JawaPos.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan keluar dari Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat. Pentolan FPI itu dikabarkan meninggalkan RS Ummi melalui pintu belakang.
“Hasil koordinasi dan komunikasi dengan security RS UMMI bahwa yang bersangkutan Rizieq Shihab telah meninggalkan RS UMMI sekitar pukul 20.50 WIB melalui pintu belakang diduga melalui gudang obat,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser dikonfirmasi, Minggu (29/11).
Berdasarkan koordinasi antara aparat kepolisian dengan pihak RS Ummi, diduga kepergian Rizieq tanpa koordinasi pihak rumah sakit. Namun diduga, Rizieq meninggalkan RS Ummi pada Sabtu (28/11) sekitar pukul 21.45 WIB malam.
“RS Ummi tidak mengetahui kendaraan yang digunakan, setelah dicek oleh security pada pukul 21.45 WIB, bahwa keduanya telah meninggalkan kamar rumah sakit,” ucap Hendri.
Hendri menyesalkan pihak RS Ummi hingga kini masih tertutup terkait keberadaan Rizieq Shihab. Padahal aparat dan pemerintah kota Bogor hanya ingin memastikan kalau kondisi Rizieq tidak terpapar Covid-19.
“Pihak rumah sakit masih tertutup terkait keberadaan pasti Rizieq Shihab,” ujar Hendri.
Terpisah, Wakil Sekretaris Umum FPI Azis Yanuar menyebut Imam Besar FPI keluar Rumah Sakit Ummi karena kondisinya telah sehat. “HRS itu sehat abis check-up dan bagus kondisinya, ya dia pulang,” ucap Azis.
Azis mengamini, Rizieq Shihab telah pulang ke kediamannya. Namun tidak tidak membeberkan Rizieq pulang ke Megamendung, Bogor atau Petamburan, Jakarta.
“Iya (sudah pulang). Saya tidak tahu kalau itu (ke Megamendung atau Petamburan),” pungkas Azis.
JawaPos.com – SETARA Institute menyesalkan terjadinya aksi teror yang menimpa empat warga di salah satu gereja Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Ketua SETARA Institute Hendardi menduga, tindakan kekerasan bersenjata secara sadis tersebut diduga dilakukan oleh Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.
“Analisis SETARA Institute, tindakan kekerasan bersenjata secara sadis tersebut diduga dilakukan oleh Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, sisa-sisa kelompok Santoso yang belum berhasil diringkus oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala,” kata Hendardi dalam keterangannya, Minggu (29/11).
Hendardi mengungkapkan, MIT sebelumnya berbasis dan melakukan aktivitas dengan Lemban Tongoa hanya sekitar 23-25 kilometer. Menurutnya, Kabupaten Sigi secara geografis berada di antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong yang selama ini dianggap sebagai teritori MIT Poso.
Hendardi mendesak, Satgas Operasi Tinombala yang masa tugasnya diperpanjang sampai 31 Desember 2020 bisa mengoptimalkan sisa masa tugas untuk memburu belasan anggota MIT Poso yang masih berkeliaran di hutan dan pegunungan sekitar Poso.
“Komplotan teroris Poso tersebut tidak boleh diremehkan, apalagi dianggap lemah. Pasca tewasnya Santoso dan tertangkapnya Basri pada 2016, Ali Kalora telah mengambil alih kepemimpinan MIT Poso dan hingga kini tak tersentuh aparat,” ucap Hendardi.
Hendardi mengharapkan, Satgas Operasi Tinombala dan seluruh aparat keamanan harus menjamin seluruh warga negara, termasuk di pedalaman dan pegunungan Sulawesi Tengah dari serangan kelompok manapun yang mengancam keamanan dan keselamatan.
Oleh karena itu, Hendardi juga mendesak pemerintah, khususnya aparat keamanan, untuk tidak lengah dalam mengantisipasi konsolidasi dan bangkitnya sel-sel tidur terorisme dan ekstremisme-kekerasan. Karena meningkatnya kekecewaan publik belakangan ini atas kinerja pemerintahan di berbagai bidang, dapat dimanfaatkan oleh sel-sel tidur dan jaringan terorisme untuk mendapatkan momentum dan melakukan konsolidasi.
Oleh karena itu, SETARA Institute mendorong tokoh lintas agama untuk sama-sama mengutuk kekerasan yang digunakan oleh kelompok tertentu atas nama agama. Selain itu, mereka hendaknya bersama-sama membangun kehidupan keagamaan yang teduh.
“SETARA Institute mendorong mereka untuk mengaktualisasikan spirit Rencana Aksi Rabat Maroko 2012 dan Deklarasi Beirut Lebanon 2017, kebencian yang menghasut terjadinya diskriminasi, permusuhan dan kekerasan, adalah ‘musuh’ bersama lintas agama,” tandas Hendardi.
Sebelumnya, empat orang warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibunuh oleh kelompok teroris pimpinan Ali Kalora. Tujuh rumah dibakar, salah satunya yang biasa dijadikan tempat ibadah umat Nasrani.
Polri menduga, pembunuhan terhadap empat orang di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11), diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, terungkapnya peristiwa itu bermula saat anggota Polsek Palolo pada Jumat (27/11) pukul 10.30 wita, menerima informasi dari masyarakat ada salah satu warga Dusun Lima Lewonu yang dibunuh secara kejam. Selain itu, beberapa rumah dibakar oleh orang tidak dikenal.
Urusan menentukan pemenang pemilu AS sudah beres. Akses Gedung Putih telah terbuka bagi presiden terpilih Joe Biden. Bagian selanjutnya adalah upaya Biden membentuk rezimnya dengan memilih pejabat tinggi.
—
EMPAT tahun lalu, lobi Trump Tower di Manhattan, New York, menjadi kolam berita bagi awak media. Setiap ada tokoh terkemuka yang masuk, jurnalis langsung menyerbu. Mereka menanyai sosok tersebut bakal bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump atau tidak.
Ya, saat melakukan transisi, sang pengusaha mengadakan audisi terbuka. Siapa pun bisa mencoba meminang jabatan di lembaga eksekutif. Contohnya, Rex Tillerson. Dia adalah aktor kawakan di industri migas, tetapi punya nol pengalaman soal diplomasi pemerintahan.
”Alasan Trump memilih Rex adalah tampangnya terlihat seperti menteri luar negeri,” ungkap Steve Rattner, penasihat ekonomi pada era Barack Obama, kepada Associated Press.
Media menilai, pilihan Trump tidak konvensional. Sebagian besar faktor yang mendorong adalah teori Trump bahwa ada pemerintah bayangan di komunitas teknokrat. Yang paling penting, pilihannya setia dan disambut baik oleh basis pendukungnya.
Tahun ini Biden memilih jalan berbeda 180 derajat. Pilihannya konvensional. Bahkan bisa dibilang terlalu konvensional. Misalnya, yang terlihat saat dia memperkenalkan enam pejabat tinggi strategis terkait dengan keamanan nasional dan diplomasi.
”Bersama, tim ini telah meraih momen penting di sektor keamanan nasional dan diplomasi. Semua itu mungkin terjadi berkat pengalaman mereka selama puluhan tahun,” kata Biden di gedung teater The Queen, Wilmington, AS, Selasa (24/11).
Biden tidak mau coba-coba dalam merakit tim kepresidenannya. Enam orang yang disebut –Antony Blinken, Alejandro Mayorkas, Avril Haines, Linda Thomas-Greenfield, Jake Sullivan, dan John Kerry– sudah punya seabrek pengalaman untuk mengatur lembaga yang segera ditempati.
Blinken dan Mayorkas pernah menjabat wakil menteri di Kementerian Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri. Hanya satu tingkat di bawah jabatan baru mereka nanti. ”Selain berpengalaman, mereka mewakili ide bahwa tantangan saat ini tak bisa dihadapi hanya dengan pikiran dan sikap seperti biasa,” ujar Biden.
Biden seperti alergi untuk memilih nama-nama besar di politik AS dalam kabinet. Karena itulah, dia memilih Janet Yellen sebagai menteri keuangan AS tahun depan. Padahal, banyak elite Demokrat yang merekomendasikan senator Elizabeth Warren sebagai pemimpin lembaga keuangan tertinggi AS tersebut. Meski, Warren tidak marah jika tidak dipilih.
”Keputusan memilih Yellen sangat tepat. Dia adalah sosok pintar dan pemberani yang menjadi salah seorang kepala Federal Reserve (bank sentral AS, Red) tersukses sepanjang sejarah,” jelas Warren.
Harapan Bernie Sanders menjadi menteri ketenagakerjaan juga pupus. Biden butuh dukungan legislator yang kuat selama empat tahun ke depan. Warren dan Sanders datang dari negara bagian basis Republik. Jika mereka mengosongkan kursi karena masuk kabinet, gubernur negara bagian bisa memilih senator sementara. Gubernur di daerah pemilihan Warren dan Sanders adalah orang Republik.
”Menghilangkan tokoh (Demokrat) penting dari Senat atau Dewan Perwakilan adalah keputusan yang sulit bagi saya,” tegasnya kepada NBC.
JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun naskah khutbah Jumat untuk bisa digunakan oleh para khatib. Namun, hal itu mendapat beberapa tanggapan negatif di tengah masyarakat.
Atas hal tersebut, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi pun menyampaikan penjelasannya terkait naskah khutbah Jumat. Zainut mengatakan penyiapan naskah khutbah Jumat merupakan bentuk pelayanan keagamaan daripada Kemenag kepada masyarakat.
“Jangan diartikan sebagai bentuk intervensi apalagi pembatasan hak asasi para da’i, ustadz, muballigh dan penceramah agama. Naskah khutbah Jumat hanya sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya,” terang dia melalui keterangannya, Minggu (29/11).
Dalam penyusunan naskah khutbah Jumat Kemenag akan melibatkan para ulama, praktisi dakwah, dan akademisi, dan para pakar pada bidangnya yang tentunya akan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemenag hanya berperan sebagai fasilitator.
“Pelibatan ulama, praktisi dakwah, dan akademisi penting untuk menghasilkan naskah khutbah Jumat yang sesuai dengan ketentuan agama, berkualitas dan relevan dengan dinamika sosial,” jelas Zainut.
Menurut Wamenag, khutbah Jumat bukan hanya sebagai sarana dakwah tapi juga membahas masalah terkini dengan menampilkan solusi. Misalnya, ada sejumlah tema yang akan disusun, antara lain akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, masalah generasi milenial dan isu-isu aktual lainnya.
“Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah ini,” jelasnya.
Penyiapan naskah khutbah Jumat juga dalam rangka menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama.
“Naskah khutbah Jumat yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag,” tutup dia.
Bukan Zamannya Lagi Cuma Andalkan Kemunculan Memedi
Di balik film horor yang sukses mengangkat derajat genrenya, ada skenario yang tak cuma berisi hantu, karakter yang detail, dan adegan yang disiapkan matang. Kans menembus layanan digital terbuka lebar dan Nusantara juga kaya kekuatan naratif berkaitan dengan kisah horor.
—
JOKO Anwar butuh 13 tahun malang melintang sebagai sineas sebelum akhirnya berani memutuskan menggarap film horor. Padahal, Pengabdi Setan, film yang hendak dia bikin prekuelnya, sudah dia tonton di usia belianya pada 1981. ”Pas itu aku mikir, aku mau bikin film horor ketika punya pengetahuan filmmaking yang lebih tinggi,” katanya.
Kesabaran pada proses, dan tentunya keseriusan penggarapan itu, tak hanya berbuah sukses secara komersial serta pengakuan di ajang Festival Film Indonesia (FFI 2017). Tapi juga turut mengangkat genre horor secara keseluruhan.
Film horor tak lagi dipandang semata sebagai pengeruk uang. Tapi juga menawarkan kekuatan secara artistik-estetik. Apalagi ketika film horor garapan Joko sesudahnya, Perempuan Tanah Jahanam (PTJ), memborong 17 nominasi di FFI 2020. Itu jumlah nominasi terbanyak sepanjang sejarah FFI.
Horor yang pada awal 1990-an sempat identik dengan adegan ranjang vulgar, plot monoton, dan stok hantu yang itu-itu saja kini seperti naik kelas. ”Dulu genre horor itu memang sempat masuk kasta bawah,” ujar Joko yang mengawali karir sebagai asisten sutradara film Biola Tak Berdawai saat dihubungi Jawa Pos pada Rabu siang lalu (25/11).
Karena itu, sejak awal menggarap Pengabdi Setan, Joko berkomitmen mengembalikan marwah genre film favoritnya tersebut ke tempat yang terhormat. ”Saya nggak mau bikin film horor jelek,” katanya.
Dari pengamatannya, Joko melihat ada dua hal yang kerap menjadi titik kelemahan film horor Indonesia. Pertama, skenario atau ide cerita yang lemah. Sekadar orang yang dulunya hidup dan akhirnya jadi hantu atau sebatas diganggu memedi (hantu) tanpa adanya ide baru.
Kedua, penokohan yang kurang kuat. ”Kalau orang nggak peduli sama karakter, ya nggak serem. Film horor itu bisa serem saat kita khawatir kalau karakternya kenapa-kenapa dan ingin dia selamat,” jelas Joko.
Itu sebabnya, ketika membuat film horor, Joko memperhatikan betul skenario dan karakter. Jalan cerita tak hanya dibuat dengan mengandalkan sosok hantu, tapi juga jalan pikiran, ketakutan, serta keresahan para tokoh.
Karakter dibuat dengan sangat detail, mulai watak hingga latar belakang. Tiap adegan pun dipersiapkan dengan matang sebelum syuting sehingga punya sesuatu yang berbeda dari film-film sebelumnya.
Cara menampilkan nuansa seram pun harus diperhatikan. Alih-alih hanya mengandalkan jump scare atau kemunculan sosok seram dengan tiba-tiba, Joko juga memasukkan horor atmosferik lewat setting dan pengadeganan mumpuni. Seolah penonton bisa ikut merasakan ketakutan bahkan sebelum sosok hantu muncul.
Danur memilih jalan serupa. Awi Suryadi, sang sutradara, menghadirkan nuansa mencekam lewat sejumlah karakter dan setting cerita. Dan pilihan itu ternyata disukai. Film yang dibintangi Prilly Latuconsina tersebut berhasil meraup 2.736.391 penonton pada 2017. ”Saya pas itu punya niat bikin film horor yang bisa dinikmati banyak kalangan, termasuk keluarga. Saya nggak mau bikin horor esek-esek,” kata Awi ketika dihubungi Jawa Pos pada Kamis malam lalu (26/11).
Pengamat film F. Paul Heru Wibowo mengakui, dibandingkan film-film horor yang diproduksi pada masa Orde Baru atau setelah reformasi (2000–2016), film-film horor yang diproduksi tiga–empat tahun terakhir memang cenderung menampilkan sisi estetik-artistik. Setidaknya itu dapat dilihat dalam dua faktor, teknik sinematografis dan narasi film.
”Dalam teknik sinematografis, kamera-kamera yang dipergunakan dalam proses produksi bukanlah kamera-kamera yang murah dan orang-orang yang berada di belakang kamera itu juga orang-orang profesional yang terlatih. Teknik CGI (computer-generated imagery), animasi, dan special effect juga sudah mulai dielaborasi secara serius dalam film horor. Misalnya pada film Ratu Ilmu Hitam atau Sebelum Iblis Menjemput,” terang dosen Fakultas Liberal Arts Universitas Pelita Harapan tersebut.
Sementara itu, dalam narasi film, penulis buku Atas Nama Dendam: Wajah Narasi Film Laga Indonesia tersebut juga melihat keberanian para produser film untuk keluar dari pola pikir bahwa film horor Indonesia harus berkaitan dengan hantu-hantu agraris seperti kuntilanak, tuyul, pocong, atau siluman jadi-jadian. Sejumlah film horor yang diproduksi beberapa tahun terakhir bahkan sudah mulai mengisahkan karakter-karakter baru. Baik yang berasal dari tradisi masyarakat daerah tertentu yang belum pernah diketahui publik seperti setan lampor maupun yang berasal dari pengalaman orang-orang tertentu yang bersentuhan dengan fenomena supranatural, misalnya danur.
”Yang tampaknya sekarang sedang berkembang pula adalah kehadiran film horor yang tidak lagi berbicara mengenai hantu-hantu, tetapi film-film horor psikologis yang menampilkan situasi yang mencekam seperti Perempuan Tanah Jahanam,” katanya.
CATAT SEJARAH: Salah satu adegan dalam Perempuan Tanah Jahanam. Film ini meraup 17 nominasi FFI 2020, terbanyak sepanjang sejarah. (BASE Entertainment for JAWA POS)
Sukses secara komersial dan estetik yang diraup Danur, Pengabdi Setan, dan kini PTJ itu pun kian meyakinkan para produser pada kekuatan film horor. Danur, misalnya, oleh MD Pictures dijadikan franchise dengan berbagai judul film.
MD Pictures juga makin aktif memproduksi film horor dengan bujet lebih tinggi daripada Danur yang kata Awi bujetnya lebih rendah daripada film drama atau komedi MD Pictures. Salah satunya KKN di Desa Penari yang syutingnya berlangsung awal tahun ini. Bujet film tersebut mencapai sekitar Rp 15 miliar. Sebagian besar dialokasikan untuk production value atau hal-hal yang menunjang proses produksi dan visual.
Shanty Harmayn, produser BASE Entertainment yang memproduksi PTJ, menyebutkan, kesuksesan PTJ memperlihatkan betapa besar potensi horor jika digarap dengan serius. ”Film horor bisa juga dijadikan sarana untuk menyampaikan komentar tentang kemanusiaan atau kritik sosial,” tuturnya.
Pengabdi Setan, film terlaris Indonesia 2017, juga jadi semacam patokan standar bagi Sunil Samtani dari Rapi Films yang memproduksi film tersebut untuk pembuatan film-film horor berikutnya. ”Selain lihat kemampuan filmmaker, kami lihat dari ide ceritanya dulu. Kalau masih meragukan atau biasa, ya tidak bisa diproduksi,” kata Sunil.
Paul juga meyakini masa depan cerah menanti film horor Indonesia. Layanan tontonan digital OTT (over the top) seperti Netflix, Iflix, dan Disney membuka tangan mereka lebar-lebar dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya ada dua alasan yang menguatkan keyakinan Paul tersebut.
SUKSES: Adegan yang dimainkan Asmara Abigail dalam Perempuan Tanah Jahanam. (BASE Entertainment for JAWA POS)
Pertama, film horor Indonesia sudah mulai dikenal publik global sebagai sebuah karya film yang unik, yang berbeda dengan yang diproduksi Amerika. Faktor ”dikenal” itu menjadi modal yang dapat menggerakkan pelaku industri film, termasuk pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk melakukan penetrasi lebih intens. Kedua, Nusantara memang begitu kaya dengan budayanya, termasuk potensi naratif yang berkaitan dengan kisah-kisah atau mitos-mitos horor.
”Dari Clifford Geertz, antropolog Amerika, kita bahkan mengetahui bahwa kisah-kisah hantu perdesaan itu berkaitan erat dengan sistem sosial masyarakat dalam penegakan kultur harmoni. Kisah-kisah seperti itu, menurut saya, tidak hanya dilihat sebagai kisah-kisah nonsense, tetapi berhubungan dengan sikap penghormatan terhadap alam semesta,” jelasnya.
Dari kelebatan sosok di tengah malam, pintu yang berderik, dan bulu kuduk yang tiba-tiba merinding, semua tahu kini betapa film horor Indonesia telah naik kelas. Betapa besar potensi yang dimilikinya.
JawaPos.com – Keberhasilan digitalisasi layanan peserta JKN-KIS dipengaruhi oleh sistem layanan di rumah sakit. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengajak rumah sakit untuk membangun sistem layanan digital guna memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan kepada peserta JKN-KIS.
“Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih menyukai layanan digital karena bisa diakses kapan saja, tidak perlu keluar rumah. BPJS Kesehatan memang sudah melakukan transformasi sejumlah layanan konvensional ke layanan digital, namun hal ini juga perlu diikuti dengandigitalisasi layanan dari fasilitas kesehatan,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari dalam Pertemuan Nasional Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit bertema Digitalization for Humanity in Hospital Service yang digelar secara daring, Sabtu (28/11) kemarin.
Andayani mengatakan, sistem antrean online sudah dikembangkan di 2.028 rumah sakit, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 528 rumah sakit sudah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Sementara untuk informasi ketersediaan tempat tidur sudah diimplementasikan di 2.054 rumah sakit dan informasi jadwal tindakan operasi sudah diterapkan di 845 rumah sakit. Andayani berharap, angka tersebut bisa semakin bertambah mengingat pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN-KIS di rumah sakit juga kian meningkat.
Andayani juga menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan yang signifikan. Kini, alih-alih mendatangi Kantor Cabang, peserta JKN-KIS lebih memilih menggunakan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA).
“Kunjungan ke kantor cabang berkurang dengan adanya layanan digital. Animo masyarakat terhadap layanan digital BPJS Kesehatan luar biasa. Angkanya mengalami peningkatan dengan pesat karena aksesnya lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan di mana saja.Ke depannya, pasca pandemi Covid-19, layanan digital ini akan tetap berjalan dan dikembangkan lagi mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Andayani.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi seluruh rumah sakit mitra yang terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS, terbukti dari kian meningkatnya indeks kepuasan peserta. Menurut Andayani, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh kepuasan peserta terhadap pelayanan di rumah sakit.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yunita Dyah Suminar, menerangkan bahwa pihaknya berupaya menjaga kepuasan peserta dengan mengutamakan mutu pelayanan dan memetakan kebutuhan masyarakat. Pihaknya telah melakukan digitalisasi layanan kesehatan dalam bentuk registrasi online, Tele Apik (untuk melihat antrian pendaftaran dan polikliknik), Tele Medicine #SayDoc (untuk memudahkan komunikasi pasien dengan dokter), serta mengembangkan digitalisasi keterbukaan informasi publik.
“Tahun 2017 kami sudah punya sistem registrasi online, sekarang penggunanya sudah mencapai 97% dari total pasien yang berkunjung. Petugas rumah sakit juga turun langsung mengedukasi masyarakat untuk menggunakan registrasi online. Di entry point, kita tempatkan orang-orang yang komunikasinya bagus karena melayani orang sakit itu sangat berbeda, mereka ingin selalu diutamakan. Kita juga punya jalur fast track untuk pasien lansia dan bayi. Di internal, kita tanamkan mindset yang sama, jika pelayanan baik, otomatis administrasi juga ikut baik, pasien puas, klaim lancar, pemasukan lancar, sehingga kita bisa meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana rumah sakit,” tuturnya.
Senada, President Director Hermina Hospital Group dr. Hasmoro juga mengatakan jika pihaknya telah melakukan penyesuaian pelayanan kepada pasien yang berkunjung ke rumah sakit. Menurutnya, saat pandemi Covid-19, para dokter, khususnya yang sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit komorbid, mengurangi jam praktiknya di rumah sakit. Kunjungan pasien yang sakit ringan juga menurun karena mereka khawatir tertular Covid-19.
“Oleh karena itu, kami menciptkan layanan Halo Hermina dan Telemedicine untuk memudahkan komunikasi antara pasien dan dokter RS Hermina. Para dokter RS Hermina sudah memiliki riwayat kesehatan pasiennya, sehingga bisa tetap memantau perkembangan kondisi pasiennya lewat aplikasi tersebut tanpa bertatap muka. Selain itu, kami juga mengembangkan sistem appointment melalui call center 1500488, Hermina Mobile, dan website,” ujarnya.
JawaPos.com – Rinaldy A Yunardi berhasil menggebrak panggung Jakarta Fashion Week 2021 dengan koleksinya. Kali ini sang desainer sengaja membawa label Refounders, yang sudah dikenal meluncurkan koleksi sneakers dengan sentuhan penuh detil dan mengutamakan craftmanship. Namun di era pandemi kali ini, fokusnya justru pada masker dan tas dengan model yang apik.
Tak hanya sepatu kali ini, di era pandemi, aksesori lainnya juga diluncurkan seperti, tas, topi, masker serta face shield turut tercipta untuk mempermudah hidup para pecinta fashion. Kali ini dia menggunakan dominan warna hitam dan cream yang netral serta mudah dipadu padankan para pencinta mode Indonesia.
Sebuah tas selempang kecil bisa menjadi tempat untuk menyimpan tisu kering, tisu basah, hand sanitizer, telepon genggam dengan tali yang dapat ditarik, hingga bagian dalam yang dilengkapi resleting berlapis karet dan dapat menyimpan masker hingga kartu. Tas berukuran kecil ini dapat dikenakan sendiri atau dikaitkan agar dapat dipakai bersama tote bag besar.
“Di masa pandemi ini setiap orang pasti menyimpan segala kebutuhan untuk perlindungan diri. Tas kecil ini membuat pemakainya mudah mengambil ragam keperluannya tanpa perlu mencari di dalam tas besar mereka. Hingga seluruh barang dalam tas besar tetap higienis dan tidak tercemar,” kata Rinaldy kepada JawaPos.com, Sabtu (28/11).
Koleksi Unik Rinaldy A Yunardi di panggung JFW 2021. (JFW.TV)
Terdapat pula sebuah tas model tote berukuran sedang dan besar yang terinspirasi olehnya saat berbelanja ke luar rumah, menggunakan tote bag yang memuat beragam barang dan
bersifat praktis. Pada tas tote berukuran besar, terdapat fungsi lain yang dapat dikenakan menjadi backpack dengan merubah penempatan tali tas. Seluruh tas berbahan dasar crinoline yang disenangi Yung-Yung, sapaan akrab sang desainer.
Dirinya juga meluncurkan masker unik sebagai aksesori di era pandemi. Kali ini dia menggunakan bahan crinoline dan bagian dalamnya dilapisi bahan lain serta dilengkapi kaca mata yang dapat dilepas agar masker tersebut dapat dicuci.
Ada juga face shield berbentuk geometris warna hitam atau transparan dan terdapat pula berbingkai seperti ukiran baroque ciri khas karya Rinaldy yang fashionable dan detil craftmanship. Efektif, fungsional, fashionable, dan keseimbangan sisi komersil dengan kreativitas merupakan kata untuk menggambarkan produk Refounders terbaru pada Jakarta Fashion Week 2021.
“Refounders merupakan produk lain dari Rinaldy A. Yunardi yang saya ciptakan untuk dapat dikenakan sehari-hari, perkembangan dari koleksi utama saya, memiliki napas desain saya, dan memberikan kepada masyarakat kesempatan memiliki serta menikmati karya saya,” tutupnya.
JawaPos.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan meminta kebijakan ekspor benih lobster atau benur dievaluasi. Jika memang hasil evaluasi menunjukkan bagus, tetap jalan.
”Kemarin pesan Pak Menko, jangan takut kalau memang benar,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi kemarin (28/11) merujuk kepada Luhut yang juga Menko Marves itu.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK dalam kasus ekspor benur. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.
Jodi menyebutkan bahwa evaluasi kebijakan yang dilahirkan di masa kepemimpinan Edhy itu ditekankan Luhut. Namun, Luhut tidak lantas menilai kebijakan tersebut keliru.
Menurut Jodi, Luhut hanya minta seluruh tahap dan prosedur dalam kebijakan itu dilaksanakan secara ketat. Misalnya syarat untuk budi daya. Jika itu dilakukan, ekspor benur diyakini tak akan menimbulkan masalah.
Selain itu, korupsi dan kolusi yang terjadi dalam implementasi kebijakan tersebut tidak boleh terulang. ”Tapi, sekali lagi, kita tunggu saja hasil evaluasi,” ungkap Jodi.
Apabila hasil evaluasi menyatakan bahwa kebijakan tersebut sudah bagus, Jodi menyatakan bahwa Menko Luhut ingin kebijakan itu dilanjutkan. Sebab, kebijakan yang dinilai baik diyakini akan memberikan manfaat bagi masyarakat. ”Kita harus bedakan antara kebijakan itu salah dan eksekusi (kebijakan) yang salah atau diselewengkan,” tuturnya.
Saat ini kebijakan ekspor benur sudah distop sementara. Itu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pelaksana tugas direktur jenderal perikanan tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan nomor B.22891/DJPT/Pl.130/XI/2020. Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 26 November 2020 itu, dijelaskan soal penghentian sementara penerbitan surat penetapan waktu pengeluaran (SPWP) kepada para kepala dinas kelautan dan perikanan provinsi, kabupaten, maupun kota.