Dengan Menghentikan Semua Rekor Itu, Bikin Semuanya Terasa Lebih Manis

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Dengan Menghentikan Semua Rekor Itu, Bikin Semuanya Terasa Lebih Manis


JawaPos.com-Ambisi besar Novak Djokovic menyapu bersih empat gelar grand slam musim ini sirna. Daniil Medvedev menjadi mimpi buruknya.

Petenis 25 tahun itu kemarin menumbangkan Djokovic di final Amerika Serikat (AS) Terbuka. Medvedev menang tiga set langsung 6-4, 6-4, 6-4 di Arthur Ashe Stadium.

Hasil ini pun membuat ranking satu dunia itu gagal menyamai raihan legenda tenis Rod Laver 52 tahun silam. Saat itu Laver mampu menyapu bersih empat gelar grand slam dalam semusim pada 1969.

’’Energiku tidak bisa berbohong. Aku lebih lambat (dari Medvedev) di laga ini,’’ ucap Djokovic setelah laga dilansir USA Today.

Medvedev memang datang ke laga ini dengan lebih meyakinkan. Dari enam laga yang dia jalani menuju final, lima laga dimenangkan petenis asal Rusia itu dengan straight set alias tiga set langsung.

Sebaliknya, Djokovic melewati enam laga sebelum partai puncak ini dengan lebih melelahkan. Dari enam laga sejak babak pertama, hanya satu pertandingan yang dia menangi tiga set langsung

Alhasil, petenis Serbia itu datang ke final dengan total waktu pertandingan lebih boros. Yakni, selama 17 jam 26 menit. Sementara Medvedev datang dengan lebih fresh karena baru menghabiskan waktu di lapangan selama 11 jam 51 menit.

’’Kalian bisa melihat sendiri, dia berada di puncak kemampuannya dalam setiap pukulan. Dia mengeksekusi semuanya dengan sempurna,’’ ucap Djokovic.

’’Sementara aku bermain di bawah level terbaikku. Saya sudah berusaha yang terbaik. Namun, kakiku memang tidak berada dalam kondisi terbaik,’’ tambah petenis 34 tahun itu.

Hasil tersebut membuat Djokovic belum mampu memecahkan rekor sebagai pengumpul gelar grand slam terbanyak sepanjang masa di tunggal putra. Kini, dia masih berbagi jumlah trofi ajang mayor dengan Roger Federer dan Rafael Nadal. Ketiganya sama-sama sudah mengumpulkan 20 trofi.

Sebaliknya, Medvedev kemarin merengkuh trofi pertamanya di ajang grand slam. Itu setelah di dua percobaan final ajang mayor sebelumnya selalu gagal. Di final AS Terbuka 2019, dia takluk di tangan Rafael Nadal. Di final Australia Terbuka tahun ini, dia ditumbangkan Djokovic.

’’Aku datang ke pertandingan ini dengan sadar harus terus fokus sepanjang laga,’’ ucap Medvedev.

’’Yang aku hadapi adalah petenis yang memiliki rekor 27-0 di grand slam musim ini. Dan, meraih gelar mayor pertamaku dengan menghentikan rekor tersebut membuat semuanya terasa lebih manis,’’ tambah petenis ranking kedua dunia tersebut.


Dengan Menghentikan Semua Rekor Itu, Bikin Semuanya Terasa Lebih Manis