Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan

Kisah Sukses Pengusaha Kaca Film Mobil Dan Gedung Di Kota Bandung Jawa Barat

Di kota Bandung, terdapat seorang pengusaha kaca film mobil dan gedung yang sukses bernama Kharisma Auto Film. Namanya adalah Ahmad Kharisma, seorang individu yang penuh dedikasi dan semangat untuk memberikan layanan terbaik dalam industri kaca film.

Awalnya, Ahmad Kharisma adalah seorang mekanik mobil yang memiliki minat khusus pada bidang otomotif. Namun, ketertarikannya terhadap kaca film mendorongnya untuk memulai usaha sendiri. Pada tahun 2010, dia membuka usaha kecilnya di kota Bandung dengan nama Kharisma Auto Film.

Pada awalnya, perjalanan bisnis Ahmad tidaklah mudah. Persaingan di industri ini cukup ketat, dan banyak orang yang belum terlalu familiar dengan manfaat kaca film. Namun, Ahmad tidak menyerah. Dengan keahlian mekaniknya dan pengetahuan yang mendalam tentang kaca film, dia berhasil membangun reputasi sebagai ahli di bidang ini.

Ahmad fokus pada dua segmen utama bisnisnya: kaca film mobil dan kaca film gedung. Dia bekerja sama dengan produsen kaca film terkemuka untuk menyediakan produk berkualitas tinggi kepada pelanggannya. Selain itu, Ahmad juga memahami pentingnya pelayanan pelanggan yang baik. Dia dan timnya selalu memberikan penjelasan yang jelas tentang jenis kaca film yang cocok untuk kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang sesuai dengan budget, dan memberikan pelayanan purna jual yang memuaskan.

Keunggulan Kharisma Auto Film tidak hanya terletak pada produk berkualitas tinggi, tetapi juga pada inovasi. Ahmad selalu mengikuti perkembangan teknologi kaca film terbaru dan memastikan bahwa pelanggannya mendapatkan yang terbaik. Dia juga aktif dalam berbagai komunitas otomotif dan industri kaca film, yang membantunya tetap terhubung dengan tren dan peluang baru.

Dalam beberapa tahun, Kharisma Auto Film tumbuh pesat. Ahmad berhasil membuka beberapa cabang di kota-kota terdekat, memperluas jangkauan bisnisnya hingga ke luar Bandung. Keberhasilan ini tidak hanya karena kualitas produk dan layanan yang ditawarkan, tetapi juga karena komitmen Ahmad untuk memberdayakan karyawan. Dia memberikan pelatihan reguler kepada timnya, memastikan bahwa semua anggota timnya memiliki pengetahuan yang mendalam tentang produk dan layanan yang mereka tawarkan.

Kini, Kharisma Auto Film dikenal sebagai tempat terpercaya untuk kaca film mobil dan gedung di kota Bandung dan sekitarnya. Ahmad Kharisma, dengan dedikasi dan visinya, berhasil menciptakan perusahaan yang tidak hanya sukses secara finansial tetapi juga memberikan dampak positif pada komunitasnya dengan menciptakan lapangan kerja dan memberikan pelatihan kepada para profesional muda di bidang ini. Keberhasilan Kharisma Auto Film tidak hanya menjadi inspirasi bagi pengusaha lokal, tetapi juga membuktikan bahwa dengan tekad dan dedikasi, seseorang dapat meraih kesuksesan di industri apa pun.

Wawancara dengan Ahmad Kharisma, Pendiri Kharisma Auto Film:


#Wawancara (W): Selamat siang, Pak Ahmad! Terima kasih telah bersedia berbicara dengan kami hari ini. Untuk memulai, bisakah Anda bercerita sedikit tentang latar belakang Anda dan bagaimana ide untuk mendirikan Kharisma Auto Film muncul?

#Ahmad Kharisma (AK):Selamat siang juga! Tentu, dengan senang hati. Saya sebelumnya bekerja sebagai mekanik mobil, dan selama bekerja, saya menyadari potensi bisnis kaca film yang masih kurang tersentuh di kota Bandung. Melihat minat masyarakat terhadap perawatan dan peningkatan mobil mereka, saya memutuskan untuk mendirikan Kharisma Auto Film pada tahun 2010.

#W:Bagus. Bagaimana perjalanan awal Kharisma Auto Film? Apa tantangan utama yang Anda hadapi?

#AK:Awalnya, tentu saja, tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat kaca film. Saya harus mengedukasi pelanggan potensial tentang perlunya kaca film, dan itu membutuhkan waktu. Selain itu, persaingan di industri ini cukup ketat. Namun, dengan tekad dan pelayanan berkualitas, kami berhasil membangun basis pelanggan setia.

#W:Bagaimana Anda membangun reputasi Kharisma Auto Film sebagai penyedia kaca film terkemuka di kota Bandung?

#AK:Kami selalu menempatkan kualitas di atas segalanya. Kerjasama dengan produsen kaca film terkemuka membantu kami menyediakan produk berkualitas tinggi kepada pelanggan. Kami juga memberikan penjelasan rinci kepada pelanggan tentang produk dan solusi yang paling cocok untuk kebutuhan mereka. Pelayanan purna jual yang baik juga menjadi fokus kami.

#W:Bagaimana Anda menghadapi perubahan tren dan teknologi dalam industri kaca film?

#AK:Saya selalu berusaha untuk tetap terdepan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Kami terus memperbarui pengetahuan karyawan kami dan berinvestasi dalam peralatan terkini. Selain itu, aktif dalam komunitas otomotif dan industri kaca film membantu kami tetap terhubung dengan tren terbaru.

#W:Apa pencapaian terbesar Kharisma Auto Film hingga saat ini?

#AK:Saya sangat bangga dengan pertumbuhan perusahaan kami. Dari satu toko kecil di Bandung, kami sekarang memiliki beberapa cabang di kota-kota terdekat. Kepercayaan pelanggan dan dukungan masyarakat adalah pencapaian terbesar kami.

#W:Apakah ada nasihat yang ingin Anda berikan kepada para pengusaha muda yang ingin mengikuti jejak kesuksesan Anda?

#AK:Tentu! Saya ingin mengatakan kepada mereka untuk tetap berfokus pada kualitas, jujur dalam bisnis, dan selalu mengikuti perkembangan industri. Jadilah pembelajar sepanjang hidup, dan selalu berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Keberhasilan datang dengan kerja keras, ketekunan, dan komitmen terhadap keunggulan.

#W:Terima kasih banyak, Pak Ahmad, atas waktunya dan berbagi cerita sukses Kharisma Auto Film. Semoga perusahaan Anda terus berkembang dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.

#AK:Terima kasih juga atas kesempatannya. Semoga cerita ini dapat memberikan motivasi kepada yang lain.

Alasan Mengapa Kharisma Auto Film Memiliki Banyak Pelanggan:

1. Kualitas Produk Unggul:
   Kharisma Auto Film menonjol dengan menyediakan kaca film mobil dan gedung berkualitas tinggi. Mereka menjalin kemitraan dengan produsen kaca film terkemuka, memastikan pelanggan mendapatkan produk dengan tingkat kejernihan, daya tahan, dan keamanan yang optimal.

2. Pelayanan Pelanggan Profesional:
   Kelebihan Kharisma Auto Film terletak pada pelayanan pelanggan yang ramah dan profesional. Tim mereka selalu siap memberikan penjelasan mendalam, membantu pelanggan memilih kaca film yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan memberikan solusi yang tepat.

3. Pengetahuan Mendalam tentang Kaca Film:
   Pendiri dan karyawan Kharisma Auto Film memiliki pengetahuan mendalam tentang kaca film. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga berfungsi sebagai penasihat yang dapat memberikan informasi dan saran terkini mengenai produk kaca film.

4. Inovasi Teknologi Kaca Film:
   Perusahaan ini selalu mengikuti perkembangan teknologi kaca film terbaru. Mereka aktif dalam mencari inovasi dan solusi terkini, sehingga pelanggan mendapatkan akses ke teknologi terdepan dalam industri kaca film.

5. Jangkauan Cabang yang Luas:
   Dengan membuka beberapa cabang di kota-kota terdekat, Kharisma Auto Film berhasil memperluas jangkauan bisnisnya. Ini memudahkan pelanggan untuk mengakses produk dan layanan mereka tanpa harus bepergian jauh.

6. Komitmen pada Pelayanan Purna Jual:
   Kharisma Auto Film tidak hanya memberikan layanan saat pembelian, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan purna jual. Mereka siap membantu pelanggan jika ada masalah atau pertanyaan setelah pemasangan kaca film.

7. Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan:
   Melalui fokus pada kualitas dan pelayanan, Kharisma Auto Film telah membangun reputasi yang baik di mata pelanggan. Kepercayaan pelanggan menjadi modal utama perusahaan untuk terus berkembang.

8. Pelatihan Karyawan Berkala:
   Karyawan di Kharisma Auto Film mendapatkan pelatihan berkala untuk memastikan bahwa mereka selalu memahami produk terbaru dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

9. Keterlibatan dalam Komunitas Otomotif:
   Melalui keterlibatan dalam komunitas otomotif dan industri kaca film, Kharisma Auto Film tetap terhubung dengan tren terkini, memastikan bahwa mereka selalu dapat memenuhi ekspektasi pelanggan.

10. Kontribusi Positif pada Komunitas:
    Keberhasilan Kharisma Auto Film tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan bisnisnya tetapi juga dalam kontribusinya pada komunitas. Dengan memberikan pelatihan dan menciptakan lapangan kerja, perusahaan ini memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jasa kaca film, Kharisma Auto Film bisa menjadi pilihan yang tepat. Berikut adalah beberapa anjuran untuk mempertimbangkan layanan mereka:


1. Konsultasi Gratis:
   Manfaatkan layanan konsultasi gratis yang ditawarkan oleh Kharisma Auto Film. Ini memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang kebutuhan kaca film Anda dan mendapatkan saran yang sesuai dari ahli mereka.

2. Penjelasan Mendalam:
   Sebelum memutuskan jenis kaca film yang diinginkan, pastikan untuk meminta penjelasan mendalam tentang berbagai produk yang mereka tawarkan. Tim Kharisma Auto Film biasanya bersedia memberikan informasi detail mengenai karakteristik, keamanan, dan manfaat dari setiap jenis kaca film.

3. Pemilihan Produk yang Tepat:
   Berdasarkan penjelasan yang Anda terima, pilih produk kaca film yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apakah Anda mencari perlindungan UV ekstra, peningkatan privasi, atau kejernihan visual, pastikan untuk mendapatkan produk yang memenuhi ekspektasi Anda.

4. Pemasangan oleh Profesional:
   Satu keunggulan Kharisma Auto Film adalah pemasangan oleh tenaga profesional. Pastikan bahwa pemasangan dilakukan dengan hati-hati dan tepat agar kaca film berfungsi maksimal dan tahan lama.

5. Uji Kaca Film Secara Langsung:
   Jika memungkinkan, mintalah untuk melihat contoh kaca film secara langsung atau gunakan area demonstrasi yang mungkin disediakan oleh Kharisma Auto Film. Hal ini membantu Anda mendapatkan gambaran langsung tentang kejernihan dan kualitas produk.

6. Pelayanan Purna Jual:
   Pastikan untuk menanyakan tentang pelayanan purna jual. Kharisma Auto Film dikenal karena komitmennya terhadap kepuasan pelanggan. Mengetahui bahwa mereka siap membantu jika ada masalah di kemudian hari memberikan rasa percaya diri tambahan.

7. Rencana Perawatan:
   Tanyakan tentang rencana perawatan kaca film setelah pemasangan. Memahami cara merawat dan membersihkan kaca film dengan benar dapat memperpanjang masa pakai dan kinerjanya.

8. Baca Ulasan Pelanggan:
   Sebelum membuat keputusan, baca ulasan pelanggan tentang pengalaman mereka dengan Kharisma Auto Film. Ulasan dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kualitas layanan dan produk yang ditawarkan.

9. Ikuti Panduan Perundang-undangan:
   Pastikan bahwa pemilihan dan pemasangan kaca film sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di daerah Anda. Tim Kharisma Auto Film biasanya dapat memberikan informasi ini dan membantu Anda memilih produk yang sesuai dengan regulasi.

10. Bandingkan Harga dan Pelayanan:
    Sebelum mengambil keputusan akhir, bandingkan harga dan layanan dengan penyedia kaca film lainnya. Meskipun Kharisma Auto Film menawarkan kualitas unggul, membandingkan opsi dapat membantu Anda membuat keputusan yang paling bijak untuk anggaran dan kebutuhan Anda.


JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang wanita bernama Yulia Anggraeni sukses menajalankan bisnisnya di bidang furniture dengan brand VOC Store. Wanita yang akrab disapa Ranny ini bercerita bagaimana dia mengawali usahanya tersebut dalam acara Tata Dapur Rapi dan Bersih bersama VOC Store dan Cabing Heat di Shopee 11.11 Big Sale, secara virtual, Selasa (1/11/2022).

Sebelum memulai usahanya di tahun 2016, sebagai penjual casing dan aksesoris handphone di Shopee dengan nama toko VOC Store. Rany memutuskan untuk beralih profesi menjadi pengusaha furniture setelah menajalani usaha bisnis casing dan aksesoris handphone selama 3 tahun.

Di tahun 2019, Ranny memutuskan berjualan furniture, seperti rak dan tempat penyimpanan yang terbuat dari kayu jati Belanda, dan terus memperluas usahanya. Ranny bilang, dengan beralih ke jenis produk yang dijual, justru menjadi batu loncatan yang begitu besar bagi perkembangan tokonya.

Baca juga: Kisah Wearing Klamby, dari Dagang Baju “Preloved”, Ikut London Fashion Week, hingga Jual 10.000 Baju dalam 30 Menit

"Perjalanan bisnis kami memang tidak mulus tapi inilah yang menjadi dorongan dan motivasi untuk semakin sukses, terlebih dengan bantuan fitur dan promo dari Shopee," ujar Ranny.

Memasuki tahun ketiga Ranny berjualan peralatan penyimpanan dapur berbahan kayu, kini Ranny bisa mendirikan dua workshop kerja dan mempekerjakan warga sekitar untuk memproduksi produk-produk VOC Store.

"Jadi produk VOC Store 100 lokal, dari bahan lokal dan dikerjakan oleh anak bangsa," kata Ranny.

Ranny mengatakan, pada masing-masing workshop, proses pengerjaan dimulai setelah proses pembelian kayu jati dari petani lokal. Kemudian, masuk ke tahap pembuatan dengan memilih ukuran kayu.

Kayu-kayu dipotong berdasarkan pola dan kemudian dirakit dan dicat. Selanjutnya, masuk ke poroses quality control, dan produk yang siap dijual akan diberangkatkan menuju gudang, dan dilanjutkan dengan proses pengemasan dan pemberian label.

Baca juga: Cerita CEO Via Rasa Group, dari Tukang Tahu Goreng Hingga Berhasil Membuka Lebih dari 400 Cabang

"Bahan kayu untuk furniture itu lebih kuat, dan tahan lama. Serta, memberikan kesan alami dan elegan untuk hasil produk VOC store. Bahan dasar kayu juga ramah lingkungan dan mudah didapat," jelas dia.

Sementara itu, dari segi desain, furniture kayu lebih fleksibel dan memiliki tingkat tekstur warna dan pola yang memberi sentuhan estetik.

"Dari harganya, furniture berbahan kayu jauh lebih murah dan bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki masing-masing orang," lanjut dia.

Ivanno Viva, Founder Cabin Neat atau jasa profesional organizer mengatakan, dalam penggunaan furniture kayu, kesesuaian juga perlu dipikirkan secara detail, dimana ini menyangkut dengan estetika tata ruang.

“Hal utama yang harus disiapkan pertama kali adalah membuang, dan merapikan barang yang terkadang cukup sulit dan sentimental. Jika barang yang sudah kita lupakan, lalu kembali ditemukan, itu artinya barang itu harus disumbangkan agar berguna bagi orang lain. Inilah mindset yang harus dimiliki ketika memulai decluttering dan organizing," ujar Ivanno.


Liputan6.com, Surabaya - Rionardo Prasetio atau akrab disapa Rio menjadi salah satu contoh anak muda sukses dengan berwirausaha. Terjun berbisnis di sektor konstruksi, dengan spesialisasi pembuatan kanopi, Rio sukses mengembangkan bisnisnya dan mendirikan Berkat Mulia Construction sejak 2019.

Menurut Rio, sektor konstruksi dalam pembuatan kanopi menjadi pilihan dalam berbisnis karena peluangnya masih sangat besar.

“Kenapa saya memilih bisnis kanopi? Saya melihat adanya peluang yang masih sangat besar di bidang ini. Sejauh ini, di area Surabaya juga belum ada kontraktor yang fokus pada spesialisasi. Makanya saya memutuskan untuk memilih bisnis ini,” kata Rio, dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (13/6/2023).

Di usianya yang masih 27 tahun, Rio ini sudah memiliki banyak klien. Klien-klien tersebut sebagian besar dijangkau melalui media sosial Instagram @berkatmuliaconstruction juga dari marketing mulut ke mulut.

“Saya membangun brand image bisnis ini berfokus pada hasil yang berkualitas dan kuat. Memang umumnya harga yang ditawarkan lebih tinggi, tetapi saya ingin klien saya puas dan mendapatkan hasil yang baik sehingga kebanyakan market saya adalah menengah ke atas," jelasnya.

Umumnya, mereka berasal dari kalangan warga yang tinggal di perumahan-perumahan elit Surabaya, seperti Citraland, Graha Family, Pakuwon Indah hingga Pakuwon City.

"Namun tidak menutup kemungkinan untuk semua kalangan yang  menginginkan kanopi dengan kualitas yang baik,” ungkap Rio.

Umumnya pengerjaan kanopi di Berkat Mulia Construction meliputi carport dan bagian belakang rumah. Harga kanopi yang ditawarkan variatif, mulai dari Rp700 ribu per meter persegi.

“Kami menggunakan bahan dasar besi berkualitas yang diproses melalui beberapa tahapan dari pengelasan hingga finishing duco. Sementara penutupnya ada beberapa pilihan, yaitu tempered glass, solartuff, UPVC, maupun polycarbonate,” terangnya.

Akibat menjadi korban PHK karena Covid-19, seorang warga Depok dengan kreatif menciptakan puding kelapa yang ternyata mendatangkan keuntungan. Puding yang campur dengan buah-buahan ini ternyata digemari masyarakat.


Christopher Sebastian (tengah) memiliki masa lalu yang kelam, namun Ia mampu bangkit dan sukses hingga menjadi Founder & CEO Makko Group yakni Sole Distributor kaca film untuk mobil, bangunan, dan kapal. Foto/Okezone

JAKARTA - Christopher Sebastian memiliki masa lalu yang kelam, namun Ia mampu bangkit dan sukses hingga menjadi Founder & CEO Makko Group yakni Sole Distributor kaca film untuk mobil, bangunan, dan kapal. Kini Makko Group yang dipimpin Christopher memegang 7 merek kaca film ternama seperti First Klass, Masterpiece, 02, Blacklist, Signature, Johnson, dan 3M.

Selain menjadi distributor, ia juga memiliki toko grosir kaca film, merek karpet mobil PVC coil sendiri bernama First Class, dan kemitraan bengkel perawatan mobil.

"Selain bisnis di bidang otomotif, aku juga memiliki 5 bisnis di bidang kuliner seperti restoran Ayam Bebek Angsa Masak di Kuali yang sudah mencapai 30 cabang. Restoran mie Mie & You, Pandalicious, Gluk Gluk Gluk ahhh, dan Boba Pan," ujar Christopher Sebastian di Jakarta Rabu (8/7/2020).

Pria kelahiran 11 Januari ini juga memiliki bisnis spa online bernama Pijat Ningrat. Bisnis ini melayani pijat untuk anak-anak dan orang dewasa di daerah Jadodetabek.

“Kesuksesan ini tidak lepas dari pengalaman hidup di masa lalu. Aku sempat direhabilitasi akibat penggunaaan narkoba. Bahkan terjerumusnya ke dalam dunia hitam menjadi bandar narkoba, bandar judi bola ini akibat pergaulan yang buruk dan berpisahnya kedua orang tua. Aku bahkan sempat di penjara dua kali akibat narkoba," aku peraih Rekor Otomotif Indonesia (ROI).

Lingkungan di pusat rehabilitasi juga yang mempertemukannya dengan jalan hidup baru. Christopher akhirnya meninggalkan narkoba dan merintis karir sebagai pebisnis.

Selepas dari pusat rehabilitiasi, Christopher bekerja di salah satu anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk. Di perusahaan itu ia bekerja di bagian advertising atau perikalanan. Ia juga pernah bekerja di distributor kebutuhan hotel dan restoran seperti sabun dan sampo sekitar 1-2 tahun.

"Berawal dari Tangerang, Banten, aku mulai membuka bisnis kaca film mobil dan mimpi itu menjadi kenyataan kesuksesan besar yang aku raih hingga lahirlah Makko Group yang di kenal hingga hari ini. Tahun 2019, Makko Group sudah memiliki ratusan pelanggan yang tersebar di penjuru Indonesia," papar Christopher.


JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang tukang patri bernama Hamid masih semangat bekerja meski usianya menginjak 78 tahun.

Hampir setiap hari dia memangkal di Jalan Ampera Raya, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kendati demikian, Hamid mengakui sudah jarang orang yang menggunakan jasanya karena perabotan rumah sudah beralih ke bahan plastik.

"Enggak ada, enggak ada yang matri, sudah jarang. Sekarang baskom, rantang, dan yang lain bahannya sudah plastik," kata Hamid saat ditemui Kompas.com di kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2023).

Bukan hari itu saja, ayah enam anak itu sudah hampir satu pekan terakhir tidak ada pelanggan.

Hamid hanya bisa berdiam diri, melamun, memandang Jalan Ampera Raya, dan terkadang tertunduk lesu.

Namun, ada saja orang baik. Mereka memberikan rezeki kepada Hamid untuk kehidupan sehari-harinya.

"Rezekinya ada saja yang dikasih dari Allah. Kadang diberikan Rp 50.000, kadang Rp 100.000. Saya bukan minta atau mengemis, ya nerima saja. Orang kasih, masa ditolak. 'Pak, ada rezeki', gitu. Alhamdulillah," ujar dia.

"Kalau mengemis kan Rp 1.000, Rp 2.000, malu, nanti diusir sama petugas kamtib. Saya kan bukan mengemis, kalau mengemis, dibawa sama kamtib," lanjut dia.

Rupanya, Hamid menekuni profesi jasa patri ini karena melanjutkan pekerjaan ayahnya. Bahkan, dia sudah lebih dari 50 tahun terakhir menjadi tukang patri.

"Iya, saya turunan bapak. Dari tahun 70-an (jadi tukang patri), dari bujang," ungkap Hamid sambil tersenyum dan sesekali berdeham.

Sambil tertawa, ia kilas balik memori saat masih punya banyak tenaga untuk memikul peralatan patri dan berjalan jauh dari kampung ke kampung.

"Kalau zaman dulu mah saya jalan kaki, jauh, sampai Pondok Labu, Jati Padang, Blok M juga sampai. Tapi. enggak terasa. Orang-orang olahraga kalau pagi, saya setiap hari sudah gerak," seloroh Hamid.

Sayangnya, pelanggannya kini sudah tidak lagi sebanyak dulu. Ia jadi mengandalkan orang yang memberikan sedekah kepadanya untuk membayar kontrakan.

"Ngontrak. kalau enggak, ya saya di kampung. Ini karena ada yang kasih, kalau enggak ada, ya saya enggak bisa mengontrak, di kampung saja," ucap Hamid.

"(Kalau ada pelanggan, satu kali patri) Rp 10.000, kadang Rp 15.000, tergantung tingkat kesulitan. Tapi, kadang ada yang, 'ya sudah, Pak, kembaliannya untuk Bapak'. Ya alhamdulillah," kata Hamid lagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga bernama Tejo (50) sudah menjadi petani di kampung halamannya sejak kecil.

Ketika memutuskan merantau ke Jakarta pada 1997, ia pun tetap melakoni profesi petani di Ibu Kota.

"Jadi petani mah dari kecil saya, di kampung saya. Terus merantau ke Jakarta, ke Rorotan. Kalau enggak salah 1997 baru jadi petani di sini," ungkap Tejo saat ditemui Kompas.com di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/10/2023).

Baca juga: Sawah di Rorotan Kering 2 Bulan Terakhir, Petani Kini Kerja Serabutan

Tejo mengungkapkan, sebagai petani, ia harus melewati proses panjang dan penuh hati-hati demi mendapatkan hasil yang maksimal.

Berdasarkan pengalamannya, Tejo menjelaskan bahwa petani di Rorotan biasanya mengalami musim panen sebanyak dua kali dalam satu tahun.

"Kalau petani, setahun dua kali panen, setahun dua kali tanam. Di sini, tanamnya itu bulan tiga (Maret) sampai tujuh (Juli). Nah, baru motong (panen Juli), bulan Maret itu nyebar (menanam). Kalau orang Jakarta, semai kalau enggak salah bahasanya," kata Tejo.

Baca juga: Sawah di Rorotan Kering akibat Kemarau Panjang, Petani Tunda Tanam Padi

Di Rorotan, Tejo menyewa lahan garapan seluas tiga hektar dari seseorang dengan tarif Rp 5 juta per hektar. Namun, dia tidak menyebut apakah itu sewa tahunan atau bulanan.

"Kan sewa, rata-rata di sini Rp 5 juta untuk satu hektar. Ibaratnya kayak orang mengontrak saja," ungkap Tejo.
Hasil panen tak menentu

Sebagai petani, Tejo tak selalu mendapatkan hasil maksimal saat musim panen tiba. Semua hasil yang didapat tergantung proses, ketekunan petani, hingga iklim.

"Ya iya (pasang surut). Kadang-kadang motong (panen), kadang-kadang enggak. Kalau orang nyawah kan kayak orang berdagang, enggak ketahuan hasilnya," ujar Tejo.

Tejo bercerita, ia mengeluarkan Rp 18 juta sampai Rp 21 juta untuk modal menggarap lahan seluas 3 hektar.

"Ya itu, (modal) Rp 6 juta untuk satu hektar. Termasuk pupuk, traktor, sama tandur, minimal segitu (Rp 6 juta) dan maksimal Rp 7 juta. Dikali tiga hektar, ya Rp 18 juta sampai Rp 21 juta," ujar Tejo.

Baca juga: 20 Tahun Jadi Petani di Jakarta, Tejo: Kalau Panas Kekeringan, Hujan Kebanjiran

Namun, hasil yang didapatkan tak selalu sama. Ia biasanya akan mendapatkan 7-8 ton padi dari satu hektar lahan garapannya. Satu ton padi dijual seharga Rp 5,5 juta.

Namun, pada akhir tahun lalu, hasil panen yang didapatnya jauh merosot.

"Kan kadang-kadang padinya putih, itu paling tiga ton. Itu sudah dapat bagus itu. Nah, kemarin cuma tiga kuintal. Itu Desember 2022 kemarin," keluh Tejo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Udin (75), seorang pedagang gorden keliling tetap bersemangat berjualan di Ibu Kota meski usianya sudah senja.

Selayaknya pegawai kantoran, Udin selalu keluar dari kontrakannya yang berada Jalan Warung Sila, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pukul 07.00 WIB lalu pergi dari kampung ke kampung.

Seragam kerja yang digunakan sangat sederhana, yakni kaus lengan pendek, celana bahan, dan topi.

Tidak lupa Udin selalu membawa peci untuk salat di masjid ketika waktunya tiba.

Peralatan berniaganya juga tidak neko-neko.

Ia hanya membawa tiang gorden berbahan aluminium yang dia pikul dan sebuah tas cokelat berisi anting-anting hingga gorden.

"Jual gorden sebetulnya dari tahun 2000-an. Sebelumnya jual pakaian, kain-kain, minyak wangi dari tahun 1972. Ganti-ganti," ungkap Udin saat ditemui Kompas.com di Masjid Al Barkah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2023).


Untuk menjual satu gorden saja rasanya sulit bagi Udin. Sebab, sudah satu pekan terakhir ini belum ada satu pun dagangannya yang terjual.

Saat wawancara bersama Kompas.com, Udin belum makan. Dia hanya mengonsumsi satu buah kue sebelum berangkat dari kontrakannya.

"(Setiap keluar kontrakan) ya kadang-kadang (enggak makan), minum air saja," ucap Udin sambil tersenyum.

Karena sulit menjual dagangan, Udin terpaksa harus menunggak uang sewa kontrakannya selama 4 bulan terakhir.

"Belum (bayar bulan in). Nunggak, (bahkan) 4 bulan. Iya (4 bulan nunggak kontrakan)," ujar Udin.

Baca juga: Kisah Hamid, Lebih dari 50 Tahun Geluti Profesi Tukang Patri di Jakarta

Walau begitu, pemilik kontrakannya orang baik.

Setelah Udin meminta maaf karena belum bisa membayar uang sewa, sang pemilik selalu menoleransi.

Udin tinggal di kontrakan tersebut seorang diri. Istri dan 8 dari 13 anaknya di kampung halaman yang berada di Jawa Barat.

Meski keadaan terimpit, Udin selalu tersenyum saat menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Wajah semringah selalu terpancar.

Ia mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena terkadang ada saja orang yang memberikan sedekah saat melihatnya.

"Ya kadang-kadang ada yang kasih, Alhamdulillah," tutur Udin.


Untuk minum, Udin tidak mengkhawatirkannya. Terkadang, setiap masjid yang disinggahi tersedia dengan gratis.

Rupanya, ada alasan kuat tersendiri bagi Udin mengapa harus bekerja ketika usianya sudah menginjak senja.

"Ya karena masih punya anak, 3 lagi. 3 (dari 8) masih pada sekolah (di kampung). Iya (putuskan tetap bekerja karena anak masih sekolah), sama masih belum pada nikah juga," ungkap Udin.

Lagi-lagi, Udin menjawabnya dengan senyuman. Bahkan dia terkadang tertawa meski kondisi ekonominya sangat tidak stabil.

"Gimana nanti saja, gimana Allah yang kuasa. Serahkan semua sama yang kuasa saja," imbuh Udin saat menjawab bagaimana dia menghadapi cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Perkembangan Bisnis Melejit Melalui Pesanan Kubah Masjid.
CARA PEMASARANYA :
1. MENGGUNAKAN WEBSITE BUATAN WWW.OBLO.CO.ID
2. GUNAKAN IKLAN MASSAL WWW.IKLANBARIS.WEB.ID
3. RUTIN UPDATE KONTEN.
4. MENGGUNAKAN JASA IKLAN FB ADS, GOOGLE ADS WWW.OBLO.CO.ID.
5. DI LAKUKAN SECARA KONTIYU.
Mencapai sebuah puncak kesuksesan memang bisa ditempuh dari berbagai jalan. Seperti halnya kesuksesan Suyanto, seorang perantau dari tanah Jawa yang berhasil mengembangkan usahanya di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Menjadi salah satu penduduk Indonesia yang memiliki populasi umat muslim cukup besar, ternyata mendorong Suyanto (35) untuk merintis karirnya sebagai seorang kontraktor perlengkapan tempat ibadah orang muslim (masjid). Mulai dari memenuhi pesanan kubah masjid, membuat perencanaan atau desain masjid, menyediakan perlengkapan interior maupun eksterior masjid, hingga melayani proses finishing seperti pemasangan gypsum, kaca hias, dan proses pengecatan.

Meskipun sekarang ini bisnisnya telah berkembang pesat dan mendapatkan omset milyaran rupiah setiap tahunnya, Suyanto merintis bisnisnya dengan perjuangan usaha yang tidak mudah. Terlahir dalam sebuah keluarga sederhana, lika-liku perjalanan hidup Suyanto menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tegar dan pantang menyerah. Sepeninggal ayahnya yang telah dipanggil Sang Khalik pada saat Suyanto masih remaja, Ia terpaksa menggantikan posisi kepala keluarga dan membiayai kebutuhan ibu serta kelima adiknya.

Berbagai macam pekerjaan pun pernah Ia jalani, mulai dari menjadi kuli panggul di Pasar Kramat Jati, menjadi sopir di Brunei Darussalam, menjadi kapten kapal perikanan, hingga memutuskan merantau ke Banjarmasin dan meneruskan profesinya sebagai sopir di daerah tersebut. Pengalaman pahit inilah yang pada akhirnya menggiring Suyanto untuk mengawali kisah suksesnya dalam merintis sebuah usaha.

Merintis Sukses Bisnis di Banjarmasin

Perjalanan bisnis Suyanto dimulai ketika Ia masih berprofesi sebagai seorang sopir, Ia sering melihat proses pembangunan masjid di daerah Banjarmasin dan iseng-iseng menawarkan diri untuk memasok kubah masjid dari Jawa. Siapa sangka bila langkah kecil tersebut kini membukakan peluang besar bagi lelaki kelahiran Demak, 19 Desember 1977 ini.

Melihat kualitas kubah masjid yang ditawarkan Suyanto cukup bagus, pesanan pun mulai ramai berdatangan dari masjid-masjid lainnya. Sehingga pada pertengahan tahun 2005, Ia memutuskan untuk menjadi pemasok kubah masjid dan mendirikan sebuah badan usaha dibawah bendera CV. Sumber Kubah. Saat itu modal usaha yang Ia miliki tidaklah besar, Ia hanya mengandalkan uang muka pembayaran kubah yang diterimanya di awal perjanjian dan digunakannya untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), serta dokumen-dokumen lainnya untuk mendirikan badan usaha tersebut.

Setelah pesanan kubah di perusahaannya semakin ramai, suyanto pun memberanikan diri untuk memproduksi kubah masjid sendiri dengan menggunakan bahan stainless steel, aluminium, dan galvalum atau baja ringan.  Aneka macam bentuk kubah dengan desain dan warna yang menarik, mulai ditawarkan Suyanto dengan kisaran harga Rp 450.000,00 hingga Rp 1 milyar rupiah untuk tiap unitnya.

Dengan kerja keras dan kegigihan Suyanto dalam meraih kesuksesannya, kini lelaki perantauan asli Demak ini tidak hanya berhasil menjadi kontraktor perlengkapan masjid dengan omset lebih dari 5 milyar rupiah setiap tahunnya, namun juga berhasil mengembangkan raksasa bisnisnya ke sektor jasa. Seperti misalnya mengembangkan jasa rental mobil serta merintis usaha jasa kos-kosan dengan jumlah 100 kamar di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Nah, semoga kisah sukses pengusaha yang berjudul perkembangan bisnis melejit melalui pesanan kubah masjid ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera merintis sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan ciptakan peluang usaha sebanyak-banyaknya, salam sukses.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Punya komitmen, bermental kuat, dan pantang menyerah adalah tiga hal yang perlu dimiliki seorang pengusaha agar meraih kesuksesan. Ketiga prinsip ini pula yang terus dipegang Euis Rohaini (45), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Cilacap, Jawa Tengah.

Owner CV Rajasa Mas Jaya memulai usaha batik pada tahun 2008 silam. Lalu pada tahun 2016, ia melebarkan bisnisnya dengan membuat produk kerajinan. Produk kerajinannya dibuat dari limbah konveksi dan bambu.

Saat itu, Euis melihat banyak limbah perca batik yang cukup banyak dan bingung mau dibuat apa. Akhirnya, dia berpikir menciptakan produk baru dengan mengkombinasikannya dengan kerajinan bambu untuk hiasan.

“Alhamdulillah setelah itu (membuat kerajinan), dapat order dari buyer Arab Saudi pada tahun 2016. Kami berhasil mengirim 5 kontainer ke Arab Saudi dalam waktu 1 tahun,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (28/8/2022).

Euis mengatakan, awal mula menjadi eksportir adalah saat dirinya mengikuti pameran ekspor di Jakarta. Pada pameran tersebut, ia bertemu dengan salah satu buyer dari Arab Saudi.

“Dia (buyer) bilang ke saya bahwa dia hanya tinggal di Indonesia selama dua minggu saja. Tapi saya bilang ini harus deal. Akhirnya, setelah bolak balik Cilacap-Jakarta, mengurus berbagai macam dokumen dan menyesuaikan permintaan dari buyer, akhirnya bisa ekspor ke Arab Saudi,” ungkapnya.

Baca juga: 10 Hari Usai Jokowi Minta Harga Tiket Pesawat Turun, Apa Saja yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

Dari usaha batik dan kerajinan tersebut, Euis tidak hanya berhasil menjadi pebisnis yang sukses, tetapi juga memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Dia memiliki 100 orang pembatik dalam mendukung usahanya yang rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Bahkan sebelum pandemi, omzetnya bisa mencapai Rp 500 juta dalam sebulan.

Pada tahun 2020, ekspor produknya ke luar negeri terpaksa harus berhenti karena pandemi Covid-19. Omzetnya pun menurun jadi Rp 300 juta per bulan. Namun, dia mengaku banyak memetik hikmah dari pandemi ini.

Selama pandemi, Euis lebih banyak belajar tentang ekspor dengan mengikuti berbagai pelatihan secara online hingga bergabung dengan Aspenku.com dan menambah jaringan melalui pameran.

Karena itu, saat ada pameran Muslim Life Trade di acara Muslim Life Fest 2022, menjadi kesempatan berharga untuk saling mengenal, berjejaring, bernegosiasi dengan para buyer dari luar negeri.

“Saya tadi baru bisnis matching dengan buyer dari Filipina dan Tunisia. Tinggal di-follow up saja setelah ini dan memang sudah menjurus untuk adanya kerjasama. Saya juga sudah mulai kirim-kirim sampel ke para buyer,” ujarnya.

Dia pun memberikan tips untuk pelaku UKM yang ingin ekspor dan produknya bisa diterima pasar global. Menurut dia, hal paling utama yang harus dimiliki adalah mindset untuk mau berubah, pantang menyerah, cermat melihat pasar, berjejaring (berkolaborasi).

“Adapun untuk permodalan, pelaku UMKM tidak perlu terlalu khawatir. Karena saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan yang siap mendukung permodalan UMKM secara syariah,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, prinsip dalam berbisnis yang perlu dimiliki adalah komitmen, pekerja keras, dan menjaga kepercayaan. Komitmen di sini artinya komitmen untuk jujur, punya attitude yang baik, dan komitmen terhadap waktu.

“Jangan mudah menyerah, karena yang namanya bisnis itu membutuhkan mental kuat. Kalau lagi jatuh, harus mau bangkit lagi,” pesan dia.

Euis Rohaini (45), pelaku UMKM yang sukses berbisnis batik dan kerajinan hingga bisa tembus ekspor dan berdayakan masyarakat

Euis Rohaini (45), pelaku UMKM yang sukses berbisnis batik dan kerajinan hingga bisa tembus ekspor dan berdayakan masyarakat(-)

Gelaran Muslim Life Fest & Trade yang digelar selama 3 hari di ICE BSD (26-28 Agustus 2002) menjadi salah satu motor penggerak yang diperhitungkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menuju Indonesia pusat produsen produk halal dunia 2024.

Sebanyak 650 buyer yang diundang dan melakukan business matchmaking dengan 150 pelaku usaha secara hybrid dan offline ini siap melakukan komitmen bisnis jangka panjang.

Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Marpaung mengatakan, pelaku usaha yang dihadirkan dalam business matchmaking tersebut telah lolos kurasi dan mendapatkan pendampingan.

Salah satunya melalui program Export Academy yang dikembangkan oleh KPMI bersama dengan Nudira Learning Center, Aspenku.com dan Hibbu Creative House.


Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa bilang UMKM lokal tak bisa menembus pasar internasional, salah satu contohnya adalah Daster Batik Ony, asal Surakarta. Daster Batik Ony merupakan salah satu dari penjual asal Surakarta yang sudah merasakan manfaat yang diberikan oleh Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

Pemilik Daster Batik Ony, Tiffany mengaku bahwa dirinya mendapatkan edukasi, pelatihan dan pendampingan dalam terus memaksimalkan bisnis yang dimilikinya. Menurut Tiffany, materi-materi yang diberikan oleh Shopee sangat membantu terlebih lagi di masa pandemi ini, di saat Tiffany harus memfokuskan penjualannya secara online demi tetap bisa membiayai pegawainya.

"Saya berterima kasih dengan edukasi, pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh Shopee kepada kami para penjual dalam terus meningkatkan performa bisnis kami. Tidak dapat dipungkiri, semua itu memberikan dampak yang signifikan. Kita jadi lebih tau berbagai hal yang sebelumnya belum pernah dipelajari seperti contohnya iklan. Di Kampus Ekspor Shopee Ekspor Solo pun kita dapat dengan mudah mengkonsultasikan strategi dan program untuk menopang bisnis kita. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga kita dapat kembali merasakan kelas-kelas secara langsung dan bisa langsung bertanya kepada mentor-mentor yang ada di sana," katanya.

Sekadar diketahui, pada 18 Mei 2021, Shopee dan Gibran Rakabuming, Wali Kota Surakarta, meresmikan Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo. Kampus UMKM Shopee Ekspor ini didirikan untuk memberikan pelayanan komprehensif dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang diperuntukkan khusus bagi UMKM di Solo untuk mendapat pendampingan bisnis langsung dari tim Shopee.

Kembali ke Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo, selain mendapatkan edukasi, pendampingan dan pelatihan yang diberikan di Kampus UMKM Shopee Ekspor, Tiffany juga merasakan manfaat lain yang diberikan oleh Shopee salah satunya melalui program ekspor. Program Ekspor Shopee dirasakan Tiffany membantu memperluas penjualan Daster Batik Ony. Ia senang sekali dapat diberikan kesempatan untuk bisa mengekspor produk dengan proses yang mudah.

Dulu, Tiffany pernah mencoba untuk mengekspor produknya lewat media sosial, namun prosesnya tidak semudah mengekspor melalui Shopee. Dengan Program Ekspor Shopee, Tiffany tidak perlu mengkhawatirkan proses pengiriman dan pembayaran yang berbeda-beda di tiap negara tujuan. Ia menangani pesanan ekspornya semudah memenuhi pesanan lokal.

Daster Batik Ony sudah bergabung di Program Ekspor Shopee sejak Maret 2021, di bulan yang sama, mereka langsung mendapatkan pesanan pertamanya. Pesanan ekspor terus berdatangan hingga saat ini. Saat ini, ratusan produk-produk Daster Batik Ony sudah diekspor ke Singapura dan Malaysia. Edukasi dan pendampingan yang diberikan oleh Shopee terutama soal ekspor dirasa Tiffany mempermudah penjualan dan meningkatkan kepercayaan dirinya, terutama edukasi tentang iklan di luar negeri yang merupakan hal yang sama sekali baru untuk Daster Batik Ony.

Sedikit kilas balik Daster Batik Ony, perjalanannya dimulai dari berjualan offline di Pasar Klewer, Surakarta di tahun 2014. Daster batik yang dijual oleh Tiffany merupakan bisnis yang dimiliki keluarga besarnya sejak lama. Daster menjadi pilihan bagi Tiffany dan keluarga dalam berbisnis karena dirasa bahwa daster memiliki pangsa pasar yang sangat luas, serta secara prospek pertumbuhan dianggap bagus karena akan tetap terpakai tanpa terlalu bergantung pada tren fesyen.

Pada saat itu, Tiffany masih merasa nyaman menjalankan bisnis daster batik secara offline. Di tahun 2016, ia akhirnya memiliki keinginan untuk menjual produknya secara online dan Tiffany pun membuka toko online pertamanya di Shopee. Seiring berjalannya waktu, toko online yang dimiliki oleh Tiffany di Shopee tidak terkelola dengan maksimal. Tiffany kekurangan sumber daya untuk membantunya menjalankan toko online di Shopee sehingga penjualan kembali difokuskan di jalur offline.

Dua tahun kemudian, Tiffany mencoba peruntungannya kembali membuka toko baru di Shopee dengan persiapan yang lebih matang. Sumber daya yang sudah tercukupi meyakinkan Tiffany untuk kembali mencoba menjalankan bisnis online di Shopee sampai akhirnya omzet yang dimiliki Daster Ony jauh melejit lebih besar dibanding toko online pertamanya di Shopee.

Tiffany merasakan banyak sekali perubahan setelah menjual produk daster batiknya di Shopee. Penjualan di Shopee naik sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan penjualan secara offline. Melalui berbagai program yang didukung oleh Shopee seperti flash sale dan gratis ongkir, Daster Batik Ony berhasil mengirimkan lebih dari 50 paket per hari. Momen tak terlupakan dilewati oleh Tiffany bersama dengan para karyawannya ketika berpartisipasi dalam kampanye Shopee. Di salah satu kampanye besar Shopee, para karyawan di balik Daster Ony rela menghabiskan waktu hingga larut malam karena penjualan Daster Ony berhasil melejit hingga 4 kali lipat.

Masa pandemi yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini, ternyata tidak menurunkan penjualan yang dihasilkan oleh Daster Ony di Shopee. Sejak pertama kali pandemi di Maret 2020, menurut Tiffany, omzetnya luar biasa meningkat. Tiffany bersyukur karena dirinya sudah menjual daster miliknya di Shopee sejak 2018 dan mengembangkan toko online yang dimilikinya di Shopee, karena selama pandemi dirinya tidak bisa menjual produk secara offline terutama saat masa PPKM di mana tokonya tutup selama 1 bulan lamanya.

Berkat Shopee, Tiffany berhasil membuka semakin banyak peluang bagi orang-orang di sekitarnya. Semenjak berjualan di Shopee, Daster Batik Ony sudah menciptakan lapangan pekerjaan dalam pemrosesan Daster Batik Ony mulai dari tim produksi yang mencakup penjahit, desainer motif dan model, hingga tim penjualan yang jumlahnya sudah bertambah dua kali lipat sejak bergabung bersama Shopee.

Rasa terima kasih disampaikan oleh Tiffany karena Shopee, ia yang dulunya selalu menghabiskan uang penjualan untuk membayar toko dan gaji karyawan yang bahkan tidak menutupi biaya operasional, sekarang bisa difokuskan membayar orang-orang di balik berjalannya Daster Batik Ony.

Ke depannya, Tiffany berharap dapat semakin meningkatkan penjualannya baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ia juga berharap dengan semakin meningkatnya penjualan, bisa semakin membuka lapangan pekerjaan orang-orang di sekitarnya terutama melalui keinginannya memiliki pabrik sendiri.

[Gambas:Video CNBC]

Sekarang ini usia bukan menjadi salah satu indikator kesuksesan seseorang. Karena sekarang ini banyak pengusaha muda yang pandai menangkap peluang, sehingga pada umur 20 tahunan sudah bisa meraih kesuksesannya. Penasaran dengan cerita 7 pengusaha atau pebisnis muda sukses di Indonesia, bagaimana mereka bisa sampai tahap ini.

Banyaknya pengusaha muda yang sukses dengan bisnis mereka ini tentunya bisa menjadi inspirasi kisah sukses untuk Anda sebagai pemilik usaha.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya omzet usaha hingga ratusan juta rupiah.

Lalu siapa sajakah mereka ini? Mari kita simak kisah sukses 7 pengusaha muda usia 20 tahun dengan omzet ratusan juta di bawah ini.

Putri Tanjung, Pengusaha Muda Sukses Seperti Ayahnya

Ibarat buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, anak perempuan dari Chairul Tanjung salah satu orang terkaya di Indonesia ini menekuni dunia bisnis yang tidak berbeda jauh dengan ayahnya.

Meskipun usianya masih sangat muda, Putri Tanjung sudah memulai bisnis jasa event organizernya. Penolakan oleh sponsor pun pernah ia alami, namun ia tetap semangat dan pantang menyerah.

Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, kini usaha Putri Tanjung sudah memiliki hasil, di mana ia telah memiliki banyak pelanggan dan beromzet ratusan juta rupiah.

Baca juga: Cara Berpikir Pengusaha Sukses yang Wajib Anda Tiru
Atina Maulina, Pebisnis Brand Fashion Hijab

Bagi Anda perempuan berhijab, pasti tidak akan asing dengan salah satu brand hijab Vanilla Hijab. Atina Maulina adalah founder dari Vanilla Hijab.

Dengan dibantu kakaknya, Atina merintis usaha hijab dan memproduksi hijabnya sendiri. Dan untuk mempromosikannya, Atina melakukan foto produk dan mem-posting-nya melalui instagram.

Berkat kerja kerasnya, sekarang Atina memiliki omzet hingga ratusan juta. Vanilla hijab juga pernah satu waktu menjual hijab hingga ribuan dalam hitungan menit, karena banyak sekali peminatnya.

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!
Keshia & Karina, Inspirasi Pengusaha Muda Sukses di Bidang Kuliner

Siapa sangka hanya bermodalkan hobi membuat kue bisa mengantarkan Keshia & Karina ke jenjang kesuksesaannya.

Bisnis ini berawal dari hobi Keshia mengolah dan memodifikasi resep-resep kue, dan membuatkan kue untuk acara keluarga, hingga akhirnya terbesit di pikiran Keshia untuk menawarkan kue tersebut kepada teman, saudara, dan kerabat dekat, hasil dan responnya pun ternyata bagus.

Hingga pada tahun 2011, kakak beradik ini, Keisha & Karina mulai menekuni bisnis kue ini secara serius dan ia beri nama Dulcet Patisserie.

Baca juga pentingnya laporan kas dan sistem bagi hasil usaha.
Dea Valencia, Pengusaha Muda Sukses Jualan Batik

Sejak usia 17 tahun, Dea Valencia sudah mulai bergelut di bidang busana batik. Pengusaha muda di industri fashion ini memiliki tujuan yang mulia yaitu memprkenalkan batik ke kalangan remaja dan masih muda.

Di mana, sebagian banyak dari mereka tidak menyukai batik dan enggan untuk menggunakan batik. Batik Kultur adalah batik yang dibuat oleh Dea dengan model yang pas dan disukai banyak remaja.

Batik ini menyasar anak muda dan kini telah sukses dengan omzet hingga ratusan juta setiap bulannya.
Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq memulai bisnis dari jasa bimbingan belajar (bimbel) Bintang Solusi Mandiri di tahun 2011. Saat masih duduk di Sekolah Dasar, jiwa entrepreneur Hamzah sudah terlihat.

Ia pernah berjualan kelereng, petasan, dan berbagai macam permainan yang banyak digemari anak seusianya. Tidak hanya itu, Hamzah juga pernah berjualan koran hingga menjadi ojek payung.

Karena ketekunannya dalam bisnis, kini Hamzah melebarkan sayap dengan menekuni bisnis properti dan menjadi menjadi CEO PT Hamasa Indonesia.

Baca juga: 10 Keterampilan Manajerial yang Harus Dimiliki Pengusaha
Hafiza Elfira Novitarini

Berbekal dari memberdayakan ibu-ibu penderita penyakit kusta di Sitanala Tangerang, membawa Hafiza menjadi salah satu pengusaha muda yang sukses di Indonesia.

Proyek sosial yang dijalani Hafiza di bawah naungan Nalacity Foundation, ini juga bisa memberikan keuntungan yang besar.

Dalam menjalankan bisnis ini, Hafiza juga memberikan pelatihan menjahit hijab dan manik-manik kepada ibu-ibu penderita kusta tersebut.

Berkat ketelatenannya, kini Hafiza memiliki omzet hingga ratusan juta rupiah. Hafiza juga mendapatkan penghargaan sebagai 10 Pengusaha atau Pebisnis Muda Sukses versi YukBisnis.com.

Nicholas Kurniawan, Cerita Pengusaha Muda Sukses Tak Kenal Menyerah

Terlahir dari keluarga yang memiliki keterbatasan dalam hal finansial, Nicholas tergerak untuk mandiri, bahkan saat umur 8 tahun, ia sudah mulai berjualan pada teman sekolahnya mulai dari jajanan, mainan, bahkan pakaian.

Pada saat kelas 2 SMA Nicholas mulai berjualan ikan, awalnya hanya iseng saja menawarkan ikan di forum jual beli Kaskus, dan karena peminatnya banyak, insting bisnis Nicholas mulai berjalan.

Ia mulai mencari supplier ikan termurah dan menjual kembali dengan harga pasaran. Dan kini, Nicholas sudah  berhasil mengekspor ikannya hingga ke luar negeri dan memiliki keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Para pengusaha atau pebisnis muda ini tentunya sempat mengalami kendala selama proses pengelolaan bisnis nya. Mereka tidak menyerah karena satu atau dua masalah yang dihadapi.

Itulah yang membuat mereka bisa menjadi sukses seperti sekarang. Selain itu, pandai mengambil peluang juga menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka.

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa kisah perjalanan orang sukses yang bisa Anda ikuti. Tidak perlu malu dan takut dalam memulai usaha, tak ada usaha yang mengkhianati hasil, asal tekun dan pantang menyerah pasti bisa berhasil.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan untuk menjadi sukses dalam berbisnis adalah sistem pengelolaan keuangan, terutama dalam hal pencatatan keuangan keluar masuk, jangan sampai gara-gara pencatatan keuangan yang buruk menyebabkan usaha Anda menjadi bangkrut.

Dengan menggunakan software akuntansi Jurnal, Anda bisa melakukan kegiatan pencatatan keuangan mulai dari pengeluaran pemasukan, sehingga Anda bisa melihat keuangan perusahaan secara realtime.

Anda tidak perlu mahir akutansi untuk menggunakan Jurnal, karena aplikasi pembukuan keuangan milik Jurnal sudah dibuat sangat mudah bahkan bagi orang yang awam dalam dunia akutansi sekalipun.

Itulah cerita 7 pengusaha atau pebisnis muda sukses di Indonesia dengan bisnisnya yang beromzet lebih dari ratusan juta. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejelian membaca peluang merupakan salah satu kunci sukses dalam menjalankan bisnis. Tak hanya fokus berjualan, membaca keinginan pasar dan peluang yang ada merupakan kombinasi yang mustajab untuk mendongkrak sebuah bisnis.

Hal tersebut dibuktikan oleh Rio Pebrian pemilik toko bernama Kahasil. Melalui toko Kahasil, Rio tak hanya berhasil menjadi pebisnis yang sukses, tetapi juga memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

"Langkah pertama saya didorong dengan keinginan untuk tidak lagi bergantung dengan orang tua dan menghasilkan pendapatan secara mandiri saat saya duduk di bangku SMA,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/7/2022).

Berbekal tekad tersebut, Rio memutuskan untuk mengambil langkah kecil pertama dalam perjalanannya membangun bisnis, yaitu berjualan aksesoris handphone. Usaha Rio ini ternyata bisa memberikan keuntungan hingga mendorongnya untuk terus menjalankan usaha hingga lulus sekolah.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Omzet Jualan Online di Tokopedia

Dalam mengembangkan bisnisnya melalui toko Kahasil, Rio selalu berusaha jeli membaca peluang. Ia menceritakan, dirinya selalu mengamati tren untuk mendapatkan peluang baru.

Berbekal modal yang dihasilkan dari usahanya berjualan aksesoris handphone, Rio memberanikan diri untuk mencari peruntungan di Kota Bandung.

Berangkat dari Ciamis ke Kota Bandung dengan berbekal ilmu dan pengalaman berjualan sebelumnya, Rio mencoba taktik berjualan baru.

Rio kemudian menjajal peruntungan dengan menjadi reseller grosir tas dan dompet.

"Saya melihat ada peluang berjualan tas dan dompet di Bandung. Apalagi warga Bandung kan banyak yang ingin tampil trendi,” ujar Rio.

Ia juga tergerak untuk menjajal berjualan melalui platform e-commerce melihat banyak orang sudah mulai berbelanja secara daring.

“Saya berani coba aja dulu. Akhirnya, penjualan pertama itu saya dapatkan di Lazada,” tutur Rio.

Kejelian Rio untuk beradaptasi dan mencari peluang di sekitarnya akhirnya membuahkan hasil dengan terciptanya toko Kahasil yang fokus menjual produk tas dan dompet pada tahun 2018.

Mengusung semangat “harus berhasil” sebagai filosofi mengembangkan usaha, Rio terus mempelajari bagaimana memasarkan produknya di Lazada.

Meski mengalami kesulitan di awal, Rio tidak merasa kecil hati. Ia justru semakin membulatkan tekad untuk memahami dan meningkatkan kemampuannya untuk memasarkan produk.

Tak hanya fokus berjualan, bisnis Rio juga membawa dampak untuk orang-orang di sekitarnya.

Setelah melihat tokonya perlahan berkembang, Rio memiliki visi yang lebih besar lagi untuk mengembangkan brand dengan produk-produk buatan sendiri.

Baca juga: Cerita Bisnis Parfum Ulat Bulu, dari Modal Rp 1 Juta, Kini Raup Omzet Rp 6 Juta Per Bulan

Rio kembali mengambil langkah lebih besar untuk kembali ke kampung halamannya, Ciamis, dan mencari mitra perajin dan memproduksi barang untuk Kahasil.

Salah satu mitra perajin yang memproduksi produk Kahasil adalah Tata, yang awalnya adalah seorang kuli panggul dengan keterampilan menjahit.

“Bertemu Rio adalah anugerah bagi saya. Selain memiliki kesempatan untuk mengubah nasib, saya juga belajar tentang bisnis dan cara berjualan secara digital,” ungkap Tata.

Tidak ingin sukses sendirian, Kahasil juga menggaet para perajin, komunitas hingga ibu-ibu rumah tangga di Ciamis untuk bekerja sama.

Lewat Kahasil, Rio juga menjajal peluang menjual produk makanan yang diproduksi oleh ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya, yang diberi nama Kahasil Snack.

Kepedulian Rio terhadap lingkungan sekitar telah menghadirkan banyak peluang baru bagi masyarakat sekitarnya untuk ikut berkembang bersama Kahasil.

Rio tergerak untuk fokus pada penjualan salah satu produk best seller Kahasil, yaitu varian tas pinggang, yang telah terjual lebih dari 100.000 tas.

Tak hanya itu, Rio memutuskan untuk berekspansi dengan menjual jam tangan.

Kini, Rio berhasil menjadi produsen dan telah memiliki gudang sendiri di Ciamis untuk memenuhi permintaan pelanggan dari seluruh pelosok Indonesia.

Dengan setiap langkah upayanya, Rio bersama timnya turut maju dan berkembang menjadi pelaku ekonomi digital yang mumpuni. Rio kini mampu mendapatkan omzet hingga ratusan juta setiap bulannya.

Menjadi wanita karier kadang sangat berat untuk sebagian orang. Selain sering dipandang sebelah mata, banyak wanita karier yang sulit meraih apa yang mereka cita-citakan karena banyak faktor. Namun, tidak untuk deretan pengusaha sukses wanita di dunia di bawah ini.

Mereka menjadi sosok yang mengubah pandangan tentang wanita karier yang bisa melakukan apa pun yang diinginkan. Beberapa dari wanita ini sukses membangun bisnisnya sendiri. Sebagian lainnya berhasil meniti karier hingga level tertinggi.

Para kaum Hawa Indonesia pun tidak boleh berhenti mengejar mimpi hingga titik yang diinginkan. Kamu pun bisa jadikan para wanita sukses ini sosok inspiratif sekaligus idola untuk terus bersemangat.

Baca juga: Daftar Biografi Pengusaha Sukses di Indonesia yang Inspiratif
Pengusaha Sukses Wanita di Dunia

pengusaha sukses wanita di dunia

Mari berkenalan dengan sederet pengusaha sukses wanita dari seluruh dunia di bawah ini.
1. Cher Wang

Kesuksesan Cher Wang mungkin dipandang sebagai sesuatu yang luar bisa untuk seorang perempuan. Wanita Taiwan kelahiran 14 September 1958 adalah pendiri dari perusahaan teknologi HTC. Perusahaan yang didirikan pada 1997 ini awalnya hanya berfokus pada PC dan laptop. Kemudian berkembang ke produk lain, seperti smartphone, gaming, hingga perangkat rumahan.

Wang memang terlahir dari salah satu keluarga kaya di Taiwan. Namun, dirinya selalu bersuaha keras dalam melakukan sesuatu. Wang pun tidak pernah diajarkan untuk memanfaatkan kekayaan orang tuanya dalam hal konsumtif.

Pada 2021 lalu, Cher Wang dinobatkan sebagai orang terkaya di Taiwan. Nilai kekayaannya tersebut ditaksir mencapai $8,8 miliar Dolar Amerika. Kekayaan tersebut meningkat sangat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar $2,1 miliar.
2. Yang Lan

Pengusaha penyiaran asal Cina ini juga bisa dikatakan sangat sukses dalam meniti kariernya. Yang Lan memulai kariernya sebagai host di televisi pada awal 1990. Hanya beberapa tahun saja dirinya sudah mendapatkan penghargaan tertinggi untuk host televisi nasional.

Belum berhenti sampai di sana, Yang Lan pun melanjutkan studi untuk makin memperdalam ilmu yang dia miliki. Penghujung era 90-an, perempuan ini sudah menjadi salah satu petinggi di salah satu stasiun televisi nasional.

Puncak kariernya adalah mendirikan Sun TV di Cina. Stasiun televisi ini menjadi yang terbesar di negara asalnya. Selain itu, Yang Lin juga membangun yayasan untuk membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan, dan peningkatan kebudayaan.

Baca juga: 13 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dengan Menerapkan Mindset Entrepreneur
3. J. K. Rowling

Mendengar nama J. K. Rowling pasti langsung terbayang seorang penulis dengan karya besarnya. Rowling merupakan penulis cerita Harry Potter yang tersohor tersebut. Karya tersebut sekarang menjadi salah satu waralaba besar yang dikenal di seluruh dunia.

Namun, kegigihan penulis yang satu ini bisa dijadikan panutan oleh seluruh perempuan di dunia. J. K. Rowling sedang menggendong anaknya yang masih bayi dalam perjalanan di kereta. Ketika itu, dia juga baru saja bercerai dengan mantan suaminya.

Belum selesai sampai di situ, cerita awal Harry Potter juga ditolak oleh banyak penerbit kala itu. Namun, dia tidak menyerah hingga sekarang menjadi salah satu penulis terkaya di dunia. Kekayaannya ditaksir mencapai $60 juta pada 2020.
4. Kiran Mazumdar-Shaw

Pengusaha asal India ini juga bisa jadi panutan dan idola para kaum Hawa. Sosoknya merupakan salah satu pendiri perusahaan Biocon Biochemicals Limited. Perusahaan ini menjadi salah satu produsen pembuat bir, tekstil, pengemasan barang jadi.

Namun, Kiran tidak sukses begitu saja. Dirinya harus berjuang menghadapi banyak stigma tentang perempuan di dunia bisnis. Kiran sempat belajar di banyak negara tentang cara pembuatan bir hingga dia mendapatkan predikat master.

Sekarang dirinya sudah mendapatkan banyak penghargaan atas kerja keras dan karyanya di dunia bioteknologi. Biocon pun menjadi salah satu perusahaan besar yang produknya dipakai oleh banyak negara.
5. Whitney Wolfe-Herd

Perempuan ini sudah cukup populer di perusahaan teknologi. Dirinya adalah salah satu sosok yang membangun aplikasi kencan, Tinder. Sayangnya, dia memutuskan untuk keluar dari perusahan tersebut. Wolfe-Herd mendapatkan pelecehan seksual dari bos perusahaan tersebut.

Akhirnya, dia pun membangun perusahaan kencan lain bernama Bumble. Aplikasi ini dibuat sangat berbeda dengan aplikasi sebelumnya. Kali ini, perempuan harus menyapa duluan hingga akhirnya komunikasi bisa dilanjutkan.

Dari perusahaan ini, Whitney Wolfe-Herd mendapatkan kekayaan hingga kekayaan sebesar $1,5 miliar. Bukan hanya itu, dia pun masuk ke dalam jajaran miliarder muda dari Bloomberg.

Baca juga: Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Buat Bisnis Langgeng
6. Zhong Huijuan

Sosok Zhong Huijuan merupakan penguasa farmasi di Cina sekaligus pendiri perusahaan Hansoh Pharmaceutical Group. Perusahaan ini merupakan produsen berbagai macam obat, khususnya tumor, diabetes, dan sistem saraf.

Dia memulai kariernya sebagai seorang guru mata pelajaran Kimia di sekolah. Suaminya bekerja di pabrik farmasi milik negara. Pada pertengahan 1995, Zhong memutuskan untuk membangun perusahaan farmasi dengan 10 orang karyawan.

Sekarang, perusahaan tersebut sudah go-public dan nilainya mencapai $10 miliar. Kabarnya, kekayaannya sekarang sudah mencapai $54 miliar dari penghasilannya di perusahaan.
7. Jennifer Hyman

Perusahaan Rent The Runway menjadi bisnis fashion yang didirikan oleh Jennifer Hyman. Dia merasa setiap orang berhak untuk tampil modis tanpa khawatir dengan harga busana yang sangat mahal. Karena itulah, dia mendirikan perusahaan penyewaan pakaian dan aksesori untuk berbagai keperluan.

Dirinya pernah masuk ke dalam 40 under 40 dari majalah Fortune pada 2012. Selain itu, Hyman juga pernah menjadi salah satu pebisnis sosok yang berpengaruh di dunia pada 2019. Kesuksesannya pun didapat dari cara dia memimpin di perusahaan.

Semua karyawan diperlakukan sama tanpa pandang divisi. Mereka berhak mengambil cuti untuk segala urusan menyangkut keluarga. Karena pada dasarnya, seluruh karyawan adalah manusia yang harus diperlakukan layaknya manusia.

Baca juga: Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Buat Bisnis Langgeng
Teladan yang Bisa Diambil dari Pengusaha Sukses Wanita di Dunia

teladan pengusaha sukses wanita

Mengetahui perjalanan karier dari pengusaha wanita sukses tentu bukan tanpa alasan. Kamu bisa mengambil teladan dari perjuangan dan ide-ide besar mereka. Berikut sederet teladan yang bisa kamu pelajari dari sosok-sosok di atas.
1. Bekerja keras

Kelebihan kamu dalam kehidupan mungkin akan membuat kamu lebih mudah mencapai mimpi. Namun, kamu tetap bisa menjadi lebih besar lagi dengan kerja keras dan kegigihan. Biarpun kamu mulai dari bawah, kerja keras akan membawa kamu mencapai titik tertinggi.
2. Pantang menyerah

Tidak sedikit perempuan di luar sana mendapatkan banyak penolakan. Mereka dipandang sebelah mata hingga sama sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Namun, kamu tidak boleh menyerah dan terus mencari jalan keluar untuk masalah yang dihadapi. Pantang menyerah ini juga yang membuat banyak perempuan menjadi sukses di dunia mereka masing-masing.
3. Fokus kepada tujuan

Jika memang sudah punya tujuan, raihlah dengan sekuat tenaga. Sejumlah wanita sukses rela mundur satu langkah untuk bisa berlari seratus langkah ke depan. Hal ini bisa dilakukan jika kamu sudah memiliki tujuan.
4. Selalu gali ide baru

 Bisnis bisa terus sukses dengan inovasi yang terus-menerus. Dengan kata lain, kamu sendiri yang harus mengeksplorasi kemampuan diri. Asah terus keahlian kamu untuk menciptakan ide-ide segar yang bisa diterima oleh banyak orang.
5. Memanusiakan manusia

Bagian ini yang tidak kalah penting. Orang bisa sukses bukan hanya kerja keras dari dirinya sendiri. Kesuksesan yang diraihnya tentunya didapat dari bantuan orang lain. Karena itu, kamu juga harus selalu memikirkan orang-orang di sekitar kamu yang percaya bahwa kamu bisa sukses.

Baca juga: Rekomendasi Film Motivasi Bisnis Biar Makin Semangat Usaha

Itu dia deretan pengusaha perempuan dunia yang sukses di bidangnya masing-masing. Kamu pun bisa seperti mereka dengan mulai sesuatu dari yang kecil. Salah satu contohnya adalah membangun bisnis sendiri dari sekarang.

Kamu bisa mencoba menjadi agen grosir, agen PPOB, hingga agen emas dan yang lainnya dengan bergabung di Mitra Bukalapak. Yuk, panjat sendiri kesuksesan kamu. Segera mulai bisnis online kamu dan dapatkan keuntungan berlipat


Untuk menjadi seorang pengusaha sukses dari nol, tentu membutuhkan kerja keras dan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, dibutuhkan juga visi, misi, dan target dalam meraih hasilnya. Maka dari itu, tidak ada hasil instan untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Hal itu juga berlaku pada kisah pengusaha di Indonesia yang telah meraih sukses dari nol. Tidak hanya pengusaha lama, ada juga pengusaha muda yang bisa menjadi inspirasi kamu dalam membangun bisnis dari awal.

Baca juga: 13 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dengan Menerapkan Mindset Entrepreneur
Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia
Ada banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol
Ada banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol (Foto: 123rf)

Untuk mengetahui siapa saja kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia, simak profil-profilnya berikut ini.
1. Sudono Salim

Sudono Salim merupakan pendiri Indofood, BCA, dan Bogasari. Salah satu pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini pada dasarnya adalah imigran dari negeri Tiongkok dan berhasil membangun bisnisnya di sini.

Pria yang bernama asli Liem Sioe Liong ini pergi ke Surabaya agar terhindar dari konflik negaranya. Saat itu, hari-harinya dihabiskan sebagai gelandangan selama beberapa hari di Indonesia.

Usaha pertama Sudono Salim adalah merintis bandar cengkeh yang saat itu cukup sukses. Akan tetapi, bisnis tersebut tidak bertahan lama karena Indonesia dijajah Jepang.

Saat Indonesia sudah merdeka dan kondisi ekonomi saat itu lagi sulit, Sudono Salim mendirikan Central Bank Asia atau sekarang dikenal BCA (Bank Central Asia).

Dari sana, beliau melebarkan bisnisnya pada produksi pangan (Bogasari) dan makanan olahan mie (Indomie) hingga sekarang.

Baca juga: 7 Pengusaha Sukses Wanita di Dunia yang Pantas Jadi Idola
2. Dato Sri Tahir

Kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia lainnya adalah Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group. Beliau terlahir dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah.

Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sedangkan ibunya adalah pemilik toko pakaian. Tahir kecil bercita-cita jadi dokter, namun impian itu harus kandas saat ayahnya sakit dan biaya ekonomi keluarga menipis.

Sejak saat itu, Tahir lebih fokus untuk melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang becak dan tidak melanjutkan pendidikan hingga perkuliahan. Dengan kegigihannya, Tahir mendapatkan beasiswa hingga melanjutkan ke sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Setelah lulus, Tahir membuka bisnis garmen dan cukup sukses.

Pada tahun 1986, Tahir memasuki bisnis keuangan dengan mendirikan Mayapada Group dan Bank Mayapada menjadi andalannya. Saat terjadi krisis moneter pada tahun 1998, Bank Mayapada tetap berdiri dan kini bisnisnya sudah masuk pasar saham Bursa Efek Jakarta.
3. Reza Nurhilman

Kenal dengan keripik Maicih? Ya, sosok yang mendirikan keripik itu bernama Reza Nurhilman. Pria asal Bandung dan lahir tanggal 29 September 1987 tersebut adalah korban dari broken home. Kedua orang tuanya bercerai dan Reza diasuh oleh orang tua angkatnya. Dengan kehidupan seperti itu, Reza sempat terjerumus ke hal-hal negatif di usia muda.

Setelah lulus dari SMAN 1 Bandung, Reza mencoba untuk merintis usaha. Mulai dari barang elektronik hingga pupuk, dan beliau lakukan selama empat tahun.

Sedangkan bisnis keripik Maicih sendiri dimulai ketika beliau bersama temannya pergi ke Cimahi dan mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek. Reza tertarik dengan rasa keripik itu dan melihat potensi untuk dijadikan bisnis. Dari hal itulah Reza berfokus pada usaha camilan yang dikenal “Keripik Maicih” hingga sekarang.

Baca Juga: Daftar Biografi Pengusaha Sukses di Indonesia yang Inspiratif.
4. Susi Pudjiastuti

Jika berbicara tentang Susi Pudjiastuti, mungkin kamu mengenalnya sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Meskipun begitu, beliau juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang sayang untuk dilewatkan.

Sejak SMP, puteri seorang peternak dan penjual hewan potong sapi dan kerbau ini sudah fokus pada bisnis.

Tentu saja bisnis awalnya tidak berjalan mulus. Beliau sempat mengalami kendala ketika mengajukan dana ke bank untuk bisa membuat pesawat bernama Susi Air. Tujuan pesawat itu adalah untuk memudahkan beliau dalam akomodir pengiriman ikannya.

Karena ketulusan Susi meminjamkan pesawatnya untuk bantuan Tsunami Aceh saat itu, beliau mendapatkan banyak permintaan dari LSM baik itu di dalam maupun luar negeri. Dari hal itu juga reputasi Susi Air selalu dikenal oleh pemilik bisnis perikanan.
5. Jogi Hendra Atmadja
Jogi Hendra Atmaja, pengusaha pemilik PT Mayora Indah
Jogi Hendra Atmaja, pengusaha pemilik PT Mayora Indah (Foto: 123rf)

Jogi Hendra Atmadja adalah pendiri PT Mayora Indah Tbk yang memproduksi biskuit Roma dan permen Kopiko. Beliau juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang bisa menjadi inspirasi bisnis.

Pengusaha yang lahir tahun 1946 ini mendirikan nama PT Mayora Indah bersama dengan dua rekannya, yaitu Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia.

Dengan ketekunan dan semangat yang dimiliki, PT Mayora berhasil membuat produk-produk unggulan yang dikenal masyarakat hingga sekarang. Mulai dari biskuit (Roma, Astor), permen (Kopiko), Minuman (Le Mineral), sampai minuman kemasan (Teh Pucuk dan Kopi Torabika).

Keberhasilan produk tersebut di pasaran membuat Jogi Hendra Atmadja menjadi salah satu pengusaha sukses dari nol di Indonesia.
6. Boenjamin Setiawan

Berikutnya ada perintis Kalbe Farma bernama Boenjamin Setiawan. Kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini merupakan lulusan dari jurusan kedokteran di Universitas Indonesia.

Setelah lulus, beliau mencoba membuka peluang usaha pada bidang farmasi dan perusahaannya berdiri dengan modal kecil.

Kalbe Farma sempat mengalami kebangkrutan ketika krisis moneter melanda Indonesia. Berkat kegigihan Boenjamin Setiawan, perlahan namun pasti Kalbe Farma kembali bangkit. Bahkan, berhasil menciptakan produk populer seperti Fatigon, Sakatonik, dan Extra Joss.

Baca Juga: 7 Pengusaha Sukses Wanita di Dunia yang Pantas Jadi Idola.
7. Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq adalah salah satu pengusaha muda yang memiliki bisnis kerajinan sofa bed. Kisah Hamzah juga menjadi salah satu inspirasi pengusaha sukses dari nol di Indonesia dalam membangun waralaba.

Beliau mulai belajar bisnis mulai dari kelas 5 SD dengan menjual berbagai macam permainan, seperti kelereng, petasan, dan permainan kesukaan anak-anak lainnya.

Sejak SMA, Hamzah mengalami gulung tikar dalam usahanya sehingga membuat beliau bangkrut. Sejak saat itu, beliau kembali membuat bisnis dari awal lagi.

Berkat kegigihan dan sifat pantang menyerahnya, Hamzah pun berhasil membuka perusahaan dengan nama CV Hamasa Indonesia. Bahkan, bisnisnya pun merambah ke franchise bimbel hingga sekarang.
8. Chairul Tanjung

Jika kamu sering menonton acara dari saluran Trans TV dan Trans 7, maka nama Chairul Tanjung pasti sudah tidak asing lagi. Pemegang CT Corp ini juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia.

Chairul Tanjung lahir dari keluarga menengah ke bawah dan ayahnya bekerja sebagai wartawan orde lama. Agar bisa kuliah, Chairul Tanjung berdagang buku, fotokopi, hingga membuka jasa pembuatan kaos.

Beliau sempat merasakan kegagalan pada saat itu. Namun, sifatnya yang senang membangun relasi dengan berbagai perusahaan membuat bisnisnya terus berkembang. Puncaknya adalah saat beliau mendirikan CT Corp dan menguasai berbagai bidang dari keuangan, multimedia, hingga properti.

Baca Juga: 13 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dengan Menerapkan Mindset Entrepreneur.

Demikianlah beberapa kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang bisa menginspirasi para pebisnis muda. Dari berbagai kisah tersebut, kita bisa melihat bahwa menjadi pengusaha sukses bisa dilakukan selama ada tekad, keberuntungan, hingga keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.

Dalam memulai bisnis, kamu juga bisa lho mencoba memulainya dari ide-ide kecil dan sederhana yang mungkin memiliki value untuk orang-orang di sekitarmu. Misalnya saja dengan bergabung di Mitra Bukalapak dan coba memulai berjualan secara grosir, menjadi agen travel, menjadi agen ekspedisi, dan lain sebagainya.

Semoga kamu yang saat ini tengah berbisnis dari nol bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah-kisah pengusaha di atas, ya.

Diberdayakan oleh Blogger.