Tiap 2 Minggu, Pelajar yang Ikut PTM Wajib Swab

Jika anda butuh jasa pembuatan blog silahkan hubungi www.oblo.co.id

Tiap 2 Minggu, Pelajar yang Ikut PTM Wajib Swab


JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya terus berupaya mencegah dan mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Dinkes akan melakukan swab test untuk para pelajar di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, selain melakukan asesmen untuk kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM), pihaknya akan melakukan swab test kepada para pelajar secara rutin. Swab test menyasar para pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kota Surabaya.

”Kita akan lakukan swab test rutin untuk para pelajar SD, SMP, SMA/SMK di Kota Surabaya. Minimal 2 minggu hingga satu bulan sekali, apabila PTM sudah dibuka,” kata Febria Rachmanita, Sabtu (16/10).

Dia menjelaskan, pihaknya akan mengerahkan seluruh layanan puskesmas di dalam satu kawasan dengan sekolah tersebut. Hal itu dilakukan Dinkes untuk mempermudah dan mempercepat tracing di lingkungan sekolah.

”Untuk layanan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan (Nakes) kami ambil dari puskesmas yang terdekat dengan sekolah tersebut,” terang Febria Rachmanita.

Sedangkan untuk kapasitas siswa di setiap kelas, dia mengatakan, maksimal hanya 25 persen siswa pada setiap sesi selama penerapan PPKM level 3 berlangsung di Kota Surabaya. Harapannya, pelajar maupun tenaga pendidik bisa menekan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

”Baik siswa maupun tenaga pendidik harus terus menerapkan prokes. Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Kemudian meja dan kursi antar siswa harus diperhatikan jaraknya,” terang Febria Rachmanita.

Dia juga meminta setiap sekolah di Kota Surabaya agar memasang QR code barcode PeduliLindungi sebelum para pelajar masuk di lingkungan sekolah. Hal itu untuk memudahkan Dinkes melakukan tracing, apabila terdapat pelajar yang terpapar Covid-19.

”Saya minta untuk memasang QR code barcode aplikasi PeduliLindungi di setiap sekolah di Kota Surabaya, supaya orang tua paham tentang pentingnya melakukan vaksinasi. Kalaupun ada yang tertular, kita bisa mencari atau melakukan tracing dari mana dia tertular. Misalnya, seperti kemarin ada yang positif Covid-19, ternyata terpaparnya bukan di sekolah tetapi di luar sekolah,” jelas Febria Rachmanita.

Capaian vaksinasi pelajar di Kota Surabaya per 15 Oktober, untuk tingkat SD/MI dosis satu sudah mencapai 78,86 persen dan dosis dua mencapai 36,05 persen. Kemudian untuk capaian vaksin pelajar tingkat SMP/MTS dosis satu mencapai 77,13 persen, serta dosis dua 57,90 persen.


Tiap 2 Minggu, Pelajar yang Ikut PTM Wajib Swab