soal merek ini.

Baca juga: Mengenal 5 Masalah Utama Warung Kelontong dan Cara Mengatasinya

3. Minuman

Minuman di sini bisa berupa produk jadi ataupun minuman cepat saji. Produk jadi antara lain adalah air mineral, minuman berasa, sampai minuman bersoda. Sementara itu, minuman cepat saji adalah kopi sachet, teh seduh, sampai susu kental manis atau bubuk.

Selain kemasan kecil, kamu juga bisa menyediakan galon air mineral agar orang-orang yang membutuhkannya tidak perlu mencari di lokasi yang jauh dari rumahnya. Pastikan juga tanggal kadaluarsa dari minuman kemasan yang dijual, segera sisihkan jika sudah melewati tanggal kadaluarsanya.

4. Makanan ringan

Selain minuman, tentu saja kamu bisa menjual makanan ringan sebagai pelengkap. Target pasar dari makanan ringan ini adalah anak-anak karena mereka doyan ngemil. Kamu bisa sediakan makanan ringan dari yang rasanya asin sampai yang manis. Sama seperti minuman, perhatikan juga tanggal kadaluarsa dari makanan-makanan ini ya.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Pendapatan Warung Kelontong

5. Obat-obatan

Barang lainnya yang bisa kamu sediakan di toko adalah obat-obatan. Obat-obatan di sini tentunya berbeda dengan yang di apotek karena hanya tergolong obat-obatan ringan. Misalnya seperti obat luka, minyak kayu putih, minyak angin, obat batuk, obat sakit kepala, koyo, bedak dan yang lainnya. Pastikan kamu menjual obat-obatan yang memang bisa diperjualbelikan secara bebas ya.

6. Perlengkapan rumah tangga

Well, setiap rumah pastinya harus tersedia selalu perlengkapan seperti sapu ijuk, kain pel, ember, busa cuci dan yang lainnya. Nah, daripada repot-repot menjadi ke minimarket, kamu bisa menyediakannya di toko kelontong.

Namun, barang-barang seperti ini rata-rata berukuran yang tidak kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyesuaikan penyediaan barangnya dengan ruang yang kamu miliki di toko ya.

7. Bahan-bahan memasak

Hal yang paling dibenci saat memasak adalah kehabisan bahan-bahan seperti kecap, penyedap rasa, atau bumbu-bumbu lainnya. Sayangnya, bahan-bahan ini seringkali habis tanpa disadari. Nah, untuk mengantisipasi hal-hal ini kamu bisa sediakan bumbu dapur seperti kecap, penyedap rasa, bumbu instan dan yang lainnya di toko kamu.

Baca juga: Tips Menata Toko Kelontong Agar Lebih Menarik Pembeli

8. Gas elpiji

Selain bahan-bahan memasak, perlengkapan dapur lainnya yang tidak ada semacam notifikasi kalau sudah mau habis adalah gas elpiji. Padahal perlengkapan ini sangat vital untuk memasak dan bobotnya cukup berat untuk dibeli langsung ke mini market yang jaraknya jauh. Nah, kamu bisa menyediakan layanan gas elpiji ini sekaligus menyediakan layanan pengantaran agar memudahkan pelanggan dalam membelinya.

9. Perlengkapan tulis menulis

Perlengkapan tulis menulis seperti pensil, pulpen, kertas dan yang lainnya juga bisa kamu sediakan di toko. Barang-barang seperti ini tak hanya dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang sekolah saja, tapi bisa saja dibutuhkan mereka yang sudah dewasa untuk urusan pekerjaan mereka. Selain itu, kamu juga bisa menyediakan materai untuk langkah selanjutnya.

10. Barang-barang yang lainnya

Jika sudah memiliki barang-barang tersebut, kamu bisa menyediakan barang lainnya berdasarkan peluang yang ada. Misalnya, di sekitar toko kamu tidak tersedia mini market, sedangkan permintaan akan top up digital cukup tinggi, kamu bisa menyediakan layanan ini di toko kamu.

Hal yang perlu kamu ingat adalah, kebutuhan orang-orang pasti akan selalu ada dan berkembang. Kamu hanya perlu jeli melihat peluang ini dan terus melakukan survei barang-barang apa saja yang diperlukan oleh mereka.

Ini Bosku! Apa Itu Toko Kelontong? Inilah Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Bagi generasi 90-an, pastinya kamu tidak asing lagi dengan toko kelontong, bukan? Atau dulu, mungkin kamu sering disuruh berbelanja di sana oleh orang tuamu. Meski hal ini umum dirasakan oleh anak di generasi tersebut, namun tidak dengan kamu yang lahir di era tahun 2000-an, atau yang disebut dengan Generasi Z.

Sebenarnya, hal tersebut wajar-wajar saja. Sebab, di era saat ini, kehadiran minimarket memang membuat eksistensi toko kelontong menurun. Tapi, bukan berarti keberadaannya hilang begitu saja. Justru, beberapa kalangan seperti ibu-ibu masih setia dan lebih suka berbelanja ke di sana karena dianggap lebih murah dan lengkap.

Nah, untuk kamu yang belum tahu apa itu toko kelontong, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Toko Kelontong?

Toko kelontong atau warung banyak ditemukan di Indonesia
Toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Selain itu, jenisnya pun beragam dan lebih lengkap. Produk yang dijual biasanya peralatan dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, bumbu dapur, peralatan mandi, sabun mencuci pakaian, pembersih rumah, dan lain sebagainya.

Toko kelontong termasuk ke dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pernah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia saat krisis 1989. Bisa dibilang, kala itu UMKM menjadi penyelamat krisis. Bahkan, menjadi salah satu UMKM yang berkembang pesat.

Dari masa ke masa, peminat toko kelontong tetap bertahan dan setia berbelanja di sana. Bukan hanya soal harga, faktor kenyamanan juga menjadi salah satu alasan lainnya. Biasanya, pembeli bisa saling berinteraksi dan mengobrol dengan pemilik toko.

Bahkan, jika sudah kenal dekat, tidak jarang pemilik toko memberikan harga spesial dan memberi tempo waktu pembayaran. Saat hari raya tiba, pemilik toko juga kerap memberi THR berupa sirup atau biskuit kepada pelanggannya. Pengalaman ini tentu tidak bisa didapatkan jika berbelanja di minimarket atau toko swalayan modern.

Baca Juga: Tips Membuka Toko Kelontong dan Barang Apa Saja yang Laku Dijual.

Arti Kata Kelontong

Dilansir dari KBBI, kata kelontong memiliki dua arti, yaitu alat kelentingan atau alat yang biasa dibunyikan oleh penjual atau pedagang tempo dulu. Alat ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian para pembeli.

Sedangkan arti kedua, kata kelontong diambil dari barang-barang keperluan sehari-hari, seperti alat mandi, cangkir, mangkuk, dan yang lainnya.

Pedagang kelontong sendiri diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 lalu. Mereka menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, kebutuhan pokok seperti beras, hingga bumbu dapur. Saat itu, kebutuhan-kebutuhan ini kebanyakan memang dijual oleh para pedagang Tionghoa.

Awalnya, mereka tidak memiliki toko. Mereka justru menjual dagangannya dengan berkeliling membawa kelontongan. Lambat laun, akhirnya banyak yang memilih untuk membuka tempat usaha sendiri secara permanen, seperti mendirikan toko atau ruko.

Toko kelontong biasanya berada di lingkungan perumahan atau pemukiman penduduk. Hal inilah yang menjadi pilihan utama masyarakat sekitar karena dianggap lebih dekat dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Dari jenisnya sendiri, toko kelontong terbagi menjadi dua, yaitu toko kelontong eceran dan agen grosir.
Perbedaan Toko Kelontong Eceran dan Grosir
Ini perbedaan toko kelontong dan grosir
Dari produk-produk yang dijual, keduanya memiliki jenis produk yang tidak jauh berbeda. Kebanyakan memang adalah sembako dan kebutuhan rumah tangga. Perbedaan pertama dari keduanya adalah jenis pembeli dari masing-masing toko.

Untuk toko kelontong eceran, pembelinya adalah konsumen atau pengguna langsung. Biasanya, pembeli ini adalah kalangan rumah tangga.

Sedangkan untuk toko kelontong grosir, pembelinya adalah pemilik toko-toko kecil. Toko-toko kecil ini akan membeli secara grosir kemudian menjualnya kembali ke konsumen dengan cara diecer. Nah, toko inilah yang disebut dengan toko kelontong eceran.

Suplai barang yang diterima oleh toko kelontong grosir biasanya datang langsung dari distributor atau produsen produk itu sendiri. Biasanya, mereka juga akan membeli dalam jumlah besar. Maka tak heran, modal untuk membuka toko kelontong grosir pun jauh lebih besar.

Toko kelontong eceran biasanya mengambil keuntungan antara 10-30 persen. Sedangkan, toko kelontong grosir mengambil keuntungan lebih kecil, bahkan tidak lebih dari 10 persen. Jenis toko ini memang lebih mengutamakan kuantitas barang yang terjual, sehingga meski keuntungannya kecil, namun bisa tertutupi oleh besarnya perputaran produk yang terjual.

Baca Juga: Mengenal Manajemen Keuangan Warung Kelontong.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu toko kelontong. Meski kamu sudah tahu atau pernah berbelanja di toko kelontong, namun banyak juga yang belum tahu arti dan dari mana kata kelontong itu muncul.

Untuk kamu yang dulu sering berbelanja di toko ini, mungkin bisa sesekali kembali berbelanja di sana. Pastinya bisa membuat kamu bernostalgia kembali. Bahkan, bisa juga lho menjadi inspirasi ide bisnis. Siapa tahu kamu tertarik ingin membuka usaha toko kelontong sendiri.
 


Seiring dengan kemajuan peradaban dan modernisasi yang terus berubah, tentunya sebagai seorang entrepreneur kita perlu memikirkan cara-cara lain agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, mengikuti lifestyle yang terjadi atau setidaknya bertahan pada kemajuan zaman yang terus berubah Untuk itu, diperlukan sebuah strategi yang tepat dan solutif bagi permasalahan tersebut. Memiliki tidak hanya satu jenis usaha merupakan salah satu solusi yang tepat. Karena jika hanya memiliki satu jenis usaha, dan ketika usaha tersebut bangkrut, maka akan terjadi kegagalan karena usaha tersebut merupakan satu-satunya usaha yang dimiliki. Namun lain cerita apabila memiliki tidak hanya satu, melainkan beberapa jenis usaha lain nya. Usaha lain tersebut tidak harus merupakan jenis usaha yang besar yaitu dengan modal besar dan keuntungan yang besar. Anda dapat mulai membuka usaha kecil-kecilan.

Usaha kecil-kecilan ini banyak sekali macam nya, dapat dijalankan dimana saja, dan oleh siapa saja. Banyak sekali keuntungan dari memiliki usaha kecil-kecilan ini. Antara lain adalah keuntungan bagi seseorang yang ingin menambah uang saku bagi pelajar, dapat membantu ekonomi keluarga untuk ibu rumah tangga, untuk sampingan, dan lain sebagainya. Seperti yang dapat dilihat, usaha kecil-kecilan ini dapat dijalankan oleh siapa pun. Baik oleh golongan remaja, maupun ibu rumah tangga.

Dari beberapa jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan, biasanya yang paling diminati adalah jenis usaha kecil-kecilan yang menguntungkan, yang menjanjikan, serta yang laris dan cocok untuk pemula.

Definisi Usaha Kecil-Kecilan

Usaha kecil-kecilan memiliki pengertian yaitu jenis usaha yang memiliki jumlah pekerja kurang atau tidak lebih dari 50 orang. Usaha kecil-kecilan merupakan usaha milik perseorangan, bukan milik suatu badan atau sebuah organisasi yang besar. Perusahaan perseorangan ini dipimpin oleh satu pemilik tunggal atau individu yang mengatur perusahaan secara mandiri dan berhak atas keputusan-keputusan yang diambil dalam bisnis tersebut. Bisnis ini pada umumnya mencakup usaha dagang atau memulai dengan skala satu bisnis yang kecil. Modal untuk memulai bisnis kecil-kecilan ini juga hanya dari satu orang saja. Sehingga terdapat kebebasan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha kecil-kecilan. Peluang ini terbuka bebas, dapat berkembang, serta tidak ada batasan apapun untuk mendirikannya.

Seluruh keuntungan perusahaan perseorangan tentu menjadi milik mutlak pelaku bisnis tersebut. Namun, tentu saja tanggung jawab atas semua kewajiban pembayaran perusahaan dan hutang perusahaan juga menjadi tanggung jawab pelaku bisnis perseorangan tersebut.

Selain kelebihan dan kekurangan mengenai usaha kecil-kecilan atau jenis perusahaan perseorangan, menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 yang dimaksud dengan usaha kecil adalah jenis usaha yang memiliki keuntungan bersih paling banyak sebesar Rp. 200.000.000,00 dimana jumlah tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan. Kemudian yang termasuk ke dalam usaha kecil-kecilan adalah jenis usaha yang memiliki penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00.

Kriteria Usaha Kecil-Kecilan

Kriteria dari jenis usaha kecil-kecilan ini adalah jenis usaha yang memiliki modal yang minim atau bahkan dapat dimulai tanpa modal sekalipun. Jenis usaha kecil-kecilan ini paling cocok dilakukan untuk pemula bisnis yang pada umumnya tidak atau belum memiliki keahlian khusus. Kriteria lain dari usaha kecil-kecilan adalah tidak membutuhkan banyak pegawai serta tidak harus memiliki badan usaha.

Kriteria lain dari usaha kecil-kecilan adalah jenis usaha ini ditujukan untuk usaha kecil-kecilan yang tidak memiliki tempat permanen layaknya toko dan restoran. Sehingga apabila tidak memiliki tempat berjualan permanen, keuntungan yang dapat diperoleh adalah untuk berjualan maka usaha Anda terbebas dari pajak. Untuk Usaha Kecil-Kecilan yang tidak memiliki tempat permanen layaknya toko dan restoran untuk berjualan maka usaha Anda terbebas dari pajak
Contoh Ide Usaha Kecil-Kecilan

Berikut ini terdapat beberapa contoh ide jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan baik oleh golongan anak muda atau remaja, atau untuk ibu rumah tangga, sampai dengan jenis usaha kecil-kecilan musiman. Ide-ide jenis usaha tersebut adalah sebagai berikut :

Usaha kecil-kecilan yang cocok untuk pelajar / mahasiswa.

Sebagai pelajar tentu pendidikan dan pelatihan untuk berentrepreneur lebih dini adalah hal yang lebih baik. Selain dapat melatih sikap dan sifat menjadi seorang entrepreneur, memiliki usaha kecil-kecilan pada saat menjadi pelajar atau mahasiswa juga dapat memberikan keuntungan seperti tambahan uang saku. Ide bisnis kecil-kecilan yang cocok bagi pelajar atau mahasiswa antara lain adalah :

Usaha Dropship / Toko Online. Selain tidak memerlukan tempat permanen, usaha ini juga dapat dilakukan disela-sela waktu istirahat sekolah dan kuliah karena bisnis online waktunya lebih fleksibel.
Bisnis Pulsa. Dengan bisnis ini, target pasar sudah jelas dan nyata ada, yaitu teman-teman pelajar dan mahasiswa atau bahkan guru dan dosen.
Usaha Foto Copy. Usaha ini adalah usaha yang paling dicari oleh pelajar dan mahasiswa serta paling laris dan tidak pernah sepi. Karena tugas pelajar dan mahasiswa pasti membutuhkan jasa foto copy.
Franchise Minuman / Jus Buah. Ikut membeli dan membuka franchise minuman memiliki keuntungan target pasar yang jelas dan keuntungan yang menjanjikan.

Usaha Kecil-kecilan yang cocok untuk ibu rumah tangga.

Menjadi ibu rumah tangga, tidak serta merta terkurung dari kreatifitas dan aktifitas berentrepreneurship. Memiliki usaha kecil-kecilan yang dapat dilakukan dirumah, selain dapat membantu perekonomian keluarga, juga dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang. Ide usaha tersebut antara lain adalah :

Usaha Warung Kopi. Memiliki usaha sampingan ini tidak terlalu membuat kuwalahan serta tidak perlu mencari lokasi permanen untuk berjualan, yaitu cukup membuka warung di depan rumah.
Usaha Gorengan. Selain tidak menyita cukup banyak waktu, jenis usaha ini juga dapat memberikan keuntungan yang lumayan baik bagi ibu rumah tangga.
Usaha Laundry. Karena jenis jasa ini banyak dicarai oleh orang lain, maka tidak ada salahnya membuka usaha laundry. Modal yang diperlukan pada awalnya adalah pembelian mesin cuci dan kemudian hanya masalah perawatan dan operasionalnya saja.
Usaha Catering. Jenis usaha ini paling cocok bagi ibu rumah tangga yang memiliki hobi memasak. Karena selain hobi dapat tersalurkan, memiliki usaha katering juga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

Usaha Kecil-kecilan yang menjanjikan di desa/kampung

Jika tinggal di daerah pedesaan/kampung dan bukannya di daerah perkotaan, tidak serta merta menutup kemungkinan untuk membuka usaha kecil-kecilan. Beberapa ide jenis usaha kecil-kecilan yang dapat dilakukan antara lain adalah :

Usaha cetak foto. Di daerah desa, jenis jasa ini masih laris dan masih banyak dicari oleh orang lain. Sehingga jenis usaha ini dapat coba dilakukan.
Usaha warnet. Pada saat ini, semua orang memerlukan internet. Bagi orang yang tinggal di pedesaan, tentu masih sedikit susah mendapatkan signal dan wifi gratis seperti di perkotaan. Maka warnet adalah solusi yang tepat bagi penduduk di daerah pedesaan tersebut.
Usaha ternak. Di daerah pedesaan, lahan untuk menggembala ternak dan mendirikan kandang masih luas. Sehingga tidak akan cemas hewan ternak akan kekurangan makan rumput dan kandang yang sempit.

Usaha kecil-kecilan yang laris di pasar.

Jika ingin berjualan di pasar, maka memiliki usaha kecil-kecilan adalah hal yang paling tepat. Karena pasar adalah tempat berkumpulnya penjual berbagai macam hal dan pembeli akan datang dengan sendiri menacari barang yang dibutuhkannya. beberapa ide bisnis kecil-kecilan untuk berjualan di pasar antara lain adalah sebagai berikut :

Usaha Sembako. Usaha sembako tidak pernah sepi dari pengunjung. Karena pada dasarnya semua orang memerlukan sembako sebagai kebutuhan pokok hidup. Sehingga usaha ini dipastikan akan selalu laris manis hingga tahun-tahun mendatang.
Bisnis Frozen Food. Tawaran lain yang dapat menajdi pilihan jenis makanan yang dapat dijual dipasar adalah makanan beku. Keuntungan dari makanan ini selain tahan lama adalah waktu penyajiannya yang cepat yaitu cukup dengan dikukus maupun digoreng. Tidak heran banyak orang yang mencari jenis makanan beku ini. Alternatif yang baik untuk mendapatkan banyak pembeli adalah dengan menjual frozen food dengan kualitas yang baik, tanpa pengawet, MSG, dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Usaha Musiman.

Jenis usaha yang biasanya terjadi secara musiman atau waktu-waktu tertentu adalah jenis-jenis usaha yang menyesuaikan dengan kejadian yang akan atau sedang berlangsung. Contohnya antara lain adalah sebagai berikut :

Usaha Kue Kering. Usaha ini biasanya menyesuaikan dengan Hari Raya agama-agama tertentu seperti untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim.
Parcel / Souvenir. Parcel biasanya juga banyak dicari sebagai bingkisan Lebaran bagi umat Islam, atau parcel untuk bayi yang baru lahir, menjenguk orang yang sakit, dan lain sebagainya.
Assesoris Natal. Menjelang Natal, pasti banyak orang yang berburu pernak-pernik untuk menghias Pohon Natal dan persiapan Natal yang lainnya. Maka dari itu, aksesoris Natal sangat laris pada saat menyambut perayaan Natal.
Usaha Kembang Api. Kembang api identik dengan perayaan, baik untuk perayaan Hari Raya, perayaan sebuah event atau acara seperti acara konser, dan yang paling besar adalah perayaan Tahun Baru.
Travel dan Tour Guide. Jenis usaha ini menawarkan service berupa pelayanan jasa. Dengan kepercayaan atas service yang baik, maka pelanggan akan kembali datang menggunakan jasa tour travel tersebut. Penggunaan jasa ini biasanya lebih banyak pada musim-musim liburan sekolah, libur weekend, maupun cuti bersama.

Keuntungan Usaha Kecil

Sebagian besar usaha yang besar, pada awalnya dimulai dari jenis usaha yang kecil terlebih dahulu. Memiliki usaha kecil-kecilan memiliki banyak keuntungan. Selain bisa mendapatkan penghasilan tidak hanya melalui satu pintu, yaitu dari satu bisnis saja. Usaha kecil-kecilan ini cocok dilakukan bagi pemula karena mudah dikelola serta jenis usahanya yang ringan dan kecil. Berikut ini adalah beberapa keuntungan menjalankan usaha kecil-kecilan, yaitu :

Memiliki usaha kecil-kecilan tidak memerlukan modal yang besar. Modal sedikit ini dapat dimulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan usaha kecil-kecilan dapat dimulai tanpa modal sekalipun, yaitu melalui sistem toko online / dropship. Melalui industri internet, modal yang diperlukan sedikit, namun dapat menghasilkan keuntungan yang besar.
Memiliki kemampuan untuk bertahan. Pada masa krisis yang terjadi, usaha kecil-kecilan akan tetap mampu membantu menggerakkan perekonomian rumah tangga dan negara.
Lebih cepat memulai. Usaha kecil-kecilan tidak memerlukan waktu lama untuk memulai, karena baik dari modal yang kecil dan usaha yang ringan. Pengambil keputusan dan penanggung jawab merupakan milik perseorangan secara mandiri. Usaha kecil yang segera dimulai juga bermanfaat lebih cepat merespon kebutuhan pasar yang terus berubah-ubah.
Berfokus pada kebutuhan pelanggan. Karena usaha kecil, pelayanan menjadi hal yang sangat penting. Jika service baik, maka konsumen akan datang lagi ke toko Anda.
Berlatih menghadapi dan menyelesaikan tantangan. Karena usah kecil-kecilan memiliki pengurus tunggal, maka semua hambatan merupakan tanggung jawab pemilik untuk dapat diselesaikan.
Lebih fleksibel. Usaha kecil yang mudah beradaptasi dengan kebutuhan pasar juga akan mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru sebagai solusi alternatif bagi kondisi maupun krisis yang terjadi. Usaha kecil-kecilan juga lebih mampu dalam menyesuaikan dengan keadaan.
Dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Usaha kecil-kecilan ini dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan lingkungan.
Mudah berinovasi. Dengan sistem operasional yang dijalankan oleh satu orang, maka akan lebih mudah menjalankan ide seperti pemasaran, dan pengembangan produk. Berbeda dengan perusahaan besar yang lebih lama dalam menjalankan suatu inovasi karena sistem perusahaan yang lebih besar dan kompleks.
Bebas. Pemilik tunggal bebas untuk mengatur strategi bisnis, mengambil keputusan, namun tidak terlepas dari tanggung jawab dan kemampuan dalam menghadapi resiko.

Resiko Umum pada Usaha Kecil

Selain memiliki berbagai keuntungan, memiliki usaha kecil-kecilan juga tidak terlepas dari resiko usaha. Berikut ini merupakan beberapa jenis resiko yang umum terjadi pada usaha kecil-kecilan :

Jalannya bisnis sangat dipengaruhi oleh efektifitas pemilik. Jika pemilik tidak bersungguh-sungguh dan bermalas-malasan pada bisnisnya, maka usaha tersebut juga tidak akan berjalan.
Modal usaha terbatas. Karena terbatas hanya pada satu orang, maka modal usaha pun semakin terbatas.
Lokasi biasanya kurang menguntungkan. Pemilihan lokasi biasanya tergantung pula pada modal yang dimiliki, yaitu untuk biaya sewa toko dan lain sebagainya. Akibatnya, biasanya pemilihan lokasi menjadi kurang strategis.
Kurang bisa mengatur persediaan barang. Kurangnya tenaga untuk mengawasi dan mengatur perputaran barang, biasanya akan berakibat ketidaktahuan dan pencatatan keluar masuk barang yang kurang sistematis.
Umumnya tidak mengadakan pembukaan yang baik. Karena tergolong usaha kecil-kecilan, biasanya tidak menggunakan marketing yang besar pada saat pembukaan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang besar. Maka dari itu pelanggan biasanya kurang mengetahui keberadaan toko atau bahkan tidak tahu bahwa toko tersebut telah resmi dibuka.
Kondisi keuangan usaha bercampur dengan keuangan pribadi pemilik. Usaha kecil-kecilan biasanya tidak terdapat pembagian perhitungan keuangan yang jelas. Bahkan lebih seringnya uang usaha bercampur dengan uang milik pribadi, dan begitu pula sebaliknya. Sebaiknya dilakukan pencatatan dan pembagian keuangan yang jelas agar uang pribadi tidak bercampur dengan keuangan usaha, serta supaya dapat dihitung keuntungan bersih dari usaha tersebut.

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya merupakan hal yang diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang perlu direncanakan dengan baik dan secara terperinci sehingga terbentuk model bisnis yang menjanjikan keuntungan.


Ide Usaha Dagang Modal Kecil

Ide Usaha Dagang Modal Kecil – Kegiatan Berdagang: Pengertian, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis Kegiatan perdagangan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menjanjikan dan memiliki banyak manfaat jika direncanakan dengan matang.

Tentunya perencanaan ini merupakan langkah awal dalam memasuki dunia trading. Anda bisa mulai dengan memikirkan barang apa yang ingin Anda jual, aktivitas apa yang ingin Anda fokuskan.
Ide Usaha Dagang Modal Kecil

Trading akan berjalan lancar jika Anda mengetahui hukum dan tata cara pengelolaan trading. Sebelum memulai trading, Anda bisa belajar tentang manajemen komoditas, cara menghitung untung dan rugi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan trading.
Usaha Makanan Unik Dengan Modal Kecil Dan Jual Makanan Online Yang Laris

Berdagang adalah kegiatan jual beli antara pedagang dan pembeli. Barang-barang yang dijual oleh para pedagang ini berwujud, artinya kita dapat mengalihkan kepemilikan atas barang-barang tersebut.

Kegiatan perdagangan juga mengutamakan keuntungan dari hasil penjualan barangnya. Keuntungan dapat digunakan kembali sebagai modal, biaya distribusi dan biaya operasi. Dapat dikatakan bahwa hasil perdagangan tersebut akan dimainkan untuk tujuan perdagangan dengan perusahaan atau perorangan.

Perusahaan dagang memperdagangkan barang dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi. Barang dagangan adalah hasil perkebunan, pertanian, industri pengolahan dan hasil hutan.

Dalam menjalankan bisnis perdagangan ini, diperlukan strategi untuk mengangkat bisnis tersebut tinggi dan bertahan di tengah persaingan pasar. Peluang bisnis adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis perdagangan ini. Selain itu, persaingan, layanan pelanggan, dan kualitas produk juga penting dalam perdagangan.
Ide Usaha Makanan Rumahan Modal Kecil, Ga Perlu Mahal Mahal

Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan saat menjalankan bisnis perdagangan. Berikut beberapa faktor penting dalam trading.

Tentu banyak pelaku bisnis di dunia trading, tidak hanya Anda. Inilah bahaya yang dihadapi pedagang. Ada banyak persaingan di dunia komersial.

Dalam kasus seperti itu, konsumen memiliki hak untuk mengevaluasi dan memilih produk yang kualitasnya lebih baik daripada pesaing dagang lainnya. Dalam bisnis dagang ini tentunya harus sportif, memberikan yang terbaik untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Apabila hal ini diatur oleh hukum yang berlaku di Indonesia, seperti dalam hal ini, apa yang Gramed dapat pelajari dari buku Hukum Persaingan Usaha di bawah ini.
Ini Dia 5 Peluang Usaha Dagang Yang Potensial Untuk Ibu Rumah Tangga

Semua pengusaha pasti akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Konsumen akan merasa nyaman dan dihargai apabila kualitas pelayanan perusahaan baik.

Ini pasti akan menarik lebih banyak konsumen untuk terus berbelanja di tempat usaha Anda. Konsumen yang pernah berbelanja di tempat usaha Anda tentu akan kembali lagi dan lagi jika merasa telah mendapatkan pelayanan yang baik maka merasa diperhatikan.

Jika Anda telah berhasil mengatasi tingkat persaingan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kemudian tentunya Anda perlu meningkatkan kualitas barang yang Anda jual.

Kualitas barang bagus ini harus diapresiasi. Hindari kesalahan pada produk yang Anda jual. Hanya satu produk cacat yang sampai ke tangan konsumen, yang tentunya berujung pada turunnya kepercayaan konsumen.
Ide Jualan Online Modal Kecil Yang Wajib Anda Pelajari!

Bagi para pebisnis, selektif dan teliti dalam menjual barang. Jangan sampai cacat produk mengecewakan konsumen. Terus tingkatkan kualitas barang secara maksimal untuk menarik konsumen.

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis transaksi perdagangan. Usaha perdagangan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu jenis perdagangan berdasarkan produk yang diotorisasi dan jenis perdagangan berdasarkan konsumen yang dipekerjakan.

Perusahaan dagang yang menjual produk berupa bahan baku sebagai bahan dasar pembuatan produk tertentu atau alat tertentu yang akan diproduksi oleh perusahaan lain. Contohnya termasuk kayu, bahan baku makanan, dan lainnya.

Perusahaan dagang yang menjual produk dalam bentuk barang jadi. Barang ini merupakan produk jadi atau langkah terakhir dalam produksi suatu produk dan siap digunakan oleh konsumen. Contohnya termasuk sepeda, televisi, kursi, meja, dan lainnya.
Jenis Usaha Yang Dibutuhkan Orang Setiap Hari

Sebuah perusahaan dagang yang memasok produk dari pabrik dalam jumlah besar. Barang tersebut kemudian dijual kembali ke pedagang besar melalui laki-laki. Contohnya adalah perdagangan grosir.

Perusahaan dagang ini membeli produk dari pabrik dalam jumlah banyak. Barang tersebut kemudian dijual kembali ke pengecer dengan volume penjualan yang sederhana. Contohnya adalah toko rempah-rempah.

Perusahaan dagang ini berhubungan langsung dengan konsumen tanpa perantara. Konsumen dapat langsung membeli barang secara eceran sesuai kebutuhannya dari produsen. Kita sering memiliki kegiatan seperti itu di lingkungan kita. Contohnya adalah warung, kios, supermarket.

Dalam aktivitas komersial, Anda harus memiliki lisensi untuk mendirikan perusahaan. Apalagi jika perusahaan dagang yang didirikan cukup besar. Untuk mendapatkan izin usaha, Anda harus mendaftarkan kegiatan komersial Anda.
Bisnis Online Modal Kecil? Temukan 7 Ide Bisnis Menarik!

Surat izin untuk melakukan kegiatan niaga ini disebut SIUP (surat izin kegiatan niaga). SIUP ini merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh badan usaha atau perorangan yang ingin melakukan kegiatan niaga.

Kalaupun hanya pedagang skala kecil daerah, mereka harus memiliki surat izin usaha atau SIUP. Pemegang SIUP tidak selalu harus pedagang besar, namun aturan ini berlaku untuk semua jenis pedagang.

Bisnis memasak ini cukup mainstream, namun tidak akan ada kekurangan peminat di bisnis ini. Seperti yang kita tahu, seni adalah kebutuhan manusia akan makanan. Food court akan selalu penuh, dan makanan yang dijual rasanya enak.

Selain rasa yang enak, makanan yang inovatif juga menjadi kunci dalam bisnis kuliner ini. Munculkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk bisnis kuliner yang ingin Anda bangun. Ciptakan menu dan dekorasi kreatif yang sesuai dengan konsep bisnis kuliner Anda.
Bisa Dicoba, 10 Ide Jualan Makanan Online Modal Kecil

Sekarang sudah banyak perusahaan kuliner yang tumbuh dimana-mana. Target pasar usaha memasak adalah menjangkau kalangan muda dengan harga yang wajar. Tidak hanya pada makanan, minuman juga salah satunya.

Seperti banyak kedai kopi yang target pasarnya adalah anak muda. Banyak kopi dan makanan ringan yang berbeda disajikan. Tempat yang nyaman juga menjadi salah satu hal yang membuat konsumen datang kembali. Kafe biasanya memiliki ruang dan ruangan yang unik.

Contoh usaha kuliner ini antara lain kedai kopi, restoran, toko es krim, dan lain-lain. Temukan berbagai macam buku resep di , salah satu contohnya adalah buku kesukaan Mrs. Reep. Reputasi. Di bawah ini adalah kue Liem untuk katering.

Di zaman teknologi yang berkembang pesat ini, konsumen tidak mau ketinggalan dengan kecanggihan teknologi saat ini. Setiap tahun, produk teknologi selalu mengeluarkan produk baru. Akan selalu ada fitur baru di setiap rilis produk baru.
Contoh Reseller Makanan Ringan Kekinian, Jadi Peluang Bisnis

Ini adalah bisnis yang sangat menjanjikan, tetapi untuk mengumpulkan beberapa barang elektronik membutuhkan modal yang tidak sedikit tergantung dari jumlah yang dijual di masing-masing perusahaan.

Jika modal Anda tidak cukup, Anda dapat menghubungi bank dan meminta pinjaman. Anda juga harus bertanggung jawab untuk mengembalikan modal pinjaman.

Perusahaan elektronik ini beragam mulai dari elektronik individu, elektronik rumah tangga, elektronik dapur dan lain-lain. Contoh barang elektronik yang bisa Anda jual antara lain smartphone, laptop, televisi, radio, speaker, microwave/oven, mesin cuci, kulkas, dan lainnya.

Bisnis di bidang fashion juga sangat menguntungkan. Kebutuhan pakaian masyarakat akan terpenuhi dari bisnis fashion ini. Ada berbagai jenis usaha di bidang fashion, mulai dari impor hingga produk lokal dan barang bekas.
Ide Jualan Pakai Mobil Pribadi Yang Paling Menguntungkan

Tentunya kualitas produk yang dijual juga harus diperhatikan. Dimana hal ini dapat dilihat dari bahan yang digunakan. Bagi Gramedas yang tertarik mempelajari berbagai jenis bahan, bisa juga membaca buku Textilepedia & Fashionpedia.

Produk bekas pun harus berkualitas baik, harus terlihat seperti baru. Tidak hanya digunakan, tetapi juga produk impor dan lokal harus memiliki kualitas yang baik.

Selain menjadi penjual dari perusahaan fashion ini, Anda juga bisa membuat baju sendiri. Konsumen juga akan memperhatikan pakaian yang dibuat dari pabrik rumahan, jika kualitasnya bagus, asalkan tidak meniru merek tertentu.

Bisnis di bidang fashion juga bisa dijalankan secara online. Banyak pengusaha di bidang fashion membuka toko di toko online. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari ini karena semuanya berbasis teknologi di era ini. Setiap orang akan selalu membuka perangkatnya untuk mendapatkan informasi dan berbelanja.
Ide Usaha Kecil Kecilan Dirumah Yang Menguntungkan

Dengan adanya toko online ini, para pengusaha fashion tidak perlu menyewa toko, karena Anda dapat memulai bisnis langsung dari rumah Anda. Melalui toko online ini, pelaku usaha juga harus berkolaborasi dengan platform tertentu yang menawarkan tempat menjual barang secara online.

Pulsa dan paket data menjadi kebutuhan pokok pemilik smartphone. Perangkat akan terpakai secara maksimal jika memiliki pulsa dan kuota. Pulsa dan kuota konsumen ini akan selalu ada. Selain itu, dengan berjalannya waktu seperti sekarang ini, semua orang harus melakukan aktivitas secara online, sehingga royalti dan kuota menjadi sangat penting.

Jualan pulsa dan kuota tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Dengan nominal kurang dari 1 juta, Anda sudah siap jual pulsa dan kuota. Ponsel cerdas Anda sendiri adalah modal lain yang dapat digunakan untuk menjual legum kapan saja.

Jualan pulsa dan kuota juga bisa dipelajari dengan mudah. Anda tidak memerlukan pengetahuan khusus untuk menjual legum dan kuota. Anda bisa belajar jualan pulsa dan kuota melalui internet. Jika Anda rajin, Anda akan berhasil mengembangkan bisnis ini.
Ide Usaha Makanan Kekinian Yang Tren 2022 & Dijamin Ramai

Toko kelontong ini juga menjanjikan. Makanan pokok merupakan kebutuhan pokok yang wajib dimiliki setiap keluarga. Pilihan yang tepat adalah membuka usaha sembako, karena setiap keluarga pasti membutuhkan warung yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Membuka toko kelontong membutuhkan modal yang tidak sedikit. Toko kelontong harus memiliki semua produk yang dibutuhkan keluarga. Toko kelontong biasanya memiliki gudang untuk menyimpan barang-barang yang baru saja dibeli dari pabrik.

Jika ingin membuka toko kelontong tentunya harus memiliki space sendiri, jumlah barang tidak akan cukup jika diletakkan di rumah. Toko kelontong pun tidak jauh dari pemukiman penduduk atau perkampungan. Lingkungan inilah yang akan membuat toko kelontong ini menjadi pemenang.

Jika Anda menjalankan toko kelontong besar, itu berarti Anda juga perlu memiliki karyawan untuk membantu Anda dalam proses distribusi atau jual beli di toko Anda. Dengan karyawan di toko kelontong, distribusi dan proses jual beli akan lebih mudah.
Usaha Kecil Kecilan Jangan Diremehkan! Lihat Contoh Dan Analisa Dari Uceo

Kegiatan pertanian ini penting untuk kebutuhan konsumen pecinta tanaman. Selain itu, di setiap rumah pasti ada tanaman yang dikumpulkan oleh pemiliknya. perusahaan ini

Peluang usaha dagang modal kecil, ide usaha rumahan modal kecil, ide usaha jasa modal kecil, ide bisnis usaha modal kecil, ide usaha modal kecil, ide usaha kuliner modal kecil, ide usaha online modal kecil, ide usaha makanan modal kecil, ide peluang usaha modal kecil, ide usaha sampingan modal kecil, ide usaha dengan modal kecil, usaha dagang modal keci

Diberdayakan oleh Blogger.