JawaPos.com – Budianto Tahapary selaku kerabat pelaku penganiayaan mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega, mengatakan bahwa pada Senin (30/11) sejumlah saksi diperiksa oleh penyidik Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Saksi yang diperiksa adalah tersangka Arnold, Devi, dan Hence.
Mereka diperiksa sejak pukul 13.00 hingga pukul 19.45 WIB. Ketiga saksi dicecar terkait seputar kejadiaan penganiayaan yang dialami Isa Zega.
Budi mengatakan nama Nikita Mirzani juga muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama saksi Devi dan Hence.
“Sudah didesain sedemikian rapinya agar konstruksi hukum atas aktor intelektual putus hanya sampai di pelaku dan tersangka, namun upaya tersebut gagal karena akhirnya nama Nikita Mirzani muncul di BAP Devi,” ungkap Budi kepada JawaPos.com, Senin (30/11).
Devi diketahui termasuk pelaku penganiayaan Isa Zega di sebuah kafe di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 3 November 2020. Berdasarkan pengakuannya beberapa waktu lalu, dia bertugas mengabadikan momen penganiayaan lewat video dan kemudian dia serahkan kepada pihak pemberi order sebagai bukti pekerjaan telah dijalankan.
Sementara temannya bernama Arnold yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, bertugas menganiaya korban. Akibat perbuatan tersebut wajah Isa Zega mengalami luka dan hidungnya retak.
Devi sebelumnya sempat bicara tidak benar di hadapan penyidik dengan mengatakan Arnold memukuli Isa Zega lantaran tersinggung atas tatapan tak enak korban. Merasa tersinggung, akhirnya pelaku memukulinya.
Devi membuat pengakuan seperti itu dengan tujuan untuk melindungi pemberi order yang disebutnya berasal dari Nikita Mirzani. Dengan harapan pihak pemberi order bisa membantu kehidupan Arnold selama berada di dalam penjara.
Hanya saja, harapan itu gagal setelah pihak pemberi order tidak mau menanggungnya. Sebab Isa Zega katanya hanya luka biasa. Pihak pemberi order kurang puas dengan kerjaan mereka.
Tidak mau menanggung biaya hidup Arnold selama di dalam penjara, Devi akhirnya memutuskan untuk buka suara mengungkapkan kalau dirinya dan Arnold hanyalah penerima order.
Budi juga mengatakan, nama Nikia Mirzani juga akan dimuculkan dalam keterangan yang disampaikan saksi Hence.
Sejak pertengahan Maret, seluruh murid di Surabaya belajar dari rumah. Sebab, virus korona kala itu tengah mengamuk. Kini persebaran virus asal Tiongkok tersebut sudah melandai. Harapan siswa untuk mengenyam pendidikan di sekolah kembali terbuka.
ARISKI PRASETYO, Jawa Pos
PAGI itu (25/11), Sutarwiyah terlihat sibuk. Dari depan ruang kerjanya, dia mengamati ratusan siswa yang sedang duduk berderet memanjang di lapangan sekolah. Sesekali, Kepala SMPN 62 Gunung Anyar itu mengecek barisan. Memastikan seluruh murid sudah tiba.
Tempat duduk siswa tidak rapat. Ada jarak pemisah. Panjangnya lumayan, 1,5 meter hingga 2 meter. Untuk sekadar bertegur sapa, antarsiswa harus berbicara lantang. Terlebih wajah para pelajar itu tertutup masker.
Ruang kosong tersebut sengaja dirancang sekolah. Tujuannya bukan untuk melarang murid berinteraksi. Tidak pula menciptakan persaingan antarpelajar. Namun, kondisi itu memang diciptakan sebagai upaya antisipasi.
Ya, virus korona memang belum sepenuhnya hilang. Namun, pemkot mulai berhasil meredam Covid-19. Sebagai langkah preventif, disiplin harus ditegakkan. Salah satunya menjaga jarak.
Setelah memastikan barisan rapi dan seluruh siswa datang, Sutarwiyah melangkah ke halaman belakang sekolah. Mengecek tempat pengujian kesehatan. Terlihat dua petugas dinas kesehatan (dinkes) yang sudah mengenakan pakaian hazmat lengkap.
Selang beberapa menit, kegiatan pun berjalan. Uji usap masal berlangsung untuk seluruh siswa kelas IX. Total 116 pelajar mengikuti tes kesehatan itu. Untuk mencegah kerumunan, pihak sekolah membuat jadwal. Ada dua gelombang pengujian. Yakni, pukul 08.00−09.00 berlanjut pukul 10.00 hingga 11.00.
Fatih Ahsan Khairil dan Ikbal Nasrulloh berada di satu gelombang uji usap. Keduanya merupakan teman satu sekolah. Kerap bermain bersama ketika berada di sekolah. Meski, dua pelajar itu berbeda kelas. Fatih duduk di kelas IX B. Ikbal merupakan siswa kelas IX A.
Sejak virus korona jenis baru itu merebak pada Maret lalu, keduanya tak pernah bersua. Sebab, kegiatan sekolah dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keduanya hanya bersapa lewat WhatsApp (WA).
Momen uji usap siswa itu seolah menjadi kesempatan melepas rindu. Dua teman sejawat tersebut bertegur sapa. Menanyakan kabar. ”Pas sekolah sering belajar di perpustakaan bersama,” ucap Fatih.
Suasana pembelajaran di sekolah memang berkesan. Hal itu tidak dijumpai ketika murid mengikuti pembelajaran daring. Di sekolah mereka bisa berinteraksi bersama. Tidak dibatasi layar laptop atau HP.
Tak hanya kangen bertemu teman sekolah. Keduanya juga rindu dengan susana pembelajaran di kelas. Guru menerangkan di papan tulis. Siswa mendengarkan, lantas mengerjakan tugas. Kalau boleh meminjam istilah pada hukum Newton III, yaitu aksi sama dengan reaksi. Siswa dan guru berinteraksi. Hal itu sulit ditemukan ketika pembelajaran jarak jauh.
Kesan yang sama disampaikan Ikbal. Dia ingin secepatnya masuk sekolah. Seperti dulu ketika normal. Sebab, pembelajaran daring menyulitkan. Kendala jaringan terkadang datang menghampiri. Meski, di rumahnya sudah terpasang jaringan wifi. ”Kalau diterangkan di kelas jauh lebih jelas,” terangnya.
Harapan Ikbal dan Fatih itu sejatinya juga menjadi angan seluruh siswa di Surabaya. Mereka ingin kembali masuk sekolah. Seperti sedia kala. Sebelum virus korona menyerang.
Sejatinya, bukan hanya murid yang terlilit masalah. Wali murid juga kesulitan. Pasalnya, mereka harus menyiapkan kebutuhan tambahan. Mulai wifi, gadget, hingga paket pulsa. Di masa ekonomi serbasulit saat ini, hal itu tentunya menguras isi dompet warga.
Pemkot pun merespons keluhan itu. Sejak pertengahan tahun pembelajaran tatap muka disiapkan. Agar sekolah kembali buka. Tentunya diberlakukan sistem baru. Sesuai protokol kesehatan (prokes).
Sebanyak 18 SMP ditunjuk sebagai pilot project pembelajaran tatap muka. Mulai SMP negeri hingga swasta. SMPN 62 Gunung Anyar menggelar persiapan. Di antaranya, uji usap guru. Seluruh pendidik menjalani tes kesehatan.
Indikator prokes dipenuhi secara bertahap. Di depan kelas, disediakan wastafel untuk membersihkan tangan sebelum pembelajaran dimulai. Di dalam kelas, bangku siswa diatur. Berjarak. Ruangan itu hanya diisi maksimal 50 persen dari total siswa. ”Ventilasi juga sudah diatur,” terangnya.
Persiapan masuk sekolah juga dilakukan lembaga pendidikan swasta. Contohnya, SMP Kristen YBPK 1 Surabaya. Minggu lalu sekolah yang berlokasi di Pacar Keling itu menggelar uji usap siswa.
Sebanyak 42 siswa bergiliran melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan swab cotton, petugas kesehatan mengambil spesimen dari dalam hidung pelajar. Hasil pemeriksaan itu masih menunggu telaah dinas kesehatan (dinkes).
Kepala SMP Kristen YBPK 1 Erwin Darmogo menuturkan, pihaknya betul-betul menyiapkan pembelajaran tatap muka. Harapannya, kebijakan pemkot di masa pandemi itu berjalan lancar. Tidak timbul persoalan baru. Salah satunya memicu klaster sekolah.
Ada tujuh tahapan yang sudah dilakukan sekolah itu. Dimulai sejak pertengahan tahun ini. Selain uji usap untuk guru dan siswa, disiapkan ruang kelas sesuai indikator prokes.
Lalu, meminta izin pembelajaran tatap muka dari wali murid dan komite serta mendata guru, siswa, dan wali murid yang mempunyai komorbid. ’’Kami juga melalukan sosialisasi pembelajaran tatap muka via medsos agar orang tua siswa mendapatkan penjelasan,’’ paparnya.
Selanjutnya, membuat video tutorial SOP pembelajaran tatap muka, menyiapkan jadwal sekolah, dan sif pembelajaran. Yang tidak kalah penting tetap memberikan kesempatan bagi siswa yang tidak mengikuti pembelajaran di kelas. ”Nanti ada live streaming saat guru mengajar di sekolah,” ucapnya.
Jam pembelajaran normal baru tidak akan lama. Maksimal hanya empat jam. Satu mata pelajaran disampaikan 30 menit. ”Masuk Senin hingga Jumat. Kelas bergiliran,” terangnya.
Untuk memberikan keyakinan, selepas uji usap siswa, SMP Kristen YBPK 1 menggelar simulasi. Melibatkan pelajar. Guru mengarahkan pelajar dari awal masuk sekolah, di dalam kelas, hingga pulang sekolah.
Erwin menambahkan, pembelajaran tatap muka memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sekolah daring. Salah satunya, guru bisa melihat perkembangan siswa. Kebijakan pembelajaran tatap muka mulai disiapkan pemkot sejak pertengahan tahun. Serangkaian tahapan berjalan. Dimulai dengan uji usap guru. Berlanjut penetapan indikator prokes serta menujuk sekolah percontohan. Selanjutnya, uji usap siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo mengatakan, pembelajaran tatap muka merupakan keniscayaan. Sebab, kondisi korona di Surabaya berangsur membaik. Selain itu, pemerintah sudah memberikan kepastian. Tahun depan sekolah kembali dibuka.
Pemkot tidak ingin kebijakan itu membawa petaka. Gelombang kedua virus korona kembali merebak. Supomo pun melakukan langkah-langkah preventif. Pertama, bekerja sama dengan para pakar. Menentukan waktu yang pas untuk membuka sekolah.
Para ahli itu juga dimintai pendapat. Indikator apa saja yang harus dipenuhi sekolah agar bisa menggelar pembelajaran tatap muka. ”Salah satunya harus ada wastafel serta satu kelas minimal memiliki 20 persen ventilasi,” ucapnya.
Langkah lain adalah dengan menggandeng satgas percepatan penanganan Covid-19. Sebab, di era pandemi korona, seluruh kegiatan harus mendapatkan cap persetujuan dari satgas. Termasuk pembelajaran tatap muka.
Menurut Supomo, sebelum sekolah dibuka, satgas nanti turun ke sekolah. Mengecek langsung indikator prokes. ”Juga mengamati jalannya pembelajaran,” terangnya.
Pembelajaran tatap muka yang kelak berjalan memang terlihat ribet. Penuh aturan. Siswa harus jaga jarak, memakai masker dan face shield. Hingga tidak boleh berkerumun. Tentunya, hal itu membutuhkan pengawasan guru. Juga pengarahan dari wali murid.
Pemkot meminta guru dan siswa disiplin. Tetap menjaga kesehatan. Sebelum pembelajaran tatap muka, seluruhnya harus tetap sehat. Tidak terinfeksi Covid-19.
Mantan kepala dinas sosial (dinsos) itu menjelaskan, aturan sekolah memang jauh berbeda. Lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Namun, dia memberikan keyakinan bahwa hal itu bertujuan melindungi siswa. ”Bagi kami, kesehatan siswa, guru, serta wali murid merupakan yang utama,’’ tegasnya.
JawaPos.com – Keluarga Ruben Onsu mengalami kejadian kurang mengenakkan saat hendak liburan ke Bandung, Jawa Barat, pada 27 November 2020. Mobil yang ditumpangi Sarwendah dan anak-anaknya tiba-tiba mengeluarkan asap saat berada di tol Karawang.
Ruben dan Sarwendah kala itu kebetulan menggunakan mobil berbeda. Mobil Ruben berangkat lebih dulu. Ketika hampir keluar tol Bandung, dia mendapat kabar dari Sarwendah kalau mobilnya mengeluarkan asap.
“Dapat kabar dari Wendah, mobil keluar asap, aku selamatin anak-anak dulu. Setelah itu sudah mati tuh telepon. Saya telepon lagi enggak diangkat,” kata Ruben Onsu saat ditemui di bilangan Tendean Jakarta Selatan Senin (30/11).
Ruben sengaja berangkat duluan dengan tujuan supaya cepat sampai Bandung dan supaya tidak saling tunggu.
“Pikiran gue biar ketemu di tengah lah, minimal di tol Bekasi atau di mana gitu. Pas aku tanya ketemu di mana, kata dia enggak usah berhenti-henti biar cepat nyampe Bandung. Oh ya sudah. Gue mah iya iya aja,” katanya.
Mengetahui mobil yang ditumpangi Sarwendah mengalami masalah, secara spontan Ruben balik arah mencari keberadaan Sarwendah. Kala itu dia tidak tahu kalau lokasi istrinya berada di Karawang. Menurut Ruben, Sarwendah hanya mengatakan mobilnya mengalami masalah namun tidak menjelaskan keberadaannya bersama ketiga anak.
“Saya tahu posisi dia di Karawang itu setelah dia nyelamatin anak-anaknya,” ungkap Ruben Onsu.
Lebih lanjut dia mengatakan mobil yang dikendarai Sarwendah berasap akibat korsleting listrik. Ruben Onsu agak bingung atas kejadian ini. Sebab sebelum berangkat, kendaraan tersebut sudah dicek ke bengkel dan semuanya dalam kondisi normal.
“Maksudnya enggak masuk logika, orang mobilnya juga baru banget baru sebulan,” ujar Ruben.
Terlepas dari hal itu dia bersyukur semua keluarganya selamat atas kejadian ini. Dan mobilnya yang mengalami masalah juga ada asuransinya. Sehingga semua kerugian yang terjadi akibat insiden tersebut ditanggung pihak asuransi.
Gara-gara kejadian ini, liburan Ruben Onsu ke Bandung Jawa Barat jadi kurang terasa nikmat. Sejumlah tempat yang awalnya direncanakan akan dikunjungi untuk mengisi waktu liburan malah tidak terlaksana. Mereka lebih banyak menenangkan diri di dalam hotel.
“Iya tadinya ada rencana mau kemana-mana, jadinya ya sudah lah ke hotel aja. Langsung istirahat sudah,” ucap Ruben Onsu.
JawaPos.com–Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan konsentrasi gas CO2 di Gunung Merapi mulai mengalami peningkatan.
”Konsentrasi gas CO2 meningkat menjadi 675 ppm (bagian per juta),” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.
Hanik mengatakan pemantauan gas dari stasiun Vogamos (Volcanic Gas Monitoring System) di Lava 1953 di Gunung Merapi menunjukkan nilai gas CO2 (ppm) dengan interval waktu setiap lebih kurang tiga jam untuk pengambilan data. Selama awal November hingga 20 November, konsentrasi CO2 menunjukkan nilai yang cukup konstan, yaitu rata-rata 525 ppm.
”Setelah periode tersebut hingga akhir bulan ini menunjukkan peningkatan (CO2) hingga nilai maksimal sebesar 675 ppm,” terang Hanik.
Peningkatan gas CO2 di Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Tengah itu, menurut dia, menjadi salah satu indikator peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang kini telah berstatus siaga. Data pemantauan tersebut juga menunjukkan proses desakan magma menuju permukaan.
Selain konsentrasi gas, lanjut dia, indikator peningkatan aktivitas vulkanik lain adalah kegempaan internal di tubuh gunung itu yang meningkat mencapai 400 kali per hari. Selama November, kegempaan Gunung Merapi tercatat 1.069 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 9.201 kali gempa fase banyak (MP), 29 kali gempa low frekuensi (LF), 1.687 kali gempa guguran (RF), 1.783 kali gempa hembusan (DG), dan 39 kali gempa tektonik (TT).
”Intensitas kegempaan pada bulan ini 2–5 kali lebih tinggi dibandingkan Oktober,” tutur Hanik.
Analisis morfologi area puncak berdasar foto dari sektor tenggara pada bulan ini, menurut Hanik, juga menunjukkan adanya perubahan morfologi sekitar puncak yakni runtuhnya sebagian kubah Lava 1954. Sedangkan berdasar analisis foto drone pada 16 November, teramati adanya perubahan morfologi dinding kawah akibat runtuhnya lava lama, terutama Lava 1997 (selatan), Lava 1998, Lava 1888 (barat), dan Lava 1954 (utara). ”Belum teramati kubah lava baru,” ujar Hanik.
Selain itu, Hanik menjelaskan, deformasi Gunung Merapi yang dipantau dan diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada bulan ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 cm/hari.
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan. Selain itu, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke Gunung Merapi.
JawaPos.com–Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menyiagakan dua armada gunner disinfektan akibat tingginya kasus Covid-19 menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kabupaten Jember.
”Kami merespons cepat terhadap tingginya kasus positif Covid-19 dengan mendatangkan lagi dua armada gunner untuk penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum,” kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki seperti dilansir dari Antara di Jember.
Menurut dia, penyemprotan disinfektan akan dilakukan di jalan raya, pusat perbelanjaan, sekolah, tempat ibadah, pasar, hingga lingkungan pondok pesantren di 31 kecamatan. Hal tersebut sebagai upaya menekan tingginya kasus penularan Covid-19.
”Penyemprotan dengan dua mobil gunner akan melibatkan personel gabungan dari sukarelawan PMI, pemerintah, kepolisian, dan TNI,” tutur Zaenal Marzuki.
Dia mengatakan, pelaksanaan penyemprotan desinfektan dengan menggunakan dua mobil gunner itu merupakan program PMI Jember yang didukung PMI Provinsi Jatim.
”Kami akan intensif melakukan penyemprotan disinfektan menjelang pilkada serentak hingga usai pelaksanaan pesta demokrasi di Jember,” kata Zaenal Marzuki.
Zaenal menjelaskan, Ketua Umum PMI Jatim Imam Utomo mendorong PMI Jember selaku koordinator jejaring untuk segera melakukan penyemprotan disinfektan dengan guna menekan penyebaran virus korona di wilayah jejaring PMI Jember. Utamanya kabupaten yang akan menggelar pilkada serentak.
”Penyemprotan dimulai dengan sasaran kecamatan yang masuk zona merah, kemudian dilanjutkan kecamatan yang zona oranye dan kuning dengan melibatkan tim gabungan,” ujar Zaenal Marzuki.
Dia mengatakan, penyemprotan dengan mobil gunner akan dilanjutkan di Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi yang akan menggelar pilkada serentak juga.
”Penggunaan mobil itu dilakukan karena PMI Jember selaku koordinator jejaring PMI yang meliputi Kabupaten Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Kota Probolinggo,” papar Zaenal Marzuki.
Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jember juga masih cukup tinggi dan transmisinya masih cukup tinggi, sehingga mendapatkan perhatian khusus dari PMI Jatim.
Berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 Jember tercatat jumlah warga yang terkonfirmasi positif mencapai 2.441 orang dengan rincian 1.796 orang dinyatakan sembuh, 534 orang masih dirawat, dan sebanyak 111 meninggal dunia.
JawaPos.com–Polri menyatakan tindak pidana terorisme Taufik Bulaga alias Upik Lawanga (UL) di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa tahun silam, menewaskan 27 orang dan melukai 92 orang lainnya. Di antara aksi terorisme yang dilakukan UL di Poso antara 2004 dan 2006 adalah pembunuhan Helmi Tembiling, istri anggota TNI AD di Sulteng.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono seperti dilansir dari Antara menjelaskan, aksi UL lainnya adalah penembakan dan pengeboman Gereja Anugerah pada 12 Desember 2004, bom GOR Poso pada 17 Juli 2004, bom Pasar Sentral pada 13 November 2004, bom Pasar Tentena pada 28 Mei 2005, dan bom Pura Landangan pada 12 Maret 2005.
”Selain itu, bom Pasar Maesa pada 31 Desember 2005, bom Termos Nasi Tengkura pada 6 September 2006, bom Senter Kawua pada 9 September 2006, dan penembakan sopir angkot Mandale,” kata Awi.
Banyaknya aksi teror UL saat itu, mendorong polisi membentuk Satgas Gakkum Poso. ”Satgas kemudian menangkap pelaku pengeboman dan penembakan, Hasanuddin dan Basri yang merupakan rekan UL pada 2006 hingga 2007,” tutur Awi.
Satgas Gakkum juga memasukkan nama 29 orang termasuk UL ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah 14 tahun menjadi buron, Densus 88 Antiteror akhirnya berhasil menangkap Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada 23 November 2020. Tak hanya UL, lanjut Awi, Densus juga meringkus tujuh orang rekan UL lainnya di Lampung pada 23 dan 25 November 2020.
”Taufik Bulaga merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah diduga sebagai orang yang merakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Selain itu, dia juga diduga terlibat kasus bom Solo dan Cirebon,” terang Awi.
Menurut Awi, Polri menyatakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) masih bertahan dan memiliki kekuatan secara militer kendati Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2008 telah menetapkan JI sebagai organisasi terlarang.
”Keyakinan Polri ini didasarkan pada penangkapan Densus 88 Antiteror terhadap 24 anggota JI di berbagai wilayah di Indonesia selama Oktober–November 2020,” kata Awi.
Di antara mereka yang ditangkap tersebut, lanjut Awi, terdapat beberapa pimpinan JI yang berperan mengendalikan organisasi dan mendanai kegiatan JI.
”JI merupakan dalang dari sejumlah tindak pidana terorisme di Indonesia seperti bom Bali I dan II, bom di Hotel JW Marriott, dan bom malam Natal tahun 2000,” tutur Awi.
JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, Gunung Api Ili Lewotolok kembali erupsi. Senin (30/11) pukul 23.20 wita, Gunung Ili Lewotolok mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 700 meter dari atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.
Berdasar hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dengan durasi kurang lebih 2 menit 25 detik. Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok juga melaporkan adanya suara gemuruh saat terjadi erupsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan kenaikan status Gunung Ili Lewotolok menjadi level III atau siaga setelah terjadi erupsi dan adanya peningkatan aktivitas gunung api pada Ahad (29/11). Dengan penetapan status gunung tersebut, PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya pada radius 4 kilometer dari puncak.
Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah menetapkan status darurat bencana di daerah itu akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok. Ribuan warga mengungsi ke Kota Lewoleba ibu kota kabupaten tersebut. ”Status darurat bencana sudah kita tetapkan sejak hari pertama status siaga. Jadi saat ini Lembata dalam keadaan darurat bencana,” kata Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur seperti dilansir dari Antara pada Senin (30/11).
Dia menambahkan, terkait status darurat bencana tersebut juga, sudah disampaikan ke Gubernur NTT Victor B. Laiskodat. Saat ini pengungsi sudah dievakuasi dari 28 desa di bawah kaki lereng Gunung Ili Lewotolok. Mereka ditempatkan di tujuh titik lokasi pengungsian yang sudah dibangun tenda oleh BPBD, TNI, serta Polri.
”Saat ini BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi terhadap warga di kaki gunung itu,” tutur Eliyaser Yentji Sunur.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata dibantu tim gabungan dari instansi dan unsur terkait lainnya mengevakuasi para warga yang tinggal dalam kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Ili Lewotolok. Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin pukul 22.00 WIB, ada sebanyak 4.628 jiwa yang telah dievakuasi di 7 titik pengungsian.
Adapun sebaran pengungsian tersebut meliputi Kantor Bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Aula Ankara 148 jiwa, Kelurahan Lewoleba Tengah 140 jiwa, Tapolangu 287 jiwa, Desa Baopana 15 jiwa, kantor BKD PSDM 338 jiwa dan Lapangan Harnus ada sebanyak 28 jiwa. Belum ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal atas peristiwa tersebut. Hingga saat ini, kebutuhan mendesak meliputi tenda pengungsian, air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur, terpal dan dukungan relawan untuk anak-anak.
JawaPos.com – Panja Asuransi Jiwasraya di DPR menyoroti defisit ekuitas PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Bahkan besaran defisit ekuitasnya mencapai Rp 38 triliun.
Ketua Panja Jiwasraya Aria Bima memaparkan, saat ini asuransi Jiwasraya mengalami kesulitan pembayaran utang klaim dan defisit ekuitas. Berdasar data per 31 Oktober, total utang klaim Jiwasraya dari peserta asuransi tradisional mencapai Rp 19,3 triliun. Semua itu terdiri atas nasabah tradisional ritel, korporasi, dan Saving Plan.
Untuk liabilitas Asuransi Jiwasraya per akhir Oktober 2020 mencapai Rp 37,12 triliun yang berasal dari polis tradisional dan Rp 16,8 triliun dari polis Saving Plan. Sedangkan total aset Asuransi Jiwasraya tercatat mencapai Rp 15,4 triliun.
“Namun mayoritas aset Jiwasraya itu tidak likuid dan berkualitas buruk,” ujar Aria Bima di gedung DPR, Senin (30/11).
Aria Bima melanjutkan, nilai aset Jiwasraya juga tercatat terus menurun. Dari 2018 tercatat aset Jiwasraya mencapai Rp 23 triliun. Masuk pada 2019 menjadi Rp 18 triliun. “Kondisi aset yang berkualitas buruk dan pengelolaan buruk membuat Jiwasraya mengalami defisit ekuitas,” tuturnya.
Selain itu, kondisi ekuitas perseroan juga mengalami defisit dari posisi Desember 2018 minus Rp 30,3 triliun menjadi minus Rp 34,6 triliun di Desember 2019. Lalu hingga Oktober 2020 kembali membengkak menjadi Rp 38,5 triliun.
JawaPos.com – Liga Champions 2020-2021 memasuki fase krusial yakni matchday 5. Baru 6 klub yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar. Mereka adalah Bayern Muenchen, Manchester City, Chelsea, Sevilla, Barcelona, dan Juventus.
Tak pelak, matchday 5 menjadi partai hidup dan mati bagi sejumlah klub yang dalam posisi rawan. Menang pada matchday 5 berarti masih punya peluang lolos. Namun, apabila meraih hasil minor, siap-siap saja mengucapkan selamat tinggal.
Di Grup A, Atletico Madrid harus menjamu Bayern Muenchen pada Selasa (1/12) atau Rabu (2/12) dini hari WIB. Kemenangan menjadi harga mati lantaran Lokomotiv Moscow bisa merusak ambisi mereka lolos ke babak berikutnya.
Sementara di Grup B, keempat tim masih memiliki peluang sama. Tak pelak, kemenangan pada matchday 5 menjadi harga mati. Inter Milan yang masih berada di posisi buncit harus menang di kandang M’Gladbach andai tak ingin terpental. Sementara, Real Madrid bisa mengunci tiket lolos andai menang di markas Shakhtar Donetsk. Laga Madrid vs tuan rumah Shakhtar disiarkan langsung oleh SCTV, Rabu (2/12), pukul 00.55 WIB.
Laga seru juga tersaji di Grup D. Liverpool harus saling bunuh dengan Ajax. Pemenangan dari laga ini memiliki kans sangat besar melaju ke babak berikutnya. Laga Liverpool menjamu Ajax disiarkan SCTV, Rabu (2/12), pukul 03.00 WIB.
Di Grup F dan G juga masih sengit. Belum ada yang lolos dan laga matchday 5 bakal menjadi titik balik siapa klub yang lolos. Dortmund yang menjamu Lazio dipastikan melenggang andai meraih kemenangan.
Paling menarik adalah persaingan di Grup H. Man United dan PSG ternyata tak mudah untuk meraih tiket lolos. Bahkan, keduanya bakal saling bunuh pada matchday 5. Duel Man United menjamu PSG disiarkan oleh SCTV, Kamis (3/12), pukul 03.00 WIB. Sementara laga Istanbul Basaksehir menjamu RB Leipzig disiarkan SCTV, Kamis (3/12), pukul 00.55 WIB.
Jadwal Lengkap dan Live TV Matchday 5 Liga Champions 2020-2021
Rabu, 2 Desember 2020 00.55 WIB: Shakhtar Donetsk vs Real Madrid – Live SCTV
00.55 WIB: Lokomotiv Moscow vs RB Salzburg 03.00 WIB: Liverpool vs Ajax – Live SCTV
03.00 WIB: Porto vs Manchester City
03.00 WIB: Borussia Mo’gladbach vs Inter Milan
03.00 WIB: Atalanta vs Midtjylland
03.00 WIB: Atletico Madrid vs Bayern Muenchen
03.00 WIB: Marseille vs Olympiacos
Kamis, 3 Desember 2020 00.55 WIB: Istanbul Basaksehir vs RB Leipzig – Live SCTV
00.55 WIB: Krasnodar vs Rennes 03.00 WIB: Man United vs PSG – Live SCTV
03.00 WIB: Borussia Dortmund vs Lazio
03.00 WIB: Sevilla vs Chelsea
03.00 WIB: Juventus vs Dynamo Kyiv
03.00 WIB: Ferencvaros vs Barcelona
03.00 WIB: Club Brugge vs Zenit
*Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.