Kasus Meroket, Singapura Khawatir Kembali Terjadi Darurat Covid-19

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Kasus Meroket, Singapura Khawatir Kembali Terjadi Darurat Covid-19


JawaPos.com – Singapura sebenarnya sudah percaya diri untuk membuka semua pembatasan dan hidup berdamai dengan Covid-19 sebagai endemi. Namun, peningkatan kasus Covid-19 justru meningkat tajam dan memecahkan rekor. Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan.

“Ini mengkhawatirkan,” kata Ketua Bersama Gugus Tugas Multi-Kementerian Gan Kim Yong, Jumat (10/9).

Jumlah kasus harian meningkat dua kali lipat sejak pekan lalu. Ada 450 infeksi baru yang dilaporkan pada Kamis (9/9).

“Sementara kami memperkirakan peningkatan jumlah kasus setiap hari ketika kami membuka kegiatan, tingkat peningkatan yang tajam mengkhawatirkan,” kata Gan saat konferensi pers.

Meski tingkat vaksinasi Singapura sekarang telah melampaui banyak negara dan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, Singapura ingin memastikan bahwa jumlah kasus tidak akan tiba-tiba melonjak. Gan khawatir hal itu bisa memperburuk sistem kesehatan.

“Jika kasus melonjak dapat menyebabkan kasus yang lebih serius, bakal membanjiri sistem perawatan kesehatan kami,” katanya.

Ini adalah pertama kalinya Singapura mengalami gelombang infeksi yang meningkat secara eksponensial di masyarakat menurut Kementerian Kesehatan (MOH). Semua negara yang telah terbuka harus menghadapi gelombang seperti itu.

“Bagi kami, itu terjadi lebih cepat dari yang kami harapkan,” kata Ketua Bersama Satuan Tugas Lawrence Wong saat konferensi pers.

“Dalam waktu dekat, kani akan mencapai 1.000 kasus per hari. Dan dalam waktu beberapa minggu, kita mungkin akan mendapatkan 2.000 kasus baru setiap hari,” tuturnya.

Dan, itulah mengapa Singapura harus mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam situasi saat ini dan memastikan bahwa kita menyesuaikan diri dengan cepat dengan situasi infeksi yang berubah-ubah. Kemenkes mencontohkan negara-negara seperti Israel dan Inggris telah melihat lonjakan tajam setelah Covid-19 sempat mereda. “Meski cakupan vaksinasi tinggi,” kata Gan.

Mereka khawatir kasus makin tinggi dan situasi makin darurat dalam beberapa pekan ke depan. Kemenkes berharap tak ada pasien dengan penyakit serius.

“Dua hingga empat minggu ke depan sangat penting, karena kami akan mengetahui apakah pasien akhirnya mengembangkan penyakit serius dan komplikasi selanjutnya,” jelas Wong.

Hingga Kamis (9/9), 664 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, 26 di antaranya merupakan kasus penyakit berat yang memerlukan dukungan oksigen di bangsal umum. Lalu, 7 lainnya berada dalam kondisi kritis di ICU.

“Kami memahami bahwa peningkatan pesat dalam jumlah infeksi telah menciptakan beberapa kekhawatiran dan kecemasan di antara masyarakat,” kata Gan.

“Sejak itu, ada juga pertanyaan tentang apakah pemerintah akan kembali pada rencana kami untuk membuka kembali meskipun tingkat vaksinasi kami tinggi,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan Singapura saat ini tetap pada jalurnya dalam transisi menuju kehidupan endemi. “Sejauh mungkin, kami tidak ingin membalikkan arah dalam rencana transisi kami,” kata Ong.

Ia menyebut Singapura masih mampu menavigasi gelombang ini untuk membuka kembali kegiatan. “Untuk saat ini, kami tidak mundur, kami masih ingin maju dalam perjalanan transisi,” katanya.


Kasus Meroket, Singapura Khawatir Kembali Terjadi Darurat Covid-19