Kaleidoskop 2020: Liverpool Hapus Dahaga 3 Dekade Urung Juara Liga

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Kaleidoskop 2020: Liverpool Hapus Dahaga 3 Dekade Urung Juara Liga


JawaPos.com – Sulit menyangsikan ciamiknya performa Liverpool di Liga Inggris musim 2019/2020. Mereka nyaris tidak bisa dihentikan.

Meraup 99 poin dari hasil 32 kemenangan, 3 seri, dan 3 kekalahan, The Reds akhirnya kembali merasakan manisnya mengangkat trofi juara Liga Inggris.

Proses seremoni dan perayaan yang sudah dinanti setelah sebelumnya menjadi juara pada musim 1989/1990 ini dilaksanakan dengan cukup unik. Para pemain Liverpool mengangkat trofi juara liga ke-19 mereka pada 23 Juli 2020 di markas mereka tanpa dihadiri satu penonton pun.

Maklum, Liverpool meraih gelar juara mereka di masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih mengharuskan semua orang di seluruh dunia melakukan jaga jarak demi mencegah penularan. Trofi tersebut diangkat oleh Jordan Henderson dan kawan-kawan usai mereka membabat Chelsea 5-3 di Anfield.

Berbeda dari satu musim sebelumnya di mana mereka bersaing ketat dengan Manchester City, tim asuhan Jurgen Klopp di musim ini betul-betul tancap gas. Jika pada musim 2018-2019 mereka kalah satu poin dari City yang akhirnya menjadi juara, musim kemarin tidak demikian.

Liverpool menjadi juara dengan selisih 18 poin dengan City di posisi kedua yang mengoleksi 81 poin. Mereka bahkan unggul 33 poin dari rival abadi mereka, Manchester United yang mengantongi 66 poin di peringkat ketiga.

Tokcernya Liverpool di musim 2019/2020 tidak lepas dari kualitas beberapa pemain mereka.

Mengandalkan Alisson Becker sebagai kiper mumpuni, gawang Liverpool juga sulit dijebol berkat lini pertahanan solid yang dipimpin oleh bek jangkung Belanda Virgil van Dijk.

Dua wing back mereka, yakni Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson juga kerap ikut andil membawa kemenangan buat tim berkat kemampuan crossing dan operan long ball mereka yang amat akurat.

Di tengah, peran Jordan Henderson sebagai kapten juga sangat krusial dalam membangkitkan moral tim. Geliat pemain asal Brasil Fabinho di lini tengah juga kerap membuat pola permainan high pressing yang diterapkan Jurgen Klopp kerap berhasil membuat tim lawan kebingungan.

Kehebatan Liverpool tentu tidak lengkap tanpa sosok tiga penyerang mematikan mereka, yakni Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Salah bahkan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di musim 2019/2020.

Pemain asal Mesir tersebut mengemas total 19 gol di Liga Inggris dari total 23 gol yang ia buat di seluruh laga yang dimainkan Liverpool pada periode tersebut.

Meskipun mereka gagal mempertahankan gelar juara Liga Champions usai ditekuk Atletico Madrid dengan agregat skor 2-4 di babak 16 besar, namun gelar juara Liga Inggris yang akhirnya mereka raih setelah 30 tahun penantian tentunya akan membangkitkan mental juara mereka sebagai salah satu tim besar di Eropa.

Di bawah asuhan Klopp, Liverpool sudah berhasil menciptakan satu sistem yang bisa dijalankan oleh seluruh pemainnya, tidak peduli siapapun yang bermain. Terbukti, hingga berita ini diturunkan, mereka masih memimpin klasemen Liga Inggris musim 2020/2021 meskipun dihantam badai cedera.

Dengan sistem yang sudah terbentuk dan mental juara yang tentunya terbangun, bukan tidak mungkin Liverpool akan kembali menjuarai Liga Inggris musim ini.


Kaleidoskop 2020: Liverpool Hapus Dahaga 3 Dekade Urung Juara Liga