Langkah Kominfo Bantu Disabilitas Melalui Ekosistem Digital

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Langkah Kominfo Bantu Disabilitas Melalui Ekosistem Digital


JawaPos.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) terus bergerak dalam msnyediakan fasilitas infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T ( terdepan, terluar, tertinggal) untuk mencapai transformasi digital di Indonesia.

Sepanjang  2021-2022  diharapkan 7.904 desa/kelurahan sudah tersentuh internet sinyal 4G berkat pembangunan fisik infrastruktur telekomunikasi.

Tak sebatas pembangunan fisik semata, BAKTI Kominfo ingin memastikan bahwa apa yang dibangun benar-benar bermanfaat. Kehadiran internet diharapkan dapat digunakan secara positif oleh seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan lewat  ekonomi digital ke seluruh pelosok Indonesia.

Untuk itu, berbagai program pelatihan dilakukan baik di sektor pendidikan, pariwisata, kesehatan, dan di sektor publik. Masyarakat di daerah 3T dapat menikmati program tersebut secara gratis, termasuk juga bagi mereka yang berkebutuhan khusus atau para penyandang disabilitas.

Kadiv Perencanaan Strategis BAKTI Kominfo  Yulis Widyo Marfiah menyampaikan bahwa semua program tersebut terbuka untuk umum, termasuk bagi rekan-rekan disabilitas, meski BAKTI juga menyediakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khusus bagi para disable.

“ Di daerah 3T banyak program pelatihan dan terbuka untuk siapa saja. Rekan-rekan disable bisa mengikuti dengan menyesuaikan pada minat dan kemampuannya,” jelas Yulis dalam keterangannya, Rabu (6/10).

Menteri Kominfo Johnny  G Plate memberi perhatian khusus kepada kaum difabel dengan mendukung adopsi teknologi  sehingga dapat meminimalisir ataupun menghilangkan keterbatasan sosial yang ada.

Data BPS tahun 2020 mencatat hanya 34,89% penduduk disabilitas yang menggunakan ponsel dan laptop, serta hanya 8,5% yang memanfaatkan internet  dari total  22,5 juta penduduk disabilitas di Indonesia.

Program BAKTI Kominfo bagi penyandang disabilitas sudah dirasakan oleh Echi Pramitasari, seorang aktivis disabilitas sekaligus Ketua ParaDifa, sebuah organisasi  yang bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan kompetensi kerja penyadang disabilitas berbasis TIK.

Echi yang seorang disable fisik akibat kecelakaan di usia remaja ini tidak hanya terlibat sebagai peserta, tapi ia juga menambah kemampuan sebagai instruktur lewat pelatihan  yang diwadahi oleh BAKTI Kominfo ini.

Kolaborasi ParaDifa dan BAKTI yang dilakukan tahun 2020 lalu berhasil menjangkau 1.790 rekan-rekan disabilitas dari seluruh Indonesia secara daring, termasuk mereka yang tinggal di daerah 3T sebanyak 256 peserta.

Echi berharap ke depannya masyarakat dapat mengakui kelebihan dan kompetensi rekan-rekan disabilitas sehingga tidak terkotak-kotakan di bidang pekerjaan tertentu saja.

“Yang paling dibutuhkan adalah kesempatan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sehingga masyarakat juga mengenal kami. Para disable juga perlu menunjukan dirinya kalau mereka bisa, mereka mampu, dan mereka ada,” pungkasnya.


Langkah Kominfo Bantu Disabilitas Melalui Ekosistem Digital