Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Pemkot Surabaya Belum Buka Taman dalam Waktu Dekat

JawaPos.com – PSBB tidak diperpanjang lagi. Pemkot pun mulai menggodok peraturan tentang new normal. Mulai bidang transportasi umum, pedagang, sampai hiburan. Meskip begitu, ada beberapa ruang publik yang belum dibahas dan tidak dibuka dalam waktu dekat. Salah satunya ruang terbuka hijau atau taman.

Kasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) DKRTH Rochim Yuliadi mengatakan, pihaknya belum berniat membuka kembali taman-taman. Termasuk di Surabaya Timur. Setidaknya ada lima RTH aktif. Yakni, Taman Mulyorejo, Taman Flora, Kebun Bibit Wonorejo, Taman Nginden Intan, dan Taman Suroboyo. ’’Ada beberapa alasan belum dibuka dulu,’’ ucapnya.

Salah satunya adalah kesadaran masyarakat. Dia mencontohkan Taman Suroboyo. Banyak warga yang tidak menerapkan social dan physical distancing dengan baik. ’’Kami masih mendapati masyarakat yang menerobos taman dan beberapa di antaranya menjajakan jualan di sekitarnya,’’ katanya.

Saat ditanyai mengapa nekat masuk taman, mereka menjawab merasa bosan. ’’Kami takut jika dibuka sekarang bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Karena itu, kami tahan dulu sembari melakukan edukasi ke masyarakat untuk disiplin terhadap diri sendiri dulu,’’ ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Pemkot Surabaya Belum Buka Taman dalam Waktu Dekat

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Kementerian BUMN: Enggak Bisa PLN Dibilang Bohong, Meterannya Jelas!

JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN tidak menaikkan tarif listrik. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menuturkan, beberapa tahun terakhir ini belum ada kenaikan tarif dasar listrik yang dilakukan perusahaan setrum pelat merah tersebut.

“Setelah kami pelajari sebenarnya tidak ada yang namanya tarif listrik naik, dari tahun ke tahun sama saja tidak ada kenaikan. Jadi yang naik tagihan,” ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (11/6).

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan tagihan listrik yaitu tingginya pemakaian listrik selama bekerja di rumah (WFH). “Semua di rumah, bekerja dan sekolah, akhirnya pemakaian listrik juga naik,” ucapnya.

Arya menjelaskan akar masalahnya terjadi ketika mulai diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah. Kebijakan ini mengakibatkan proses pencatatan meteran listrik oleh petugas menjadi terkendala.

Petugas tidak dapat menghitung meteran secara langsung ke rumah-rumah pelanggan. Dari situ, tagihan rekening listrik bulanan dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian.

“Pada bulan ketiga teman-teman PLN datang ke rumah, dia cek ternyata ada kelebihan. Nah, kelebihan pada dua bulan sebelumya, pada satu bulan sebelumnya ditambah kelebihan bulan ketiga mereka jumlahkan ke atas. Jadi nambah, ada penambahan,” ucapnya.

Ia meminta kepada masyarakat juga aktif untuk memperhatikan meteran listriknya pada bulan terakhir sebelum pandemi Covid-19, agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Kalau dibilang PLN membohongi tidak bisa, karena meterannya jelas, angkanya jelas ada di rumah pelanggan, bukan dimana-mana. Bukan di PLN, tapi di pelanggan,” katanya.

“Bisa dihitung Kwh yang dipakai, dikali harga per Kwh dari tarif listrik,” tegas Arya.

Dia menjamin, PLN tidak mungkin membebani publik di tengah pandemi Covid-19 saat ini. “Kejujuran kita sangat penting saat ini, rakyat butuh kejujuran. Kalau ada yang melintir, apalagi yang mempunyai tendensius politik, tolong jujur,” tukasnya.

Kementerian BUMN: Enggak Bisa PLN Dibilang Bohong, Meterannya Jelas!

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

New Normal, Pakar Sebut Kasus Positif Bisa Terus Naik 1.000 Per Hari

JawaPos.com – Angka pertambahan kasus positif Covid-19 naik drastis dalam 2 hari terakhir dengan angka lebih dari 1.000 kasus. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan banyak orang di tengah kebijakan new normal yang diberlakukan pemerintah.

Lantas, mengapa pemerintah tetap mendorong pelaksanaan new normal dengan meminta masyarakat mengadaptasi kebiasaan baru serta tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan? Alasan utamanya adalah karena sosial ekonomi yang sudah menyulitkan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi Covid-19.

“(Mulai dilonggarkan) Karena dalam tanda kutip negara kita sudah ‘cukup miskin’. Nggak cukup lagi,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof Hasbullah Thabrany kepada JawaPos.com.

Menurut Hasbullah negara Indonesia tak punya sistem unemployment insurance yang kuat. Beda dengan sistem di negara maju di mana sudah memiliki sistem untuk mencairkan dana bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

“Bukan asuransi pengangguran ya. Tapi misalnya di negara maju orang yang kena PHK karena bukan maunya, dana bisa dicairkan. Di kita tidak begitu,” katanya.

“Jaringan pengaman sosial sangat minim bantuan. Rp 600 ribu sebulan tak cukup untuk satu keluarga. Dan orang yang biasa gajinya Rp 5 juta sebulan merasa kesulitan hidup terbatas seperti kemarin,” lanjut Hasbullah.

Dengan kondisi tersebut, masuk ke era new normal adalah jalan keluar yang paling memungkinkan. Masalahnya, jika masyarakat menganggap new normal sebagai euforia kebebasan dan beraktivitas tanpa mematuhi protokol kesehatan, maka kasus akan semakin naik.

“Perilaku masyarakat tak bisa ditebak. Orang sekarang sudah mulai ramai. Sudah bisa makan di tempat, mal sudah akan dibuka, dan jika tak mematuhi protokol kesehatan. Saya duga dalam 1-2 pekan ke depan masih akan ada kasus 1.000 per hari,” ungkapnya.

New Normal, Pakar Sebut Kasus Positif Bisa Terus Naik 1.000 Per Hari

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Monique Elizabeth, Dosen Peneliti Standar Tubuh Ideal di Masyarakat

Setiap perempuan menginginkan tubuh ideal. Hal itu mendasari Monique Elizabeth Sukamto untuk melakukan penelitian terkait standar tubuh ideal di masyarakat. Hasilnya, ratusan remaja perempuan di Surabaya mengalami tekanan sosiokultural.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

’’Eh, kamu gendutan ya.” Kalimat itu sering kali membuat sebagian besar perempuan merasa tidak percaya diri. Apalagi, perempuan yang memiliki berat tubuh berlebih sering dilabeli dengan sebutan Ndut.

Ya, standar tubuh ideal di masyarakat terkadang justru membuat perempuan mengalami tekanan sosiokultural. Hal itu dibuktikan lewat penelitian oleh Monique Elizabeth Sukamto, dosen psikologi Universitas Surabaya (Ubaya).

Monique melakukan penelitian kepada 479 remaja perempuan di Surabaya. Hasilnya, sebagian besar remaja tersebut mengalami tekanan sosiokultural. Mereka merasakan dampak negatif hingga traumatis akibat mendapat tuntutan standar tubuh ideal dan penampilan dari keluarga, teman, maupun media sosial.

”Dan ini banyak terjadi di kalangan remaja sekarang. Selain itu, sangat berpengaruh pada perkembangan psikologis remaja,” katanya.

Menurut dia, evaluasi subjektif yang negatif pada remaja bisa muncul karena adanya persepsi seseorang mengenai tubuh ideal yang berbeda dengan bentuk tubuh asli yang dimilikinya.

Tekanan sosiokultural bisa memberikan stres positif (eustress) dan stres negatif (distress). Seseorang mengalami stres positif ketika tekanan yang dirasakan membuat dirinya tertantang. Namun, jika seseorang tersebut menjadi stres negatif ketika ada yang menghina, akan timbul perasaan tidak nyaman. Dampakya jadi kurang percaya diri, depresi, perilaku diet tidak sehat, gangguan makanan, dan kecanduan operasi plastik.

”Sebagian besar jika tekanan dari lingkungan sekitar dianggap positif, mereka akan sadar bahwa ada perubahan pada bentuk tubuhnya. Kalau dianggap negatif, mereka cenderung bereaksi melawan atau melarikan diri,” ujarnya.

Perempuan 46 tahun itu menambahkan, dari penelitian yang dilakukan kepada 400-an remaja perempuan di Surabaya, banyak yang mengalami ketidakpuasan pada bentuk tubuh secara keseluruhan maupun bagian-bagian tertentu. Khususnya paha, perut, dan lengan. Nah, sebagian besar melakukan perilaku mengendalikan berat badan dengan cara yang tidak sehat.

Istri Bambang Darmasta itu mengatakan, dari 479 remaja perempuan tersebut, mayoritas dipengaruhi tekanan anggota keluarga. Yakni, persepsi ibu dan ayah. Ibu adalah sosok yang paling banyak memberikan perhatian terhadap standar tubuh ideal dan penampilan. Sementara itu, lingkungan pertemanan paling banyak berasal dari teman dekat atau sahabat perempuan. Kemudian, media sosial juga mengambil peran besar dalam memengaruhi seseorang. ”Paling banyak dari posting-an Instagram 82 persen dan YouTube 32 persen,” ujar perempuan yang kini tengah mengambil gelar doktor psikologi di Universitas Airlangga (Unair) itu.

Monique mengungkapkan, banyak hal yang menjadi sumber tekanan sosiokultural. Bentuknya beragam. Ada yang bentuknya dorongan untuk mengajak menurunkan berat badan atau diet, melarang makan atau ngemil saat malam, menjaga porsi makan, dan lain-lain untuuk mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Bahkan, bentuk ejekan yang diberikan kepada individu sangat berpengaruh. Misalnya, sering dibandingkan dengan anggota keluarga yang memiliki tubuh lebih bagus dan ideal. Selain itu, memberikan panggilan khusus untuk melabeli seseorang dari bentuk tubuhnya. Misalnya, Ndut.

Ibu dua anak itu menuturkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan remaja perempuan untuk mulai mengembangkan citra tubuh yang positif dan mencintai diri sendiri. Pertama, perlu memperhatikan kebutuhan dan kesehatan tubuh. Kedua, menerapkan body protective manner dengan memilah informasi yang masuk dan mampu membedakan komentar positif atau negatif.

Saksikan video menarik berikut ini:

Monique Elizabeth, Dosen Peneliti Standar Tubuh Ideal di Masyarakat

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

WHO Ungkap Alasan Ilmiah Mengapa Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman mereka bagi masyarakat untuk wajib memakai masker di ruang publik. Bukan sekadar masker kain, masyarakat umum diminta untuk memakai masker kain 3 lapis.

Penggunaan masker membantu mencegah penyebaran Covid-19, terutama dalam pengaturan jarak di fisik. CNN melaporkan bahwa rekomendasi yang diperbarui ini adalah perubahan dari saran sebelumnya. Orang berusia 60 tahun ke atas, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan mendasar juga disarankan untuk memakai masker medis.

Lalu mengapa harus 3 lapis? Menurut Science Alert, pedoman WHO yang direvisi merekomendasikan bahwa jenis masker kain yang efektif harus memiliki tiga lapisan. Pertama, lapisan dalam yang menyerap, kemudian lapisan tengah yang akan bertindak sebagai filter, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap seperti poliester.

Dilansir dari Science Times, Rabu (10/6), seorang ahli epidemiologi dan teknis WHO pada Covid-19, Maria D. Van Kerkhove mengatakan bahwa lapisan-lapisan dalam urutan itu dapat memberikan penghalang mekanistik. Dia menekankan bahwa ini didasarkan pada penelitian baru oleh WHO.

“Apa yang kami coba lakukan dengan pedoman yang kami keluarkan adalah untuk memberikan beberapa parameter. Jika Anda akan menggunakan masker kain, berikut adalah kain terbaik yang dapat Anda gunakan berdasarkan bukti yang kami miliki,” kata Van Kerkhove.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa masker kain harus secara teratur dibersihkan dan dikenakan dengan benar. Sebab tangan yang terkontaminasi dapat menginfeksi seseorang sambil merapikan masker mereka atau saat sering menyentuhnya.

Meski masker bisa melindungi, namun bukan satu-satunya solusi. Tetap utamakan kebersihan tangan, dan tindakan kesehatan lainnya. Tindakan pencegahan itu hanya merupakan bagian dari pendekatan komprehensif dalam memerangi virus, tetapi landasan di setiap negara tetap harus menemukan, mengisolasi, menguji, dan merawat setiap kasus.

WHO Ungkap Alasan Ilmiah Mengapa Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Cara Polisi Atasi Kemacetan saat PSBB Transisi Tanpa Ganjil Genap

JawaPos.com – Tidak diberlakukannya ganjil genap pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi membuat kemacetan arus lalu lintas di Jakarta kembali meningkat. Oleh sebab itu, pihak Ditlantas Polda Metro Jaya akan bersiaga dalam mengatur arus lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengklaim pihaknya sudah mengantisipasi lebih dini sebelum terjadi kemacetan. Jumlah personel kepolisian diperbanyak diseluruh titik-titik rawan kemacetan di Ibu Kota.

“Langkah kita mengurai kemacetan saat ini kita akan tempatkan Polantas di titik-titik rawan khusus pada pagi hari dan petang anggota kita tambah dari yang bertugas di bagian administrasi dan pelayanan,” ucap dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/6).

Menurutnya, aparat kepolisian juga melakukan contra flow. Contra flow diberlakukan khususnya di ruas tol dalam kota. Contra flow diberlakukan oleh pihaknya sejak pagi hari. Pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait diaktifkan kembalinya kebijakan gage Ibukota.

Dia menuturkan, evaluasi selalu dilakukan olehnya sehingga bisa segera diambil kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi kepadatan yang ada di Jakarta. “Contra flow di tol sudah kita lakukan. Contohnya contra flow di Antasari kita buka lebih pagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menambahkan ada beberapa cara mengurai kemacetan tanpa harus mengandalkan gage di Jakarta. Selain contra flow, cara yang cukup ampuh yaitu pengalihan arus lalu lintas atau buka tutup jalan.

“Langkah kepolisian menangani kemacetan tanpa gage tentunya situasional. Biasanya dilakukan dengan rekayasa arus lalin misalkan buka tutup dan alih arus,” pungkas Fahri.

Cara Polisi Atasi Kemacetan saat PSBB Transisi Tanpa Ganjil Genap

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Hoax Organ Jenazah Korban Covid-19 Dijual

ISU penjualan organ jenazah korban Covid-19 marak menyebar di grup-grup WhatsApp kemarin. Kabar tersebut dilengkapi video yang memperlihatkan perut sesosok jenazah di rumah sakit (RS) dengan jahitan panjang. Informasi itu tentu bisa memicu keresahan keluarga korban Covid-19. Sebab, jenazah korban tak boleh dilihat dan langsung dimakamkan bersama peti tertutup.

Narasi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa virus korona telah menjadi lahan bisnis gelap penjualan organ tubuh manusia antarnegara yang melibatkan petinggi-petinggi negara.

”Pantaslah tiap rumkit dpt dana 321juta utk satu mayat, kelg tak bisa melihat ato mengantarkan jenazah utk terakhir x sbg penghormatan! Coba bongkar tuhh smua mayat covid, mgkn sdh hilang smua organ tubuhnya,” tukas penggalan informasi yang disebar.

Namun, ada kejanggalan jika video jenazah itu dikaitkan dengan Covid-19. Sebab, orang-orang yang ada di sekitar jenazah tidak mengenakan pelindung diri. Jenazah juga bisa dipegang dan dibuka bajunya. Padahal, protokol penanganan korban Covid-19 mewajibkan jenazah dibungkus plastik dan hanya boleh didekati petugas medis berpengaman lengkap.

Saat ditelusuri menggunakan YouTube DataViewer, video yang sama sudah ada pada April 2018, jauh sebelum pandemi Covid-19. Kanal milik Tribunnews yang mengunggah video itu menuliskan keterangan tentang keributan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof dr R.D. Kandou Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu, 23 April 2018.

Disebutkan, jenazah atas nama Geraldy Jecky Payow merupakan korban penikaman di daerah Malalayang, Manado, pada 22 April 2018. Korban yang sudah tak bernyawa kemudian dilarikan ke RS untuk diotopsi.

Humas RSUP Kandou Manado Meike Dondokambey mengatakan, petugas RS telah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurut dia, otopsi dilakukan atas permintaan pihak kepolisian dan persetujuan pihak keluarga.

Atas tudingan menjual organ tubuh, dokter forensik RSUP Kandou Manado Jemmy Tomuka menegaskan tidak pernah ada. ”Tidak ada orang yang telah meninggal diambil organnya untuk dipakaikan ke orang yang masih hidup,” ucap dia. Penjelasan itu dimuat portal Inews.Id pada 23 April 2018. Anda juga bisa membacanya di bit.ly/OtopsiKorbanPenikaman.

FAKTA

Video jenazah pria dengan jahitan di perut yang marak beredar di grup-grup WhatsApp akhir-akhir ini bukan korban Covid-19. Dia adalah korban penikaman di Sulawesi Utara pada April 2018.

Saksikan video menarik berikut ini:

Hoax Organ Jenazah Korban Covid-19 Dijual

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Rilis Membership Power Up, User Smartfren Bisa Bebas Atur Penggunaan

JawaPos.com – Pengguna operator seluler (opsel) Grup Sinarmas, Smartfren kini dimungkinkan untuk mengatur penggunaan kuota suka-suka sesuai kebutuhan mereka sendiri. Hal tersebut setelah opsel tersebut merilis program membership atau keanggotaan ekslusif yang disebut sebagai Power Up.

Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim menyampaikan, Power Up akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengatur sendiri pengalaman internet sesuai dengan kebutuhan mereka. “Pelanggan tidak perlu khawatir karena tidak akan kehilangan kuota dengan fitur data rollover,” ungkap Djoko di jumpa pers virtual Smartfren Power Up pada Rabu (10/6).

Pelanggan akan diberikan dua pilihan kuota utama sesuai kebutuhan data dan tiga pilihan kuota add-on ditambah dengan bonus kuota progresif yang berlimpah hingga 3 GB. Lebih jauh, Djoko berharap Power Up akan membantu pelanggan dalam memaksimalkan peluang mereka dalam dunia digital.

“Power Up merupakan Eksklusif Membership plan yang mengutamakan metode keanggotaan dengan didasari paket utama yang memiliki masa aktif 168 hari, ketersediaan nomor favorit yang dapat dipilih oleh pelanggan, bonus kuota progresif yang didapatkan dari setiap transaksi pembelian paket add-on dan mengedepankan penggunaan data yang bisa diatur sesuai keinginan,” imbuh Djoko.

Untuk bergabung dan mendaftar sebagai anggota Power Up sendiri hanya bisa diperoleh secara online di laman Smartfren atau aplikasi MySmartfren. Kemudian kartu perdana yang sudah dipesan akan langsung dikirimkan ke alamat pelanggan.

Selain itu, member Power Up diklaim akan mendapatkan keuntungan untuk memilih sendiri nomor favoritnya senilai hingga 5 juta rupiah, dan tambahan bonus kuota jika melakukan pembelian kuota add-on. Pembelian kuota add-on pertama akan mendapat tambahan bonus kuota sebesar 1GB, pembelian kuota add-on kedua akan mendapatkan bonus kuota sebesar 2GB, dan pembelian add-on ketiga dan seterusnya akan mendapatkan bonus kuota sebesar 3GB.

Sebagai informasi juga, paket keanggotaan jenis ini sebelumnya sudah dihadirkan oleh opsel pelat merah, Telkomsel dengan nama By.U yang menyasar segmen anak muda. Lewat program tersebut, pengguna juga diberikan kebebasan penggunaan paket data, memilih nomor dan kartu perdana dikirim ke rumah kemudian.

Rilis Membership Power Up, User Smartfren Bisa Bebas Atur Penggunaan

Sabtu, September 28, 2019 1
Jika anda sedang mencari cara hemat membuat website, silahkan anda baca artikel ini sampai selesai. Saya akan bagikan beberapa tips mudah bagaimana cara menghemat biaya dalam mengelola website anda.

Jujur saja , sampai saat ini saya masih menggunakan cara ini , ya walaupun ada beberapa web saya yang benar benar menggunakan biaya besar pertahunya.

Bagi anda yang belum pernah merasakan penghasilan online, mengeluarkan biaya barang 100 ribu saja tentu enggan . Nah sebagai tahap percobaan , silahkan anda gunakan cara ini. Layanan ini gratis, anda hanya butuh persediaan kuota data untuk aksesnya.

Inilah cara hemat memiliki website . Gunakanlah layanan blogger. Kenapa harus blogger kok tidak lainya, karena blogger adalah satu satunya layanan yang benar benar bebas di gunakan.

Anda bisa berekspresi sebebas mungkin tanpa perlu keluarkan banyak biaya. Di samping banyak sekali desain gratis yang tersedia, juga banyak tutorial yang banyak tersebar di jagat maya.

Berikut ini kelebihan blogger di banding lainya :
1. Gratis
2. Milik google
3. Seo
4. Mudah di gunakan.
5. Banyak desaij gratisan.
Dari kelima poin di ataa sudah bisa anda bayangkan bagaimana enaknya jika anda dapat penghasilan dari blog gratisan.
Diberdayakan oleh Blogger.