Pejabat Publik di Singapura yang Tak Divaksin Covid-19 Bakal Disanksi

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Pejabat Publik di Singapura yang Tak Divaksin Covid-19 Bakal Disanksi


JawaPos.com – Singapura kini sedang prihatin dengan tingkat kasus dan kematian Covid-19 harian yang meningkat. Karena itu, pemerintah Singapura memperingatkan pejabat publik yang tidak divaksinasi dijerat dengan sanksi.

Mereka akan dipaksa cuti dan tidak dibayar jika sengaja menghindar untuk divaksinasi meski memenuhi syarat secara medis. Kementerian Kesehatan Singapura telah mengumumkan pada 23 Oktober bahwa hanya karyawan yang divaksinasi penuh, atau mereka yang pulih dari Covid-19 dalam 270 hari terakhir, yang akan diizinkan kembali ke tempat kerja mulai 1 Januari 2022.

Juru bicara Divisi Layanan Publik (PSD) menanggapi pengumuman Kementerian Kesehatan 23 Oktober. Pihaknya mengatakan bahwa mulai 1 Januari 2022, mereka mengizinkan petugas yang tidak divaksinasi untuk bekerja dari rumah jika pekerjaan memungkinkan. Tetapi mereka yang memilih untuk tetap tidak divaksinasi terhadap Covid-19, meski memenuhi syarat secara medis, dapat dipaksa cuti yang tidak dibayar seperti laporan Channel News Asia.

“Jika seorang pejabat memilih untuk tidak divaksinasi meskipun dia secara medis memenuhi syarat untuk vaksinasi, dan jika dia tidak dapat dipekerjakan kembali, kami dapat menempatkan orang tersebut pada cuti tanpa bayaran sebagai upaya terakhir atau membiarkan kontrak berakhir tanpa perpanjangan lebih lanjut,” kata pihak berwenang.

Pejabat yang tidak divaksinasi dapat dipindahkan ke pekerjaan lain yang dapat dilakukan dari rumah. Dan, dia akan dibayar dengan remunerasi sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan alternatif tersebut. Sekitar 98 persen dari 153 ribu orang bekerja di 16 kementerian dan lebih dari 50 badan hukum.

“Hanya sebagian kecil yang secara medis tidak memenuhi syarat untuk vaksin mRNA,” kata PSD.

“Para petugas ini harus divaksinasi dengan vaksin non-mRNA di bawah program vaksinasi nasional. Sekarang sudah tersedia Sinovac,” imbuhnya.

Singapura telah mencatat total 207.975 kasus Covid-19 sejak awal pandemi tahun lalu. Sementara 442 orang telah meninggal karena komplikasi Covid-19.


Pejabat Publik di Singapura yang Tak Divaksin Covid-19 Bakal Disanksi