Dokter: Agar Vaksin Covid-19 Efektif, Nutrisi Lansia Harus Tercukupi

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Dokter: Agar Vaksin Covid-19 Efektif, Nutrisi Lansia Harus Tercukupi


JawaPos.com – Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa berusia di atas 60 tahun, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid lebih mungkin mengalami infeksi virus Korona yang lebih parah. Maka lansia diutamakan untuk menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Dalam webinar KALBE Nutritionals bersama Entrasol Senior baru-baru ini, Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals, Boy Sinaga, menjelaskan lansia penting mendapatkan asupan kandungan tinggi protein, tinggi serat, tinggi vitamin D, dan kaya akan vitamin dan mineral lain untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Bagi lansia yang sudah dan tidak dapat divaksinasi diharapkan para lansia tetap teredukasi dan mengerti nutrisi harian tepat untuk mereka,” kata Boy Sinaga.

Baca Juga: Tak Ada Efek Samping, 254 Juta Lansia Tiongkok Disuntik Vaksin Sinovac

Dalam acara yang sama, Ketua Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI, FINASIM, menegaskan pentingnya kelompok masyarakat lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi. Keseriusan Covid-19 dikuatkan fakta bahwa tingkat kematian, atau risiko kematian tertinggi terjadi pada pasien lansia, sehingga sangat penting agar kelompok ini segera mendapatkan vaksin.

“Seharusnya, tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang memang telah tersedia untuk warga lansia, kecuali mereka yang saat ini sedang sakit atau jika mereka pernah menderita Covid-19 sebelumnya atau memang tidak bisa menerima vaksin oleh karena kondisi medis,” ungkap Prof. Iris.

Sedangkan, Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatric FKUI RSCM Prof. DR. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M-Epid, FINASIM, menekankan, pentingnya mempersiapkan lansia agar vaksinasi bekerja dengan optimal. Lebih jauh, Prof. Siti juga mengingatkan kondisi khusus yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia. Faktor-faktor yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah faktor intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, dan faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan.

“Kebiasaan seperti (tak) merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin tersebut,” papar Prof. Siti.

Terkait nutrisi Prof. Siti juga mengingatkan energi, protein, dan mikronutrien penting untuk tulang, otot, dan fungsionalitas. Untuk itu direkomendasikan agar energi minimal di atas 21kcal/kg BB, protein 1,0-1,5 g/kgBB/hari (25-30g) tiap kali makan.

“Dan suplementasi apabila perlu, tetapi tetap perlu dicek dengan dokter,” kata Prof Siti.

Lalu hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi pada lansia adalah terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia. Hal ini berhubungan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal.

“Karena immunosenescence biasanya sudah terjadi inflamasi kronis level rendah akibat dari kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen terus menerus, peningkatan produksi sitokin proinflamasi dari senescent T cells dan makrofag,” kata Prof. Siti.

Adanya penyakit penyerta atau komorbid juga meningkatkan terjadinya inflamasi kronis. Akibatnya akan ada peningkatan risiko infeksi, peningkatan risiko kanker, peningkatan risiko penyakit autoimun, penurunan respon terhadap imunisasi dan penurunan respon terhadap pengobatan infeksi.

Saksikan video menarik berikut ini:


Dokter: Agar Vaksin Covid-19 Efektif, Nutrisi Lansia Harus Tercukupi