Posyandu di Surabaya Door-to-Door untuk Hindari Penularan Covid-19

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Posyandu di Surabaya Door-to-Door untuk Hindari Penularan Covid-19


JawaPos.com – Selama masa pandemi Covid-19 yang dimulai Maret lalu, kesehatan balita di Surabaya tetap menjadi perhatian. Tetap ada pengecekan bulanan. Namun, posyandu dilangsungkan dengan trik khusus agar tidak sampai menimbulkan kerumunan. Petugas puskesmas ngalahi untuk door-to-door membagikan vitamin A kepada balita.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menuturkan bahwa sejak awal pandemi mekanisme pemeriksan balita berbeda dari biasanya. Orang tua atau ibu atau pengasuh diminta mengecekkan kondisi balita masing-masing.

Mereka diminta mengisi form yang berisi kondisi terkini balita. ’’Data yang masuk hingga 21 Agustus pukul 12.13 sudah 30.115 balita,’’ jelas Feni, sapaan akrab Febria Rachmanita, Jumat (21/8).

Dari data-data itu, para petugas puskesmas setempat mengecek kondisi balita. Mulai berat badan hingga tinggi badan. Jika ternyata kurang dari standar, akan ada petugas yang datang ke rumah balita tersebut untuk mengecek lebih lanjut. ’’Untuk balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk akan dilakukan janji temu dengan petugas puskesmas,’’ jelas Feni.

Salah satu indikator gizi buruk adalah pita LILA yang biasa digunakan untuk mengukur lingkar lengan bayi itu menunjukkan angka di bawah 12,5 cm. Petugas akan datang ke rumah balita itu untuk mengukur berat badan dan tinggi badan. Tujuannya menemukan atau mendeteksi sejak dini kejadian balita gizi buruk dan stunting. ’’Dengan begitu, kami bisa segera menangani,’’ jelasnya.

Pada Agustus ini pemkot juga punya jadwal untuk pemberian vitamin A kepada balita. Kader-kader puskesmas akan membagikan vitamin tersebut dari rumah ke rumah. Mereka dibekali alat pelindung diri.

’’Hari ini (kemarin, Red) kader di wilayah Puskesmas Simomulyo dan Sawahpulo yang melaksanakan pembagian vitamin A,’’ kata Feni.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menuturkan bahwa pemkot berkomitmen untuk tetap menjalankan program-program yang selama ini dijalankan. Termasuk memantau balita.

’’Dengan posyandu door-to-door itu akan mengurangi kerumunan,’’ ungkap Febri.

Dia menyebutkan bahwa pemkot juga tetap berharap agar warga bisa mengikuti protokol kesehatan. Misalnya, selalu memakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Kebiasaan tersebut juga harus ditularkan pada anak-anak. Termasuk mengajarkan sejak dini kepada para balita. ’’Mari bersama mengatasi pandemi ini,’’ jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:


Posyandu di Surabaya Door-to-Door untuk Hindari Penularan Covid-19