Penataan Jalan Pahlawan Kota Madiun Bakal Diadopsi Jawa Tengah

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Penataan Jalan Pahlawan Kota Madiun Bakal Diadopsi Jawa Tengah


JawaPos.com – Kualitas pekerjaan fisik menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan di daerah. Hal itu menjadi konsen tersendiri bagi Wali Kota Madiun Maidi mengawal pembangunan di kotanya. Tak heran jika wali kota rela berpanas-panasan untuk meninjau langsung proses pekerjaan.

‘’Saya tidak ingin kota ini dianggap kecil seperti luas wilayahnya. Biar kecil tapi harus jadi matahari yang menyinari daerah-daerah di Jatim wilayah barat,’’ kata Maidi.

Wali kota juga memperhatikan detail kualitas kelayakan pekerjaan. Seperti yang dilakukan awal pekan ini. Maidi melakukan tes kelayakan hasil pekerjaan dengan melindas jalur pedestrian di Jalan Mastrip menggunakan mobil hardtop. Hal itu dia lakukan spontan saat bersepeda rutin menyisir kawasan kota melihat dan mendengar langsung permasalahan di lapangan.

Tiba-tiba dia menghentikan rombongan di depan Stadion Wilis itu. Kemudian berjalan menuju mobil hardtop-nya. Lantas menginjak pedal gas, seketika roda sisi kiri naik di atas trotoar. Sementara roda sisi kanan tetap menyentuh aspal jalan. ‘’Pembangunan tidak hanya mengejar rapi dan indah. Tapi, juga harus kuat. Percuma kalau terlihat baik tapi cepat rusak,’’ ujarnya.

Cara tak biasa itu dilakukan semata untuk menguji kualitas pedestrian. Trotoar tidak ambles meski dilindas mobil seberat 3,5 ton. Hal itu menjadi salah satu indikator infrastruktur memiliki usia lebih panjang. ‘’Kalau kualitasnya bagus, secara tidak langsung menghemat anggaran. Masa perbaikan bisa lebih lama. Anggaran bisa untuk yang lain,’’ ucapnya.

Peninjauan proyek pembangunan trotoar Kota Madiun (Diskominfo Pemkot Madiun for JawaPos.com)

Wali kota yang sebelumnya menjabat Sekda Kota Madiun ini memang tidak ingin pembangunan di kotanya hanya mementingkan sisi tampilan maupun konsep. Melainkan harus benar-benar berkualitas. Tidak heran melalui kendalinya, sejumlah penataan seperti kawasan Pahlawan Street Center dilirik DPRD Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya Rabu lalu (23/9), wakil rakyat Jawa Tengah itu bakal mengadopsi penataan di Kota Madiun untuk empat daerah di Jawa Tengah. Tidak hanya mengadopsi konsep dan tampilan, juga cara pendanaan dan menyinergikan corporate social responsibility (CSR). Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri punya alasan mengajak rekan-rekannya belajar di Kota Madiun. Salah satunya memandang cara pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di kota ini berjalan efektif. ‘’Penanganan kota cukup bagus dan tertata,’’ ujarnya.

Alwin menilai Pemkot Madiun berhasil menyulap lokasi yang dianggap biasa menjadi luar biasa. Mulai jalur pedestrian ala Malioboro hingga penataan Sumber Umis dan Sumber Wangi yang semula kumuh disulap menjadi menarik. Bahkan diproyeksikan untuk mendongkrak UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi dampak pandemi. ‘’Penataan Jalan Pahlawan ini hebat,’’ sebutnya.

Alwin juga terkesan dengan keberhasilan Pemkot Madiun mengintegrasikan CSR dalam pembangunan kota. Dia yakin, upaya yang telah dilakukan itu tidak semudah membalik telapak tangan. ‘’Biasanya CSR sulit diajak kerja seperti ini,’’ tuturnya.

Alwin bakal mendorong beberapa daerah di Jateng untuk meniru pembangunan di Kota Madiun. Khususnya daerah yang memiliki karakter serupa. Yakni menjadi sentra dan dikelilingi daerah sekitar. Di Jawa Tengah daerah dengan karakter demikian seperti Magelang, Tegal, Salatiga, dan Pekalongan. Kami akan dorong agar dapat mengadopsi pembangunan di kota ini,’’ ucapnya.


Penataan Jalan Pahlawan Kota Madiun Bakal Diadopsi Jawa Tengah