Malam Pergantian Tahun di Kota Makassar Sepi

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Malam Pergantian Tahun di Kota Makassar Sepi


JawaPos.com–Malam pergantian tahun 2020 ke 2021 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas keramaian dibatasi, bahkan dibubarkan, mengingat kondisi pandemi Covid-19 masih mengancam.

Dari pantauan Kamis (31/12) malam, di Jalan Pengibur, Pantai Losari, yang merupakan ikon kota, yang biasanya dibanjiri puluhan ribu orang berdesak-desakan, kini hanya terlihat petugas dan aparat. Sepanjang jalan itu, sunyi dan sepi. Pesta kembang api yang menyedot perhatian pengunjung sebagai tontonan detik-detik pergantian tahun, malam itu ditiadakan karena dilarang pemerintah setempat.

Selain itu, sejumlah jalan protokol ditutup sejak pukul 15.00 wita. Pemerintah Kota Makassar juga menutup seluruh tempat keramaian yang sering dipadati pengunjung saat malam tahun baru.

Pejabat Wali Kota Makassar Rudi Djamaluddin menyatakan, kerumunan nyaris tidak ada. Hanya saja masih banyak warga berkeliaran, tapi tidak berkerumun. Sejauh ini, kondisi keamanan dan ketertiban dalam suasana kondusif.

”Situasi masih terkendali. Tidak ada kerumunan apalagi aktivitas warga yang berlebihan. Kondusif,” kata Rudi Djamaluddin  seperti dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Rudy telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional Tempat Hiburan Malam (THM) rumah makan, restoran, kafe, warung kopi, dan sejenisnya dibatasi hingga pukul 19.00 wita berlaku hingga 3 Januari. Kendati demikian, sejumlah pengusaha mengeluhkan kebijakan itu.

Penutupan sejumlah tempat keramaian dan rekreasi juga masuk dalam surat edaran tersebut. Begitupun hotel-hotel tidak diperbolehkan menggelar acara tahun baru, guna menekan laju penambahan pasien Covid-19.

Kapolrestabes Makassar Kombespol Witnu Urip Laksana menegaskan, secara tegas dan persuasif menindak pelanggar protokol kesehatan termasuk pembuat onar mengganggu ketertiban umum saat malam pergantian tahun. Pasukan gabungan yang diturunkan selama operasi Lilin Lipu total sebanyak 2.146 orang personel dari jajaran Polrestabes Makasar, BKO Polda Sulsel, TNI, dan Satpol PP Pemkot Makassar.

Selain itu, tim gabungan turun melakukan patroli di seluruh tempat hingga ke permukiman warga mencegah terjadinya kerumunan dan gangguan kamtibmas. Selain itu, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

”Sasaran kita orang berkegiatan atau kerumunan serta benda dicurigai termasuk lokasi rawan terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Kita lakukan pembatasan di tempat yang biasa dilaksanakan orang pergantian tahun, seperti tempat wisata, rumah makan, kafe, THM. Kita jalankan pembatasan jam operasional,” papar Witnu Urip Laksana.

Dia menambahkan, tim gabungan akan menindak tegas apabila ada acara menimbulkan kerumunan orang dengan membuatkan secara paksa. Begitupun tindakan kejahatan, balapan liar dan perang kelompok akan ditindak tegas sesuai aturan.

Dari pantauan lapangan, saat tim melakukan patroli, sejumlah warga diamankan karena tidak mengindahkan teguran aparat larangan menyalakan kembang api dan menjual miras di Kecamatan Ujung Tanah. Begitupun perang kelompok yang terjadi di Jalan Kandea, dibubarkan polisi .

Saksikan video menarik berikut ini:


Malam Pergantian Tahun di Kota Makassar Sepi